Realisasi Jampersal Rendah

Realisasi Jampersal Rendah
Realisasi Jampersal Rendah
KUPANG--Pemerintah daerah di NTT dinilai kurang memperhatikan program Jaminan Persalinan (Jampersal). Peran lembaga dewan dan elemen masyarakat lainnya sangat penting untuk menjamin pelaksanaan program Jampersal.

Hal ini dikatakan Dani Manu dari PIAR NTT kepada wartawan di Kupang, Selasa (4/11). "Pemerintah daerah kita nilai kurang memperhatikan program Jampersal. Hal ini dilihat dari realisasi Jampersal yang hanya mencapai 38 persen," kata Dani.

Menurutnya, penyerapan dana Jampersal ini paling rendah dibanding dengan dana kesehatan dari pusat lainnya yakni Jamkesmas (71 persen) dan BOK (bantuan operasional kesehatan) yang mencapai 46,9 persen.

PIAR NTT dan Perkumpulan Prakarsa Jakarta, jelas Dani, sudah melakukan riset di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang untuk mengetahui pelaksanaan Jampersal di dua daerah tersebut. "Hasilnya 50 persen lebih penerima tidak tahu bahwa dia dapat Jampersal. Padahal ini program sangat baik untuk ibu dan anak," katanya.

KUPANG--Pemerintah daerah di NTT dinilai kurang memperhatikan program Jaminan Persalinan (Jampersal). Peran lembaga dewan dan elemen masyarakat lainnya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News