Sabtu, 20 September 2014 | 19:02:10
Home / Nasional / Humaniora / Inilah 32 Daerah yang Data Honorernya Bermasalah

Selasa, 15 Januari 2013 , 23:55:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA--Sebanyak 8.371 honorer K1 yang tersebar di 32 daerah saat ini tengah diinvestigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Turunnya tim BPKP ke lapangan ini, lantaran banyaknya laporan yang masuk berkaitan dengan data tersebut.

"Hasil audit investigasi ke 32 daerah ini, akan dilaporkan BPKP kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Setelah itu akan ditetapkan formasinya oleh pak menteri untuk kemudian masuk ke tahap pemberkasan NIP," kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Sutrisno di kantornya, Selasa (15/1).

Dijelaskannya, hingga hari ini baru 52 ribu honorer K1 yang telah mendapatkan formasi. Sisanya 18.839 honorer sedang dalam tahap quality assurance, audit tujuan tertentu (ATT), dan verifikasi validasi tahap dua.

"Dari jumlah 18.839 orang itu, ada 8.371 orang yang sedang dicek ke lapangan terutama kebenaran dokumennya. Sebab banyak laporan yang mengatakan, data honorernya palsu artinya mereka bukan honorer yang dibayarkan dengan APBN/APBD," tuturnya.

Lantas bagaimana dengan honorer K1 lainnya? Menurut Eko, selain 8.371 orang, hanya diperiksa dokumennya saja dan tidak diaudit ke lapangan lagi.

Adapun ke-32 daerah yang diinvestigasi tersebut Kabupaten Nganjuk sebanyak 1.296 orang, Kab Jeneponto 280 orang, Kab Luwu Utara (71), Kota Bau-Bau (91), Provinsi Sulawesi Barat (65), Kab Aceh Besar (383), Kota Sabang (103), Kab Aceh Tamiang (77), Kab Aceh Tenggara (393) dan  Kab Aceh Singkil (203).

Selanjutnya, Kab Simeuleu (99), Kota Medan (251), Kota Kotamobagu (13), Kab Bolaang Mongondow (149), Provinsi Gorontalo (42), Kab Purworejo (336), Provinsi DKI Jakarta (162), Kab Tulang Bawang (81), Kab Ogan Komering Ulu (604), Provinsi Kalimantan Timur (70), Provinsi Papua (479), Kab Mimika (496), Provinsi Bali (31), Kab Manggarai Barat (232), Kab Rote Ndap (131), Provinsi Kepulauan Riau (181), Kab Toli-Toli (300), Kab Bekasi (278), Kota Bekasi (192), Kab Seram Bagian Timur (1.165), Kab Seram Bagian Barat (144), dan Kota Ambon (0).

"Kenapa Ambon diinvestigasi, karena dari pengaduan, di Ambon justru ada honorer K1 tapi di data malah tidak ada," ujarnya.

Mengenai konsekuensi dari hasil ATT ini, menurut Eko, bila datanya valid dan dinyatakan clear maka bisa diproses lanjut (pemberkasan NIP). Sebaliknya bila datanya tidak benar, maka honorer K1 di daerah bersangkutan dianulir atau dibatalkan menjadi CPNS. (Esy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 15.05.2014,
        19:59
        best prices
        enY8vc Major thanks for the post.Thanks Again. Keep writing. From mobile
      2. 06.09.2013,
        20:10
        jadi
        No comment uud ujung2 nya duit,yg pada punya duit yg bikin masalah. From mobile
      3. 21.05.2013,
        18:24
        andy
        klarivikasi ulang sj k1 rote ndao,,masa yg masih skolah pd thn 2005,ad jg yang masa kerja honorer thn 2006,2007,sk dinas jg bs lolos.batalkan
      4. 17.05.2013,
        00:35
        yedy dae panie
        bagaimana dgn kab. Rote ndao apa kesalahannya sehingga bermalah, tetapi jika masalahnya adalah tanggal terbitnya sk kan bukan kesalahan dari tenaga Honor tapi pemerintah. Dan bagaimana dengan tenaga honor yang sudah diangkat dengan sk yang tanggal terbitnya. From mobile
      5. 15.05.2013,
        09:59
        siadaris
        semakin lama semakin bermasalah
      6. 15.05.2013,
        09:59
        siadaris
        semakin lama semakin bermasalah
      7. 19.04.2013,
        10:05
        krisnawan katili
        bagaimana nasib k1 yang bermasalah sedangkan k2 telah diproses,,,, tolong jangan ambil masalah baru sebelum menuntaskan masalah sebelumnya
      8. 19.04.2013,
        08:43
        mamik s, s pd
        semakin lama diulur ulur justru semakin banyak kecurangan, buktinya yang honorer fiktif aja sekarang sudah banyak yg dapat nip,tp yg benar benar jujur malah diverifikasi berulang-ulang,dan tidak kelar-kelar. dimana ada keadilan ?
      9. 16.04.2013,
        09:13
        mr.zumri
        selagi kurang pengawasan,dan meneliti kesahan berkas yg asli maka selagi itu pula ditemukan kecuragan2, kasian yg benar2 hnr.
      10. 11.02.2013,
        08:27
        Yayan
        Yth JPNN Tolong Tanyakan Kepada Tim ATT Dan Quality Assurance Kenapa Kota Bekasi Tidak Diundang Honorer Disini Sangat Sengsara Dan Tersiksa.,Terus Kapan Pengumuman Tahap II Trima Kasih