Sabtu, 02 Agustus 2014 | 09:35:12
Home / Kriminal / Bapak Kandung Bunuh Mahasiswa

Sabtu, 09 Februari 2013 , 12:41:00

BERITA TERKAIT

PONOROGO - Terungkap sudah kasus pembunuhan Krisnanda Mega Pratama, 27, mahasiswa jurusan teknik, yang mayatnya ditemukan di Kali Keyang. Pembunuh Mega ternyata Eko Budianto, 52, ayah kandungnya. Mantan Kades Karanggebang, Jetis, Ponorogo, itu geram atas sikap anak sulungnya yang kerap bikin ulah.

Ketika menghabisi nyawa darah dagingnya sekitar pukul 03.00 Rabu lalu (6/2), Eko dibantu Amru Nasrudin, 25, warga Karanggebang.

Pengakuan itu keluar dari mulut Eko setelah polisi memeriksa tersangka seharian penuh. Dia tak mampu mengelak saat polisi menunjukkan sebilah sangkur dan baju berlumuran darah kering yang ditemukan di rumahnya. ''Pembunuhan ini tampaknya sudah direncanakan,'' terang Kapolres Ponorogo AKBP Yuda Gustawan kemarin (8/2).

Berdasar pengakuan tersangka, Mega dieksekusi ketika sedang terlelap di teras rumah Wahyudi, kerabatnya. Korban kala itu tidur bersandingan dengan Udin -sapaan Amru Nasrudin.

Saat anaknya tidur, Eko mendatangi teras yang persis di depan rumahnya itu sembari membawa sangkur. Dia dengan darah dingin menghunjamkan pisau ke dada anaknya itu dua kali.

Ketika Mega belum terjaga benar, Udin ikut menusukkan sangkur itu dua kali ke dada kiri korban. ''Tersangka Udin mengaku hanya ingin melampiaskan dendam karena sering dihina sebagai orang tidak punya,'' jelas Kapolres.

Darah segar yang keluar dari dada Mega membasahi lantai rumah Wahyudi. Korban dipastikan tewas di lokasi sehingga dua pembunuhnya sempat bingung.

Untuk mencari alibi, Eko dan Udin membuang tubuh korban ke Kali Keyang. Keduanya juga mengikatkan pelepah pisang ke leher Mega agar kematian pemuda itu seperti bunuh diri.

Eko dan Udin mengira mayat Mega hanyut di Kali Keyang. ''Ternyata nyangkut di plengsengan. Hari masih gelap ketika mayat itu dibuang,'' ungkap Yuda.

Eko juga sengaja bersandiwara bingung kehilangan Mega. Dia menelepon sejumlah kerabatanya. Selain itu, Eko melapor ke Kades Karanggebang dan diteruskan ke polisi sebelum Mega ditemukan sudah menjadi mayat sekitar pukul 16.00.

Penyidik kemarin menahan Eko dan Udin dengan jeratan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang ancamannya hukuman mati. ''Kami masih menyelidiki ada tidaknya keterlibatan ibu kandung korban. Yang membersihkan darah di teras itu istri Eko,'' tutur Kapolres. (dhy/mas/jpnn/c4/bh)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        05:44
        nice penalty removal
        kB0WBW Very neat article. Much obliged. From mobile
      2. 07.04.2014,
        10:39
        check this out now
        4M2v67 I think this is a real great blog post.Thanks Again. Really Cool. From mobile
      3. 19.03.2013,
        17:35
        masud.anam
        opo saking nemen'e ta arek ikue...?.tp kn yo jo smpek di pateni, wonk ikue ujiane gae wonk tuwo
      4. 18.02.2013,
        13:40
        Yuda Josari
        Memiliki anak yang selalu menyusahkan orang-tua, seharusnya orang-tua introspeksi, karena ini akibat dari ulah orang tua sendiri yg .........
      5. 17.02.2013,
        15:12
        Kang Sigun
        wah wah wah..!
        kok kaya sinetron kisahnya ya..?

        padahal..
        sebagai anak pelajar mahasiswa dia adalah penerus cita bangsa..
        seharusnya bercita cita membangun negri ini bukan malah bersikap arogan..

        dan itu orang tuanya
        sebagai ayah bahkan lurah dulunya
        seharusnya melayani dan mengayomi serta memberi contoh yang baik pada keluarga seta warganya..

        hem..! From mobile
      6. 13.02.2013,
        23:16
        luar negara
        ayo dulur kabeh podo eleng,lan waspodo.mugo2 awake dewe jo sampek kelebon setn sampek ilang akale mateni anake karo pcre anake ..edannnnnnnnnnnnn,edan
      7. 13.02.2013,
        00:21
        adeco
        opo eko ki,,,,trah lanang tnan di gugah jak bacok an pisan.....wani ok sembunyi smbunyi..
      8. 12.02.2013,
        21:13
        bocah malo
        memang si mega ini bejat ya? opo bapaknya yg lebih bejat?

        nek gak salah pak eko ki pernah didemo warga se desa pas jadi lurah..trus akhirnya mengundurkan diri..

        trus si suprihatin, siapa pembunuhnya? pak eko atau si mega?
        ckckck..tmbah runyam kasus iki..
      9. 12.02.2013,
        14:04
        coloprot
        Siang ini Selasa 12 Februari 2013 jam 11.00 siang, berdasarkan pengembangan penyelidikan di TKP ditemukan mayat peempuan ditanam dibawah almari
      10. 12.02.2013,
        11:56
        ASHTER JOSARI
        Dasar Bapak bejat, ,Anak nakal karna salah didikan dari bapaknya Sendiri,buah jatuh gak jauh dari pohonya. From mobile