Jumat, 19 Desember 2014 | 16:22:42
Home / Internasional / Global / Paus Berkotbah Terakhir di Depan 150 Ribu Umat

Rabu, 27 Februari 2013 , 20:42:00

TEMUI UMAT: Paus Benediktus menemui ratusan ribu umat yang memadati lapangan Gereja St Peter Vatikan saat kotbah terakhirnya Rabu (27/2). FOTO: net
TEMUI UMAT: Paus Benediktus menemui ratusan ribu umat yang memadati lapangan Gereja St Peter Vatikan saat kotbah terakhirnya Rabu (27/2). FOTO: net
VATIKAN - Pemimpin umat Katolik Paus Benediktus XVI resmi mundur besok (28/2). Sebelum meninggalkan tahtanya, pria bernama asli Joseph Aloisius Ratzinger itu untuk kali terakhir memberikan kotbah di depan 150 ribu umat berkumpul di lapangan gereja St Peter Vatikan Rabu (27/2). Acara perpisahan tersebut berlangsung sangat emosional.

Dengan suara tenang Paus mengaku tidak mudah mengambil keputusan untuk mundur. Begitu banyak saat-saat suka cita selama dirinya terpilih menjadi Paus sejak 19 April 2005 lalu. Namun dia juga mengaku kerap menemui masa-masa sulit.

Benediktus pun memberikan perumpamaan selama dirinya menjadi Paus dengan peristiwa pelayaran Yesus bersama murid-muridnya di Danau Galilea. "Angin dan cahaya matahari benar-benar berlimpah saat memancing. Tapi ada juga saat-saat air berombak dan menyapu perahu. Seolah-olah Tuhan sedang tidur. Tapi saya selalu tahu bahwa Tuhan berada di perahu itu," katanya lantas disambut gemuruh para umat yang mengelu-elukannya.

Ya, pernyataan tersebut untuk memberikan gambaran bahwa dirinya pernah mengalami masa sulit saat menjadi pemimpin tertinggi umat Katolik di dunia. Namun dia percata Tuhan masih terus mendampinginya.

Pria berkebangsaan Jerman itu menerangkan, keputusannya untuk mundur tidak ditempuh dengan mudah. Apalagi paus yang mundur secara sukarela terjadi sekitar 600 tahun silam. Itu menjadi beban tersendiri bagi dirinya.

Meski begitu dirinya tetap mengambil keputusan untuk mundur. "Kekuatan saya sudah berkurang, dan saya bertanya kepada Tuhan dalam doa. Saya meminta Tuhan menerangi saya dalam mengambil keputusan yang tepat. Bukan untuk kebaikan saya tapi untuk kebaikan gereja," tutur Paus berumur 85 tahun itu.

"Untuk mencintai gereja, saya harus memiliki keberanian untuk mengambil keputusan yang sulit." imbuhnya lantas disambut tepuk tangan. Dengan segala pertimbangan dan doa itu, dirinya pun memutuskan untuk mundur.

Selain itu, Paus mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh umat yang terus mendukungnya dan para kardinal yang selalu membantunya. "Saya tidak pernah merasa kesepian saat membawa beban dan sukacita pelayanan Petrus. Banyak orang telah membantu saya. Para Kardinal dengan kebijaksanaan saran mereka sudah sangat banyak membantu saya dalam menjalankan tugas kepausan," kata Paus yang tampak sederhana mengenakan jubah putih. (mas/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar