Kamis, 23 Oktober 2014 | 15:00:18
Home / Politik / Pilkada / Dua Survei Gatot Unggul

Rabu, 06 Maret 2013 , 07:50:00

BERITA TERKAIT

MEDAN- Pasangan nomor urut 5, H Gatot Pujo Nugroho ST dan Ir HT Erry Nuradi M Si unggul di dua lembaga survey, yakni Lingkaran Survey Indonesia (LSI) dan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis)-Indomatrix.

Pengumuman hasil survey itu dilakukan secara terpisah, Puskaptis-Indomatrix mengumumkan pada, Jumat (1/3) di Jakarta sedangkan LSI mengumumkan hasil surveynya di Medan, Selasa (5/3) di Hotel Danau Toba International.

Dalam konfrensi pers, Manager Riset LSI Setia Darma menyatakan survei dimulai mulai tanggal 25 Februari hingga 3 Maret 2013. Dari hasil survey itu, pasangan no 5 yang akrab disapa GanTeng unggul dalam survei.

Pasangan ini mendapat sebanyak 32,2 persen, diikuti GusMan sebanyak 21,0 persen, Amri-RE sebesar 18,3 persen. ESJA sebanyak 14,6 persen, dan CHARLY sebesar 5,3 persen.

Dia menyebutkan, responden untuk yang masih merahasiakan atau belum memutuskan, atau tidak menjawab sebanyak 8,7 persen. "Dari data survei, pasangan nomor urut 5, GanTeng unggul dan mempunyai peluang untuk menang satu putaran pada 7 Maret 2013," sebutnya.

Survei ini menyatakan, pasangan no urut 5 paling banyak dipilih oleh masyarakat berusia sekitar 30-50 tahun ke atas. Sedangkan untuk usia pemula (19 tahun atau dibawahnya) dan usia hingga 29 tahun paling banyak memilih GusMan, dengan nilai presentase sebesar 31,8 persen dan 31,2 persen.

Sedangkan untuk Daerah Pemilihan (Dapil I), pasangan GanTeng dan GusMan bersaing ketat. Dimana, no urut I menang di Dapil 1 dan 3 dengan presentase 36,9 persen dan 40,7 persen. Sementara GusMan menang di Dapil 2 dengan presentase sebesar 26,2 persen.

Setia menjelaskan pengumpulan dan pengolahan data ini berlangsung mulai 25 Februari hingga 3 Maret 2013. Dimana, metode sampling yang digunakan adalah multistrage random sampling. Dengan jumlah responden awal sebanyak 440 responden. "Wawancara dilakukan dengan tatap muka responden menggunakan kuesioner," ungkapnya.

Dia menambahkan, pasangan Amri-RE terus mengalami peningkatan dalam kesukaan calon. Padahal, pada masa awal, pasangan ini masih mendapat angka kecil.

Dari data ini diketahui, dinamika tingkat pengenalan calon yang di survei, pada masa 4-10 Februari, Amri Tambunan hanya 62,7 persen. RE Nainggolan sekitar 45,0 persen. Sedangkan pada masa 25 Februari hingga 3 Maret, ada kenaikan untuk Amri menjadi 68,0 persen dan RE menjadi 55,2 persen.

Sedangkan untuk tingkat kesukaan cagub dan wacagub, pasangan nomor 4 ini sebelum kampanye suaranya sekitar 62,0 persen dan 69,4 persen. Tapi saat masa kampanye menjadi 63,2 persen dan 70,4 persen.

Begitu juga untuk dinamika dukungan calon, pasangan ini sebelumnya mendapat 12,3 persen, dan memasuki masa kampanye menjadi 18,3 persen. "Dengan angka tersebut, pasangan Amri-RE dengan dinamika terbesar bisa menjadi kuda hitam," lanjutnya.

Sementara itu, berdasarkan survei Puskaptis-Indomatrix, pasangan Nomor Urut 5, Gatot Pujo Nugroho- Tengku Erry Nuradi memperoleh elektabilitas tertinggi yakni
33,49 persen. Sedangkan responden yang belum menentukan pilihannya mencapai 12,98 persen. Demikian hasil survei ketiga yang dilakukan oleh lembaga survei Puskaptis dan Indomatrik.

"Para responden menganggap Pak Gatot-Tengku memiliki kinerja bagus dan mampu menciptakan lapangan kerja.," sebut Direktur Puskaptis Husin Yazid dalam jumpa pers di Jakarta.

Husin menjelaskan, setelah Gatot yang meraih nilai tertinggi, urutan selanjutnya direbut oleh pasangan Gus Irawan Pasaribu- Soekirman (26,48 persen),  Amri-Rustam Effendi Nainggolah (11,85 persen), Chairuman Harahap-Fadly Nurzal (7,80 persen), dan Effendi MS Simbolon-Djumiran  (7,40 persen).  Husin menambahkan, persaingan di Pilkada Sumut bakal berlangsung seru.

"Gus Irawan unggul di enam wilayah yakni Asahan, Karo, Labuhan Batu Selatan, Langkat, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Sedangkan Amri unggul di Nias Utara. Selebihnya 26 kabupaten/kota dikuasai oleh Gatot," papar Husin panjang lebar.

Berbeda dangan Pilkada di Jawa Barat yang pemilih cenderung homogen, maka pemilih di Sumut cenderung heterogen yang beragam etnik, budaya dan agama.

Direktur Puskaptis mengingatkan, inilah uniknya Pilkada Sumut yang pemilih tidak begitu mempersoalkan masalah perbedaan agama atau etnik.  Disebutkannya, jika pemilih yang belum menentukan pilihan memberikan suara pada 7 Maret mendatang, maka bisa saja Pilkada Sumut berpotensi 1 putaran dengan perolehan suara 30 persen plus 1.

"Penampilan figur lebih menentukan calon yang akan dipilih oleh pemilih. Selanjutnya aktifnya mesin partai politik bekerja," ingatnya.

Survei  yang dilakukan sejak 24-28 Februari lalu diadakan di 33 kabupaten/kota dengan 1.250 responden, margin error 2,8 persen dengan teknik multistage random sampling. Survei juga dilakukan dengan system tatap muka. (ram/ril)

Hasil Survei LSI

Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi          32,2 persen
Gus Irawan Pasaribu-Soekirman                     21,0 persen
Amri Tambunan-RE Nainggolan                        18,3 persen
Effendi Simbolon-Djumiran Abdi                       14,6 persen
Chairuman Harahap-Fadly Nurzal                      5,3 persen

Responden yang belum menentukan pilihannya 8,7 persen
*Survei periode 25 Februari-3 Maret  2013



Hasil Survei Puskaptis-Indomatrik

Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi            33,49 persen
Gus Irawan Pasaribu-Soekirman                       26,48 persen
Amri Tambunan-RE Nainggolan                           11,85 persen
Chairuman Harahap-Fadly Nurzal                         7,80 persen
Effendi Simbolon-Djumiran Abdi                            7,40 persen

Responden yang belum menentukan pilihannya 12,98 persen
*Survei periode 24-28 Februari 2013


Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar