Minggu, 01 Februari 2015 | 14:10:27

Selasa, 12 Maret 2013 , 17:41:00

JAKARTA - Mestinya 8 Maret lalu menjadi batas akhir bagi seluruh honorer K1 yang tak terima karena dinyatakan tidak memenuhi kriteria (TMK)  untuk mengajukan bukti-bukti otentik bahwa mereka layak diangkat CPNS. Namun ternyata, masih banyak yang belum menyodorkan dokumen kelengkapan persyaratan sebagai honorer K1 legal dan memenuhi persyaratan.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Sutrisno, mayoritas honorer K1 yang tak puas karena dicoret masih belum memasukkan bukti-bukti. "Sesuai data kita per 11 Maret, di atas 60 persen honorer K1 yang TMK belum mengajukan bukti-bukti kalau mereka memang legal," kata  Eko  kepada JPNN, Selasa (12/3).

Eko menambahkan, BKN sebenarnya sudah melakukan koordinasi dengan semua Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Mengacu  Peraturan MenPAN-RB, BKN meminta masukan dari masyarakat terutama dari honorer K1, supaya disampaikan paling lambat 8 Maret melalui BKD.

"Ini masih banyak surat masuk minta waktu perpanjangan. Mereka beralasan tenggat waktu yang diberikan pemerintah terlalu mepet," ujar Eko Sutrisno.

Kendati begitu, menurut dia, proses jalan terus. BKN juga masih terus meneliti berkas masuk untuk penetapan NIP bagi yang telah menerima formasi dari MenPAN-RB.

Sementara itu mengenai daerah-daerah yang menjalani audit tujuan tertentu (ATT) seperti Kota Medan dan Provinsi Gorontalo, belum selesai pemeriksaannya oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). KemenPAN-RB dan BKN, sampai saat ini belum menerima laporan BPKP tentang hasil ATT tersebut.

"Kalau sudah ada pasti sudah kita bahas di rapat pimpinan dengan MenPAN-RB. Karena setelah pembahasan di tingkat rapim baru ditetapkan formasinya. Intinya sepanjang belum ditetapkan formasinya berarti masih dalam proses ATT," pungkasnya. (Esy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 26.09.2013,
          10:38
          nanang
          mestinya sekali aja pemeriksaan yg penting berkualitas pemeriksaan berulang sampai sekian kali kan biaya negara att lah validasi lah Qa la apalAH
        2. 06.07.2013,
          21:52
          forum solidaritas honorer bombana (gerhana)
          YtH.Bapak MENPAN&RB RI.berdasarkan hasil pertemuan Pemda BOmbana vs MENPAN&RB pada tgl.27/4/13 lalu.dengan agenda memasukan usulan tambahan K1(308 org) yg diterima langsung bpk SESMENPAN&RB(Tasdik KInanto) bahwasannya kami akan di upayakan,melalui verifikasi dan validasi ulang dan REalisasinya pd bln mei kemaren,namun hingga saat ini blm ada kejelasn bahwa kami akan diakomodir atau tidak,jd tlg di berikan kejelasan dan kepastian pak !,sebagaimana syarat dan ketentuan telah kami penuhi.setelah kami dinyatakan tidak memenuhi kriteria. From mobile
        3. 13.06.2013,
          21:34
          aku K 1
          berapa tahun hidup dengan gaji segitu.dengan membiayai anak kuliah dengan membiayai kehidupan keluarga semua itu kami sabarkan tapi apa balasanya
        4. 24.05.2013,
          09:08
          suprihatin
          pak MENPAN yg budiman P4TK BHS yg di ajukan ada 12 tolong di turunkan NIP nya, malah saya denger di ktr kami yg di ajukan 6 orang mendingan tidak
        5. 15.05.2013,
          19:00
          Eyang Subur
          Instansi kami kena ATT oleh MENPAN, padahal kami sudah dinyatakan lulus verifikasi. yang menjadi masalah Instansi Kami pernah kebakaran.
        6. 08.05.2013,
          15:09
          LEH
          Pak menpan kita dah lolos pemberkasan KI (berkas 2005-2010 tanpa putus)yg dilakukan BKN
        7. 26.04.2013,
          14:04
          VERONICA
          Sekarang sudah memasuki bulan April... kapan SK kami akan kami terima... sudah terlalu lama kami menunggu apa seumur hidup kami harus menunggu terus... kami mohon informasi yg akurat dan kepastian... terima kasih
        8. 26.04.2013,
          12:16
          AREMA
          k1 kemenag pmberkasan setelah honorer kua se kab malang jatim udah dapat NIP broooo,, jadi mohon sabar yaaaaaa
        9. 17.04.2013,
          20:16
          YAYA BUNYAMIN
          saya sudah menjadi sukwan di mi 29 tahun lebih ,karena tidak ada imfo untuk pemberkasan CPNS (K1 /K2 ) akhirnya selalu tertinggal dan tidak tahu
        10. 15.04.2013,
          10:30
          edi
          MOHON DIPERHATIKAN DAN DISELIDIKI BKD PROVINSI SUMATERA UTARA, SAMPAI HARI INI SUDAH MEMINTA KE HONORER K1 YANG BELUM KELUAR SK SEBESAR 8 JUTA