Jumat, 19 September 2014 | 10:49:15
Home / Pendidikan / PTN Ramai-Ramai Patok Biaya Kuliah Mahal

Minggu, 17 Maret 2013 , 06:26:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Jangan kaget jika melihat daftar biaya kuliah untuk mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014 semakin mencekik.

Pasalnya pengelola perguruan tinggi negeri (PTN) sudah memasang ancang-ancang mematok biaya kuliah dengan grade atau tingkatan termahal. Upaya ini bagi mereka ambil sebagai solusi atas penerapan kebijakan uang kuliah tunggal (UKT).

Di antara PTN yang sudah berancang-ancang mematok biaya kuliah dengan tarif tertinggi adalah Institut Pertanian Bogor (IPB). Rektor IPB Herry Suhardiyanto mengatakan, pihaknya hampir bisa dipastikan menentukan biaya kuliah tertinggi jika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan UKT.

’’Saat ini pembahasan UKT di Kemendikbud masih alot dan belum tuntas,’’ kata dia.

Menurut Herry penetapan biaya kuliah paling mahal ini wajar dilakukan karena pihak PTN tidak diberikan pilihan lagi. Dengan sistem UKT, Kemendikbud menuntut setiap PTN melansir satu tarif harga studi ke masyarakat.

Padahal yang terjadi selama ini, pengelola kampus pecahan dari Universitas Indonesia (UI) itu menetapkan beberapa tingkatan besaran uang kuliah. Tingkatan biaya kuliah itu ditetapkan berdasarkan penghasilan kotor orang tua mahasiswa.

Untuk mahasiswa yang orangtuanya berpenghasilan kurang dari Rp 2 juta per bulan, biaya pendidikannya tidak sampai Rp 10 juta. Sedangkan untuk mahasiswa dengan penghasilan orang tuanya lebih besar, biaya kuliah bisa di atas Rp 20 juta. Biaya itu di luar tarif SPP yang dipungut setiap semester.

’’Konsep UKT nanti kan sudah tidak ada biaya-biaya lagi, jadi kami akan pilih biaya yang paling mahal,’’ katanya. Namun Herry masih melobi Kemendikbud supaya UKT nanti juga berjalan dengan skema tingkatan-tingkatan. Jadi UKT untuk masyarakat berpenghasilan rendah harus berbeda dengan masyarakat berpenghasilan tinggi. Dia meyakini jika konsep adil itu bukan berarti harus sama.

Kampus negeri lain yang juga sudah menetapkan perkiraan UKT adalah Institut Teknologi Bandung (ITB). Kampus yang mencetak banyak insinyur itu menetapkan biaya kuliah nanti rata-rata Rp 10 juta per semester. Dengan demikian, ongkos studi di ITB untuk delapan semester bisa mencapai Rp 80 juta. Nominal ini juga merupakan perhitungan tertinggi dari kampus tersebut.

Dari pihak Kemendikbud sendiri tidak mengelak jika nanti biaya kuliah di kampus negeri bakal tinggi-tinggi. ’’Sebab yang ditetapkan di UKT itu memang semacam harga eceran tertinggi,’’ ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Djoko Santoso.

Meskipun belum ada kejelasan, Djoko mengatakan mahasiswa di PTN nantinya juga boleh membayar di bawah harga yang ditetapkan dalam UKT tersebut.

Mendikbud Mohammad Nuh membantah ada gejolak di Internal Kemendikbud soal penetapan UKT itu. Dia mengatakan dengan ada UKT itu, calon mahasiswa bisa memilih kampus tertentu sesuai dengan biaya yang mereka miliki.

’’Tidak seperti sekarang, informasi saat mendaftar biayanya rendah. Tetapi setelah diterima, ternyata biayanya puluhan juta,’’ kata menteri asal Surabaya itu.

Nuh mengatakan jika tahap penetapan UKT sudah hampir tuntas. Menurutnya saat ini pembahasan sudah memasuki fase finalisasi bersama para pembantu rektor  yang membidangi urusan penetapan biaya kuliah.

Untuk menghindari gejolak di masyarakat, Kemendikbud sampai saat ini belum bersedia melansir usulan UKT dari seluruh PTN di Indonesia. Jika ada mahasiswa dari keluarga miskin, Kemendikbud menganjurkan untuk melamar program beasiswa pendidikan mahasiswa miskin (Bidik Misi). (wan)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        01:51
        awesome seo
        uYvuRs Really enjoyed this post.Really looking forward to read more. Will read on... From mobile
      2. 12.06.2014,
        13:06
        EFFENDI PTK
        Para Rektor dan Dosen jika anda merasa PNS yang dapat penghasilan besar mengundurkan diri saja dari PNS PTN dan berkaryalah di bidang swasta.
      3. 07.04.2014,
        01:50
        check this out now
        mcCwkb I think this is a real great article post.Really thank you! Cool. From mobile
      4. 15.03.2014,
        14:54
        Sufla Khamid
        saya mau masuk IPB pengahasilan orang tua saya dibawah 3jt kira kira berapa biaya kuliah saya nanti?
      5. 29.11.2013,
        08:40
        NN
        Pendidikan zaman sekarang mahal hanya bisa untuk kaum elite doank, pantas saja negara ini semakin terpuruk dan terkorup orang pendidikan aja udah gak bener tuh
        From mobile
      6. 23.07.2013,
        15:01
        madrawi
        bagaimana mau maju wong mau masuk sekolah aja biayanya kelewat mahal padahal sekolah itu bukan milik orang kaya kalo begini caranya pendidikan itu milik orang kaya doang bukan orang pinter...tolong pa mentri kalo biokin keputusan yang bijaksana dong kan negara kita kaya dari subsidi bbm aja bisa nyumbang banyak rakyat ko ke mahasiswa ngga bisa banyak..
      7. 11.07.2013,
        12:05
        tolakUKT
        Orang - orang berkuasa dengan seenaknya menaikkan biaya kuliah, mereka pikir semua orang miskin sudah diakomodasi dengan adanya bidikmisi. GILE
      8. 28.06.2013,
        13:54
        Dania
        Berharap dg ditrimahnya Snmptn,,bisa kulia dg tenang tnpa pusing,mmikirkn biaya kulia yg mahal di bnding swasta..tp untung tk dpt diraih...malah biayanya lebih mahal..UKT yg ktanya bs mmbantu rkyat brpenghasilan rendah,,justru bisa memupuskn impian rakyat kecil itu sndiri...untuk jurusan Fkip unsri dikab indralaya,sumsel..sdh dittpkn 2.500.000/smster.
        dmn pnghasilan orang tua rata2 tidak lebih dr 1.000.000/bln blm utk biaya kos,transfort,makan dll..
        tlong parah pejabat yg terhormat,agar UKT benar2 disesuaikn dg pnghasilan orng tua..agar simiskin pun dapat mencapai cita2..Yg kelak ba mmbntu prekonomian keluarganya. From mobile
      9. 11.06.2013,
        07:45
        Aisyah
        pendidikan yg harus.y mencerdaskan rakyat malah kenyataannya menyusahkan rakyat !
      10. 30.04.2013,
        12:23
        priyo
        Wolo-wolo kuwato, mugo-2 Gusti paring rezeqi ! amin