Senin, 22 September 2014 | 23:15:36
Home / Nasional / Humaniora / Gaji PNS Golongan IIIa Minimal Rp 5 Juta

Selasa, 19 Maret 2013 , 15:52:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA -- Sebanyak 56 kementerian/lembaga (K/L) telah menerima tunjangan kinerja atau remunerasi. Pemberian remunerasi tersebut sebagai reward dari pelaksanaan reformasi birokrasi oleh ke-56 instansi tersebut.

“Sampai saat ini sudah 56 instansi yang mendapatkan tunjangan kinerja. Namun besarannya masih sekitar 40 – 50 persen dari pagu yang ditetapkan,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar dalam keterangan persnya, Selasa (19/3).

Pemberian tunjangan kinerja merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan PNS. Di samping kenaikan gaji yang menyesuaikan inflasi, juga melalui perbaikan struktur penggajian.

Seorang pegawai golongan IIIA berada di grade (peringkat) delapan, mendapat tunjangan sekitar Rp 2,5 juta, ditambah gaji pokok dan tunjangan lain, penghasilannya tidak kurang dari Rp 5 juta. “Saat ini pegawai yang grade di bawah delapan sangat sedikit, karena PNS umumnya lulusan sarjana S1,” ujarnya.

Sedangkan grade tertinggi, yakni pejabat eselon I mendapat tunjangan Rp 19 juta lebih. Ditambah dengan tunjangan lain, penghasilannya tidak kurang dari Rp 30 juta sebulan.

Diakuinya pemberian tunjangan tahap pertama itu belum mencerminkan kinerja PNS, tetapi lebih diarahkan agar PNS membawa pulang penghasilan yang sah. Pasalnya, selama ini PNS yang gajinya kecil tetapi kenyataannya mendapatkan penghasilan tambahan dari berbagai honor. “Dengan tunjangan kinerja sebesar itu, kini berbagai honor yang tidak jelas dihilangkan,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, setiap K/L juga harus melakukan efisiensi anggaran. Kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting dan kurang relevan dengan instansi dipangkas, seminar-seminar atau konsinyasi, serta perjalanan dinas dikurangi. Dari efisiensi itu digunakan untuk membayar tunjangan kinerja pegawai, sehingga tidak menimbulkan pembengkakan APBN. (esy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 18.09.2014,
        09:57
        saiful rizal
        mohon maaf sebelumnya bpk. PNS golongan I/a dan II/a kurang diperhatikan hanya diatasnya saja masak yang paling kerjaanya dan sussahnya golongan paling bawah pak mohon kiranya dipikirkan pak... maksh..
        From mobile
      2. 06.09.2014,
        10:22
        lis
        pilihan dalam bekerja itukan cuma dua... ATUR ORANG LAIN ATAU IKUTI PERATURAN ORANG LAIN.

        selesai...
      3. 20.08.2014,
        10:14
        aris
        Jika Anda Menulis diharapakan sesuai dg peraturanperaturan pemerintahyg telah ditetapkan...karena banyak yg tdk sesuai..thx.. From mobile
      4. 13.06.2014,
        19:59
        Guguden
        Kapan ya ada presiden RI seperti Gusdur ngk ada remon ngk ada stratf ngk ada puasat ngk ada daerh gaji PNS naik banyak From mobile
      5. 12.06.2014,
        13:48
        wahyu
        ya beginilah kalau ada otonomi daerah, ada pegawai pusat ada pegawai daerah , masing2
      6. 05.06.2014,
        16:25
        PNS LOGIS
        Alaaaah sesama PNS aja saling ngiri, yang namanya PNS ya sama aja...sama sama kerja untuk NEGARA dan digajih oleh NEGARA...
      7. 15.05.2014,
        20:04
        hendriana emsanz
        klo pns brarti smua di plosok Negeri,knapa yg pusat doang,jangan di beri judul pns dong tapi pegawai pusat gituuuu.
      8. 06.05.2014,
        22:46
        HAMBAH ALLAH
        ALHAMDULILLAH MAU KECIL MAU BESAR SAMA SAJA YANG PENTING HALAL. INGIN KAYA???NYAMBI DAGANG/USAHA LAIN. YANG PENTING BERKAH (BERSYUKUR.COM)
      9. 06.05.2014,
        14:26
        PNS Pusat
        Hahaha...... kasian kalian para PNS Daerah.. hanya pd bengong liat kita2 PNS Pusat yg tunjanganya jauh diatas kalian.. uang makan, remon, blm lg honor lain2.. sampai saya sendiri bingung mau beli apa lagi, mobil, rumah, sepeda motor sampe 5 buah.. hidup enak.. senang2.. foya2 sm temen2.. smua udah... aah.. hidup ini rasanya indaaaah bangeeeeed :D From mobile
      10. 11.04.2014,
        20:51
        sangomang tatas
        kami yang berada didesa tidak lagi punya harapan dan berharap untuk menjadi guru bersetifikasi untuk mendapatkan tunjangan dua kali lipat gaji pokok karena umur kami dibawah 50 tahun,masa kerja dibawah 20 tahun,golongan 3 dan tidak s1,jangankan biaya untuk kuliah,untuk makan sehari hari aja tidak cukup karena gaji cuma tinggal separoh,separonya sudah tergadai dibank untuk keperluan biaya anak anak sekolah ,................dll. untuk menambah penghasilan terpaksalah kami harus berkerja keras menacari pekerjaan......sampai kapankah nasib kami bisa berubah...?????????
        From mobile