Kamis, 17 April 2014 | 14:27:11
Home / Nasional / Hukum / Tilang Tak Lagi Sembarangan

Kamis, 21 Maret 2013 , 06:36:00

RELATED NEWS

JAKARTA---Perintah Kapolri pada Korps Lalu Lintas Polri agar tidak sembarangan menilang warga mendapat reaksi positif. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai instruksi Kapolri itu menjawab kegelisahan warga di jalanan.

"Himbauan Kapolri itu wajib dilaksanakan anggota di lapangan. Masyarakat di jalan tentu ingin nyaman walau tetap harus patuh lalu lintas," ujar anggota Kompolnas Edi Saputra Hasibuan di Jakarta, Rabu (20/03). Pemberian surat tilang atau bukti pelanggaran menurut Edi adalah solusi terakhir.

"Bisa dimulai dengan teguran. Jika pelanggarannya tidak berat tentu tidak harus keluar tilang," kata mantan wartawan yang 18 tahun meliput di lingkungan kepolisian ini.

Menurut Edi, mudahnya keluar surat tilang justru bisa memicu tindakan pungutan liar. Misalnya, tindakan damai di lapangan dengan memberi uang pada petugas. "Ini yang harus dihindari. Tidak boleh lagi ada pungli liar di jalanan," katanya.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo dalam amanatnya di Rakornis Korps Lalu Lintas Mabes Polri Selasa (19/03) lalu Kapolri meminta petugas polisi lalu lintas tak sembarangan mengeluarkan surat tilang.  "Apalagi kalau di Jakarta, ditilang  malah macet. Artinya, lebih pada implementasi oleh satuan-satuan pelaksana di lapangan. Polisi tidak boleh lagi melakukan pelanggaran hukum, dalam arti masalah pungli dan sebagainya," kata Timur.

Namun begitu, Timur menambahkan bahwa bukan berarti tilang dihapuskan. Tilang menurutnya hanya akan dikhususkan pada peristiwa kecelakaan. Kakorlantas Irjen Pudji Hartanto yang dikonfirmasi secara terpisah, mengatakan jajarannya siap melaksanakan perintah Kapolri itu.

"Kita tetap lakukan tilang, tapi tidak hanya sekadar tilang. Harus kita lihat pelanggarannya apa. Kalau pelanggarannya ringan, ya, kita cukup teguran. Kalau pelanggaran berat, kan bisa teguran tertulis, tidak harus dengan tilang. Itu yang kita evaluasi,"katanya.(rdl)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 21.03.2013,
        22:11
        W40NE
        Setuju Aja, cuman aturan harus jelas!! Mana pelanggaran berat Dan mana pelanggaran ringan, jadi Kita bisa menyangkal oknum polisi dilapangan From mobile
      2. 21.03.2013,
        12:27
        novie_manado
        setuju dgn kebijakan baru.
        karena ada jg pelanggaran yg bisa d tegur. kecuali surat2 kendaraan dan pelanggaran serius.
        kalau cma lupa mnyalakan lampu kan bisa d tegur. Jangan karena lampu masyakat kecil jd korban(mayoritas pengguna motor adlah masyarakat kecil). Pak polisi jangan lg mempersusah msyarakat susah. From mobile
      3. 21.03.2013,
        12:25
        ponk
        penghasilan polisi jadi berkurang dong....(tilang berarti duit masuk saku)
      4. 21.03.2013,
        11:55
        budi sulis
        S'moga perintah Bapak Kapolri tsb dipatuhi oleh seluruh jajaran Kepolisian sampai di tingkat Polsek di daerah Langkat dan sekitarnya.
      5. 21.03.2013,
        11:42
        nadika primula
        Alhamdulillah akhirnya ada solusi...

        Mudah2an anggota dilapangan segera mematuhi himbauan kapolri..

        Jangan asal tilang, saya salah satu korbannya.. :( karena hanya lupa menyalahkan lampu.. Kena 50 ribu di pengadilan..

        Harus'a cukup diingatkan.. From mobile
      6. 21.03.2013,
        10:33
        Bocah Nakal
        Mohon kepada bapak Kapolri untuk mengeluarkan UU nya agar kami bisa menjadikan landasan untuk berbicara kepada oknum-oknum t pak.
      7. 21.03.2013,
        09:49
        Arif
        Semoga bisa terlanksana dengan baik, soalx skrg ini polantas semena-mena dlam menilang, bhkan ad yg menjebak..!
      8. 21.03.2013,
        07:35
        gogik fernidianto
        mantab!!
        di jajaran atas OK ,di lapangan KO ..masih banyak dan sangat sangat banyak praktek pungli oleh oknum di lapangan.terutama di daerah sby