Selasa, 02 September 2014 | 18:45:13
Home / Pendidikan / Pendidikan / April, Rp 4 Triliun Dana BSM Dicairkan

Senin, 25 Maret 2013 , 04:02:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan jumlah siswa penerima bantuan siswa miskin tahun 2013 mencapai 6 juta siswa dengan total anggaran sekitar Rp 4 triliun. Dana ini menurutnya akan dicairkan bulan April mendatang.

Untuk memastikan kesiapan penyaluran dana BSM ini di daerah, maka Mendikbud langsung mengundang seluruh dinas pendidikan kabupaten/kota se Indonesia di Jakarta.

"Karena kita tidak ingin ada adik-adik kita yang SD drop out, atau lulus tidak melanjutkan ke SMP, MTS dan seterusnya. Makanya selama dua tiga hari ini kita kumpul bareng-bareng tentang kesiapan teknis. Kita ingin tahu operasionalnya seperti apa di daerah," kata Mohammad Nuh di saat membuka sosialisasi BSM di Hotel Jayakarta, Jakarta, Minggu (24/3) malam.

Menteri asal Jawa Timur ini menyebutkan, kebutuhan biaya paling besar bagi peserta didik diperlukan saat mereka baru masuk sekolah/ awla semester, yakni bulan Juni hingga Juli. Karena itu dia menginginkan penyaluran bantuan bagi siswa kurang mampu ini berjalan tepat waktu.

Sebab, kebutuhan siswa pada Januari sampai Mei menurutnya kecil. Kebutuhannya baru menumpuk pada akhir Juni hingga Juli. Artinya BSM itu harus sudah cair dan disalurkan sebelum Juli. Karena kalau cairnya Agustus - September sudah terlambat.

"Karena butuhnya Juni Juli. Oleh karena itu mudah-mudahan BSM ini bulan April besok sudah bisa dicairkan pusat, paling tidak bisa bantu kebutuhan awal semeseter siswa tidak mampu," ulasnya.

Diketahui, total dana BSM yang akan disalurkan pusat ke kabu[aten/kota tahun 2013 ini mencapai Rp4 triliun untuk sekitar 6 juta siswa miskin. Untuk jenjang SD, siswa penerima bantuan akan mendapat bantuan Rp500 ribu per tahun, naik dari sebelumnya Rp350 ribu. Kemudian jenjang SMP naik jadi Rp780 ribu dan SMA Rp1 juta.

Nuh menjanjikan pihaknya akan mengupayakan peningkatan alokasi BSM pada APBN perubahan 2013. Jika saat ini alokasi BSM baru Rp4 triliun untuk sekitar 6 juta anak miskin, maka ke depan akan ditingkatkan menjadi Rp8 triliun untuk 8 juta anak tidak mampu. Dengan demikian unit cost-nya juga akan meningkat.

Terkait dana BSM ini juga, mantan Rektor ITS itu menjelaskan ada yang baru dalam pelaksanaan program BSM ke depan. Kalau saat ini penerima BSM di tingkat SD belum pasti menerima bantuan serupa di tingkat SMP maupun SMA, maka ke depan program ini terintegrasi.

"Tahun ini yang membedakan, kita ingin diintegrasikan antar jenjang. Yang di SD dapat BSM, anak-anak yang lulus SD ini di SMP dapat lagi. Kemudian yang menerima BSM di SMP begitu masuk SMA juga dapat lagi. Jadi program ini dikaitkan dengan program pengentasan kemiskinan yang di bawah pengawasan Wapres," tandasnya.(fat)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 21.04.2013,
        18:19
        MMUHAMMAD DJEN SEHE
        BSM Kota Tikep.khususnya dipulau halmahera lebih jelas lagi kecamatan oba utara sudah 2 thn tdk menerima karena
        harus bawa siswa utk menerima
      2. 18.04.2013,
        17:50
        Devi Ferasinta
        Pak mohon program BSM ini jangan sampai terhenti, karena program ini sangat membantu bagi siswa yang kurang mampu. JAYA SELALU INDONESIAKU
      3. 25.03.2013,
        12:35
        pendidik
        Pak menteri yang terhormat, saya mau tanya:

        1. Mengapa diklat sertifikasi diuji oleh dosen? Dosen itu bukan pendidik. Mereka itu pengajar.
        2. Mengapa ujian sertifikasi itu kesannya ajang penyiksaan guru. Ada guru yg meninggal. Coba bayangkan para guru ditekan, dipres, disiksa selama berhari-hari. Mereka kurang tidur, kurang istirahat selama mengikuti diklat.

        3. Guru profesional itu bukan ditunjukan dengan 24 jam mengajar, bukan karena lulus mengerjakan soal yg sifatnya kognitif. Guru profesional itu ditunjukan dengan perilaku yg bisa digugu ditiru murid2nya. Kalau lulus sertifikasi tapi tiap hari tingkahnya tidak bisa ditiru murid2nya?? Apa guna sertifikat sertifikasi??

        Kalau lulus sertifikasi tetapi waktu mengerjakan ujian tidak jujur? Bagaimana jadinya dengan moral anak didiknya???

        4. Mengapa lulus sertifikasi kesannya dipersulit??
        5. Mengapa setelah lulus sertifikasi uang tunjangan dipersulit dengan aturan2 yg kompleks?
        5. Mengapa ada aturan didaerah yg kesannya mempersulit guru??

        Jangan-jangan aturan daerah seperti itu tujuannya uang untuk guru biar menumpuk di bank. Kalau dah menumpuk di bank, tentu pihak daerah yg mengelola tentu memperoleh bunga dari Bank.

        Pak menteri pendidikan yg terhormat, saya mohon maaf bila ada kata yg kurang berkenan. Saya mohon, guru jangan disiksa, jangan dipersulit utk kelulusan sertifikasi. Beri kesejahteraan utk guru2. From mobile
      4. 25.03.2013,
        06:04
        salim
        Siiip!
        Menuju masa depan yang penuh harapan.