Kamis, 24 April 2014 | 23:52:40
Home / Berita Daerah / Aceh / Ribuan Massa Arak Bendera Bulan Bintang

Selasa, 02 April 2013 , 07:12:00

BERITA TERKAIT

BANDA ACEH - Seribuan simpatisan serta masyarakat pendukung Partai Aceh (PA) dan Komite Peralihan Aceh (KPA) dari beberapa Kabupaten/Kota di Aceh, Senin (1/4) siang, melakukan konvoi bendera dan lambang Aceh di Banda Aceh. Begitu juga di Aceh Timur, ratusan warga juga konvoi membawa bendera bulan bintang.

Berdasarkan pantauan wartawan Rakyat Aceh (Grup JPNN), massa tersebut berasal dari Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Besar. Selain itu, juga ada massa dari  wilayah pantai barat selatan Aceh seperti Nagan Raya dan Aceh Barat Daya (Abdya).

Amatan wartawan, massa dari beberapa kabupaten itu telah tiba di Banda Aceh sejak Minggu (31/3) malam. Mereka yang datang tersebut menggunakan truk, mobil pribadi, angkutan umum dan kenderaan roda dua.

Massa pendukung bendera Aceh yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) beberapa waktu yang lalu itu, sejak Senin pagi sekira pukul 09.00 Wib, terlihat telah berkumpul di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Kemudian sekira pukul 10.00 Wib, massa mengarak bendera dan lambang Aceh di seputaran kota Banda Aceh. Massa melewati sejumlah jalan protokol seperti jalan Daud Beureueh, Simpang Mesra dan Jalan Tgk Chik Di Tiro. Konvoi yang mendapat pengawalan dari pihak Kepolisian ini berakhir di Mesjid Raya Baiturrahman.

Ratusan mobil dan kenderaan bermotor yang digunakan oleh massa untuk melakukan konvoi terlihat dihiasi dengan bendera dan lambang Aceh yang mirip bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Selain mengibarkan bendera Aceh yang baru disahkan tersebut, massa yang melakukan konvoi juga meneriaki Allahu Akbar dan Hidup Aceh di sepanjang jalan yang dilalui. Konvoi yang berlangsung selama satu jam tersebut, selain didominasi oleh kaum pria juga melibatkan sejumlah wanita dan anak-anak dibawah umur.

Koordinator aksi wilayah Aceh Timur, Marzuki, kepada sejumlah wartawan mengatakan, konvoi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan mereka terhadap pengesahan Qanun nomor 3 tahun 2013 tentang bendera dan lambang Aceh oleh DPRA beberapa waktu yang lalu.

"Inilah bentuk dukungan kami. Meski pemerintah pusat masih melihat bulan dan bintang sebagai lambang separatis, tetapi inilah bentuk penyerahan kami terhadap NKRI, bersama-sama dengan pemerintah menjaga perdamaian," katanya marzuki.

Sementara di Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, puluhan masyarakat pendukung bendera Aceh menggelar konvoi keliling, mulai dari Perbatasan Aceh Timur (Panton labu), Aceh Utara sampai ke Idi Pusat Ibu Kota Kabupaten Aceh Timur, Minggu (31/3), konvoi dilakukan dengan menggunakan belasan kendaraan roda dua dan roda empat.

Fadhil muhammad anggota DPRK Dapil  (Daerah Pemilihan) I Simpang Ulim kepada Rakyat Aceh, Senin (1/4) membenarkan, bahwa ada puluhan warga Kecamatan Simpang Ulim yang mendukung Bendera Bulan Bintang disahkan DPRA Aceh, melakukan konvoi mengelilingi mulai dari perbatasan Panton Labu (Aceh Utara) sampai ke Idi Pusat Ibu Kota Kabupaten Aceh Timur.

“Konvoi tersebut yang dilakukan masyarakat tersebut sebagai bentuk antusiasnya terhadap telah disahkan nya Lambang dan bendera Bulan Bintang Aceh oleh pemerintah Aceh, DPRA serta seluruh fraksi yang ada di Dewan perwakilan Rakyat Aceh, “ujar Fadil.

Menurutnya, ini merupakan keinginan masyarakat yang ingin melepaskan hasratnya yang sudah lama menanti-nanti terhadap pengibaran bendera Aceh yang telah disahkan tersebut. “Apa yang dilakukan terhadap konvoi ini merupakan sebagai bentuk kebahagiaan masyarakat semata, bukan berarti berevoria atau berhura-hura,”sebut Fadil.

Sementara itu, Sofyan tokoh masyarakat Simpang ulim, menyebutkan saya merasa terharu dan bangga dengaan telah disahkan nya qanun bendera dan lambang Aceh tersebut yang telah sekian lama kita perjuangkan. Dirinya, juga turut memberi aspresiasi setinggi-tingginya kepada bapak-bapak dari DPRA yang telah berjuang semaksimal mungkin sehingga lahirnya qanun bendera tersebut.

“Jadi sudah sepatutnya, kami sebagai masyarakat turut mendukung apa yang telah disahkan dan diputuskan oleh Pemerintah Aceh, maka wajar saja masyarakat melakukan konvoi terhadap bendera bulan bintang, “demikian ucap Sofyan.(maz/ily)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 04.04.2013,
        11:01
        NKRI
        Negara ini bukan negara Demokrasi,tapi Negara berdasar PANCASILA. jadi tetap dalam kesatuan REPUBLIK INDONESIA. jadi tidak ada kata referendum
      2. 02.04.2013,
        20:57
        asep
        klau menurut gue sih terserah org aceh aja karena merekalah yg berhak menentukan. katanya ini negara demokrasi adakan aja referendum kalau rakyat
      3. 02.04.2013,
        16:29
        netral
        saya hanya berdoa semoga seluruh sodara
        di aceh sejahtera dan damai selalu.
        salam sodara dari provinsi timur.
        institusi pelindung rakyat baik POLRI-TNI tolong lindungi seluruh rakyat disana karena takut ada konflik salah paham. dikarenakan ada Pro dan Kontra.. salam damai ALLOHU AKBAR :) From mobile