Senin, 24 November 2014 | 16:18:05
Home / Nasional / Hukum / Presiden Sebut Oknum Kopassus Kesatria

Jumat, 05 April 2013 , 14:13:00

JAKARTA - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan ia telah mendapat laporan langsung bahwa tim investigasi TNI mengungkap pelaku penyerangan di Lapas KlasIIB Cebongan, Sleman. Meski menyayangkan aksi brutal para oknum Kopassus itu, Presiden juga mengapresiasi tindakan mereka yang mau mengaku perbuatan tersebut.

"Mereka melakukan tindakan itu juga tidak kita benarkan. Tapi saya juga mendapat laporan para prajurit yang melakukan tindakan itu tampil secara bertanggungjawab, kesatria, dan siap mendapatkan sanksi hukum apapun. Demikian juga para komandan akan ikut bertanggungjawab semuanya. Bagi saya itu melegakan, itu sifat kesatria," ujar SBY saat ditemui usai Sholat Jumat di kompleks Istana Negara, Jumat (5/4).

Presiden mengaku memahami bahwa 11 oknum anggota Kopassus itu melakukan demikian karena ada jiwa korsa yang mereka miliki ketika salah satu rekannya dibunuh oleh pihak luar. Namun, ia menegaskan, apapun alasannya, tindakan 11 oknum itu sangat tidak dibenarkan.

"Meskipun saya tahu mengapa ada tindakan itu. Itu lah awal dari jiwa korsa dan perlakuan yang luar biasa sadisnya itu yang membakar emosi mereka. Tetapi bagaimanapun ini tindakan main hakim sendiri itu. Itu tidak dibenarkan dalam negara hukum," tegas Presiden.

Presiden berharap penegakan hukum atas kasus ini dapat dijalankan sesuai prosedur. Pihak TNI, kata dia, juga harus memetik pelajaran dari adanya peristiwa ini.

"Saya mendukung langkah-langkah jajaran TNI, utamanya TNI AD dan kepolisian untuk menegakkan hukum dan keadilan sebenar-benarnya. Dan saya minta dukungan masyarakat luar, berikan kesempatan ruang kepada mereka untuk bekerja secara profesional," pungkas SBY.

Sebutan ksatria pada oknum Kopassus ini tentunya bertolak belakang dengan pandangan publik. Pasalnya, menurut Tim Investigasi TNI menyebut para pelaku bahkan sudah mengakui perbuatannya sehari setelah kejadian penembakan 4 tahanan 23 Maret lalu. Namun, fakta ini baru diungkap TNI pada 4 April kemarin. Sebelumnya, TNI termasuk jajaran Kopassus membantah terlibat aksi tersebut. (flo/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        01:55
        good backlinks
        ryfHIn I appreciate you sharing this article post.Really thank you! Want more. From mobile
      2. 10.04.2013,
        20:22
        delzpro
        kopassus adalah suatu kebanggan indonesia dan saya mendukung kopassus . yg di lakukan kopassus adalah benar . semua rakyat di dalam dan luar negr
      3. 06.04.2013,
        07:51
        Preman asshole
        Apa ni????preman kok dibela, ad dmna otakx.... Parah ini... Apa gak sekalian genk motor dibela juga..... Wrga NTT yg ngrasa gak aman di jogja skrg, jgn slahkan TNI.. Slahkan aj preman dri daerah klian ntu, mrantau numpang hidup didaerah org kok bkin onar... Komnas ham juga aning.. Buka mata anda, preman ntu sampah.. Ngapain dibela... From mobile
      4. 05.04.2013,
        23:26
        Tohir
        KOPASSUS Jaya.....dari dulu kopassus tanggungjawab, gak akan takut sama malyasia, kl diperintahkan tempur pasti menang,..kalau disuruh tembak koruptor pasti lebih ok,.KOMNAS HAM itu antek AS..ditingkat Internasional 5 besar,..hidup kopassus...kalau kudeta juga lebih ok From mobile
      5. 05.04.2013,
        23:24
        Efendi Simanjuntak
        Kejujuran mereka yang mengakui perbuatannya, itulah kesatria. hidup KOPASUS ! Lihatlah para pelaku koruptor, apakah pernah mengakui melakukan korupsi, harta hasil korupsi diakui pemberian rejeki dari yang mahakuasa.
      6. 05.04.2013,
        23:11
        Hancurkan HAM
        HAM U kemana?hidupkan lagi PETRUS,masyarakat gara' HAM jadi seenaknya aja dalam bertindak.sudah berapa banyak aparat TNI dan POLISI yg meninggal gara' massa. daripada pemerintah buat UU santet,mending buat UU anti HAM From mobile
      7. 05.04.2013,
        22:42
        Telmi lagi blusukan
        Tidak ada itu korsa-korsa, apa sby itu, korps ya korps, ingatkan dia fungsinya saat ini apa. bukan endingnya bila saat seperti ini seorang kepala negara/panglima tertinggi menggunakan PDH militer lengkap dengan baret merah yg sedang disorot, hal ini akan menimbulkan opini negatif. Masyarakat bukannya bangga, malah sebaliknya. Kunci hanya satu junjung tinggi SAPTA MARGA. From mobile
      8. 05.04.2013,
        22:24
        edy p
        Preman sama kopasus dn POLRI aja berani apalagi sama Rakyat biasa. Kami selalu berdo'a Semoga Keluarga Komnas Ham ada yg dibanta sama Preman..krn komnas Ham temannya preman juga. Untuk TNI/Polri maju terus habisi preman yg dibela komnas HAM. From mobile
      9. 05.04.2013,
        21:53
        kancil
        selama ini komnas Ham kemana byk warga sipil di bunuh preman apa tdk melanggar Ham jgn TNI aja yg dianggap langgar Ham buat TNI Merdeka atau mati
      10. 05.04.2013,
        21:04
        PINOKIO
        Berarti Pangdamnya bohong dong, katanya bukan kopasus pelakunya. Kalau begitu yang bohong ini harusnya mundur kalau memang Dia ksatria.