Sabtu, 30 Agustus 2014 | 01:22:29
Home / Nasional / Hukum / Kasus Cebongan Bukti Kebersamaan Kopassus

Sabtu, 06 April 2013 , 11:36:00

Mantan Danjen Kopassus, Letjen (Purn) Sutiyoso  mengaku sejak awal sudah menduga bahwa pelaku penembakan di Lapas Cebongan Jogja adalah oknum TNI. Foto: M Fathra/JPNN
Mantan Danjen Kopassus, Letjen (Purn) Sutiyoso mengaku sejak awal sudah menduga bahwa pelaku penembakan di Lapas Cebongan Jogja adalah oknum TNI. Foto: M Fathra/JPNN
BERITA TERKAIT

JAKARTA - Mantan Danjen Kopassus, Letjen (Purn) Sutiyoso menerangkan, ada aksi reaksi dalam kasus penembakan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

"Ini aksi-reaksi. Saya kira terbunuhnya Heru Santosa tentu tersebar. Bagaimana cara ia dibunuh dan dibunuh oleh kelompok mana," ujar Sutiyoso di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (6/4).

Pria yang akrab dipanggil Bang Yos tersebut mengatakan di satuan pasukan eilit itu memang ada kebersamaan jiwa korsa (komando satu rasa). Ada rasa senasib sepenanggungan. Hal itu menurut Sutiyoso memang sesuatu yang sengaja dikembangkan di kalangan Kopassus.

Tujuannya, katanya, untuk menjaga kesetiakawanan saat berada di medan pertempuran. Saat ada rekannya yang terluka kena tembak musuh misalnya, rekannya yang lain tidak meninggalkannya begitu saja.

"Kita kembangkan di tingkat anggota tujuannya supaya tidak mudah meninggalkan teman, misalnya pada saat terjadi luka tembak," kata Sutiyoso.

Dia menambahkan, kebersamaan tersebut terus dipupuk di internal Kopassus. Untuk menjadi anggota pasukan Baret Merah ini pun, seleksinya ketat karena merupakan kesatuan yang kecil. Begitu diterima, mereka ini digembleng dengan latihan khusus dan sangat berat.

Nah, makin kecil satuannya, sambung dia, maka rasa jiwa korsa dan kebersamaan tersebut makin tebal. "Setelah tahu Santosa dibunuh pasti muncul rasa untuk membalasnya," tuturnya.

Sutiyoso tak memungkiri tindakan yang dilakukan pasukan Kopassus itu tentu salah. Namun jika dilihat dari sisi lain, tindakan itu menunjukkan ada kebersamaan tinggi antara pasukan elit tersebut.

Kejadian penembakan empat tahanan di Lapas Cebongan memang mengusik masyarakat. Namun demikian dia meminta agar pegiat LSM jangan cepat mengatakan tindakan yang melibatkan militer itu merupakan pelanggaran HAM berat. "Pembunuhan yang dilakukan oleh orang sipil pun amat sadis dan melanggar HAM," tandasnya. (gil/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 09.04.2013,
        17:46
        andreas
        Benar komen pak Sutiyoso. Banyak masayratkat yg setuju2 aja , hanya orang 2 yg bergatya pahlawan yg bilang ham,
      2. 09.04.2013,
        08:54
        Maryanto
        SELAMAT KOPASUS MAJU TERUS PANTANG MUNDUR
      3. 08.04.2013,
        15:52
        hendri
        hidup kopasus...
        q selalu mendukungmu...berantas saja premanisme yang meresahkan masyarakat...jangan di kasih ampun dah =D
      4. 08.04.2013,
        11:57
        eyang
        betul itu apa yang disampaikan Bang Yos... Jangan cepat salahkan Kopassus yang serang pembanta temannya !!!
        JAYA KOPASSUS.
      5. 08.04.2013,
        06:35
        Yeremia Kei
        Preman lebih berbahaya drpda teroris sekalipun, mereka berani membunuh TNI, apalagi membunuh masyarakat yg tak berdaya. Terimakasih kopasus.
      6. 07.04.2013,
        06:55
        077
        Bersihkan indonesiaku dari preman, Hidup TNI Jayalah Indonesiaku HAM ndak punya mata
      7. 06.04.2013,
        17:36
        Santoso
        Preman ditangkap Polisi, terus oleh jaksa dan Hakim dibebasin karena tidak ada pasalnya, cape deeh, terus dibunuh Polisi, ya Polisinya dipenjara.
      8. 06.04.2013,
        15:45
        densus 87 anti bonenk
        HIDUP TNI,jgn pedulikan komnas ham..
        From mobile
      9. 06.04.2013,
        15:43
        Rudialamsyah
        itu susahnya Indonesia Orang baik disalahkan sementara org salah dilindungi....!!!
      10. 06.04.2013,
        15:39
        bonex
        zaluut buat anggota KOPASSUS biar gk d remehkan TNI aplg yg bikin ulah pr preman jalanan biar mrk kapok gk jd bnyk n akhirx MAKAR . 'BRAVO TNI'