Minggu, 21 Desember 2014 | 21:27:31
Home / Nasional / Humaniora / Bursa KSAD Memanas

Kamis, 11 April 2013 , 07:38:00

JAKARTA---Jabatan KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo dipastikan berakhir bulan ini. Tanggal 5 Mei nanti, adik ipar Presiden SBY itu akan memasuki masa pensiun. Otomatis, penggantinya berpeluang menjadi calon Panglima baru.

Dari bursa calon KSAD, tiga nama duisebut-sebut berpeluang menggantikan Pramono. Yakni,  Letjen TNI Moeldoko, Letjen TNI Gatot Nurmantyo, dan Letjen TNI  M. Munir.    

"Moeldoko diketahui sebagai Jenderal akademisi ini seimbang dengan KSAL yang Doktor cumlaude dan KSAU yang juga orang pendidikan. Sedangkan Munir dan Gatot, keduanya lulusan terbaik dan memiliki pengalaman yang mumpuni. Tapi semua kan tergantung presiden," kata Susaningtyas Nefo Kertopati, anggota Komisi I DPR kemarin.     

Letjen TNI Moeldoko saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI AD (Wakasad), Letjen TNI Gatot Nurmantyo (Komandan Kodiklat) dan Letjen TNI M Munir  menjabat Pangkostrad (Panglima Komando Cadangan Strategis ).

Tiga nama lainnya yang berpangkat bintang tiga, yakni Letjen Budiman (Sekjen Kementerian Pertahanan), Letjen TNI Langgeng Sulistyono (Sekretaris Menko Polhukam), dan Letjen TNI Andi Geerhan Lantara.    

Moeldoko pernah menjabat di Kostrad juga sebagai Panglima Divisi. Sedangkan Gatot Nurmantyo berpengalaman sebagai Pangdam V Brawijaya Jawa Timur.     

Susaningtyas yang juga doktor di bidang komunikasi intelijen itu menyebut, siapapun KSAD yang baru harus punya keterampilan berkomunikasi. "Dekat dengan prajuritnya juga harus dekat dengan rakyat," katanya.     

KSAD juga dituntut mampu melakukan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan kesejahteraan prajurit. Selain itu hubungan antarinstitusi juga harus dibenahi.

"Karena sekarang bukan jamannya perang otot. Perang urat syaraf menuntut seseorang memiliki kemampuan pikir yg tajam," kata Nuning sapaan Susaningtyas.    

Direktur Lembaga Studi Pertahanan dan Strategi Indonesia Rizal Darmaputer menilai bursa KSAD akan memanas karena potensinya menjadi Panglima TNI besar. "Tradisi TNI AD untuk KSAD selalu seru dan menarik untuk dicermati," katanya.     

Walaupun TNI sudah tidak lagi berpolitik praktis, namun kata Rizal, posisi KSAD bisa sangat strategis. "Memang netral, tapi secara kultural, KSAD memang selalu dekat dengan kekuasaan," kata alumni IDSS Jenewa itu.     

Di bagian lain, Mabes Polri enggan mengomentari maraknya bursa calon Kapolri pengganti Timur Pradopo yang pensiunnya akan diajukan Agustus nanti. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Kabiropenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, belum mengetahui kabar tersebut.

"Sampai hari ini Mabes Polri belum medapat informasi pergantian Kapolri. Kalau kita melihat pensiun Kapolri di Januari 2014," ungkap Boy di kantornya kemarin (10/04).    

Dia menambahkan, kalau ada rencana lain terkait pergantian Kapolri, pihaknya masih belum mendapat informasi secara resmi. "Sepengetahuan kami, Kompolnas juga dapat memberikan masukan kepada presiden. Keputusan akhirnya tentu hak prerogatif presiden,"katanya.    

Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta Sanusi Pane melihat sikap dingin Mabes Polri itu untuk meredam spekulasi perang dukungan antar bintang di kepolisian. "Tapi publik dapat merasakan kalau kompetisi itu ada," katanya.     

Penulis buku Jangan Bosan Kritik Polri itu mengingatkan, bahwa Kapolri adalah jabatan yang sangat strategis. "Karena itu amanah, tidak selayaknya ditumpangi kepentingan-kepentingan lain di luar tugas negara,"katanya.(rdl)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar