Kamis, 28 Agustus 2014 | 16:24:15
Home / Pendidikan / Susut Drastis, Implementasi Kurikulum 2013 Hanya di 7 Persen SD

Jumat, 12 April 2013 , 20:53:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Polemik perubahan kurikulum 2013 makin pelik. Selain anggaran yang belum tuntas, beredar juga informasi bahwa penerapan kurikulum yang sedianya dijalankan di 30 persen jumlah sekolah SD, turun menjadi 7 persen.

Informasi ini disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Reni Marlina saat dikonfirmasi JPNN.com, Jumat (12/4) petang.

Dia mengatakan, panitia kerja (Panja) kurikulum 2013 yang dibentuk Komisi X DPR belum memberikan rekomendasi terhadap anggaran kurikulum yang diusulkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Anggaran belum ada keputusan. Karena kita masih menunggu rekomendasi dari BPKP, tapi belum ada sampai sekarang," kata Reni.

Nah, dia juga menerima informasi bahwa terjadi perubahan pada rencana implementasi kurikulum baru ini di sekolah SD. Semula, Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan kurikulum itu akan dijalankan di 30 persen sekolah SD di Indonesia.

Namun yang terbaru terjadi penurunan jadi 10 persen, bahkan yang terbaru, kurikulum akan dijalankan pada 7 persen sekolah SD saja.

"Informasinya dari 30 persen diskon lagi 10 persen, kemudian diskon lagi jadi 7 persen, tapi belum ada konfirmasi resmi (Kemdikbud)" ungkap politisi PPP itu.

Saat ditanya apakah penurunan ini akan berdampak pada penurunan anggarannya, Reni kembali menegaskan belum ada keputusan soal anggaran.

"Makanya kita belum ada keputusan apapun. Jadi, jangankan bisa implementasi, anggarannya saja belum clear," pungkasnya.(fat/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 21.05.2013,
        09:39
        sarman
        sungguh tidak bisa dimengerti dan sanggat membingungkan
      2. 20.04.2013,
        15:58
        sugema
        mendingan gk jadi aja deh pak mentri, penyelenggaraan UN '13 aja karut-marut, ingat kalo jd bnyak yg d PHK...!!
      3. 20.04.2013,
        06:05
        DADAN
        Yaa. gimana ya.. kita lihat saja nanti sebagai guru akan coba kurikulum baru itu tapi jangan salahkan kalo tidak memenuhi targetnya
      4. 17.04.2013,
        16:24
        bryan
        harusnya hurikulum dilaksanakan di 0% jumlah sd, 0% jumlah smp dan 0% sma smk
      5. 14.04.2013,
        15:46
        kawulaning Gusti
        ya realistis dan proporsional saja volume kerja turun biaya turun