Jumat, 01 Agustus 2014 | 14:47:59
Home / Jabodetabek / 80 Ribu KJP Dibagikan ke Siswa

Sabtu, 13 April 2013 , 02:03:00

Bank DKI membagikan 80.384 Kartu Jakarta Pintar (KJP). Foto: Ade Sinuhaji/JPNN
Bank DKI membagikan 80.384 Kartu Jakarta Pintar (KJP). Foto: Ade Sinuhaji/JPNN
BERITA TERKAIT

JAKARTA  – Bank DKI membagikan 80.384 Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk tahap pertama dari target penyaluran 332.000 kartu. Pembagian Kartu Jakarta Pintar ini dilakukan pada Jumat (12/4) di SMK 16 Jakarta oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, didampingi Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono, dan Direktur Operasional Bank DKI, Martono Soeprapto.

Dari jumlah 80.384 KJP yang didistribusikan tersebut, 50.146 di antaranya diperuntukkan bagi siswa SD, SD luar biasa, dan madrasah ibtidaiyah.

Selebihnya, 22.012 untuk siswa SMP, SMP Luar Biasa dan Madrasah Tsanawiyah dan  8.196 untuk siswa SMA, SMA Luar Biasa, Madrasah Aliyah dan SMK serta kepada 30 Siswa SLB. Pendistribusian dari sisa kartu akan dilaksanakan terus-menerus sampai akhir Mei 2013.

Bank DKI membukakan rekening Tabungan Monas Pelajar bagi para pemegang KJP. Tiap siswa pemegang Kartu Jakarta Pintar nantinya hanya dikenai biaya administrasi dan perawatan rekening Rp 1.000/bulan sementara untuk melakukan transaksi melalui ATM Bank DKI.

“Jika pemegang KJP melakukan transaksi melalui ATM bank lain tarifnya disesuaikan dengan ketentuan bank tersebut. Untuk itu, kami imbau pemegang KJP melakukan transaksi di ATM Bank DKI,” ajak Eko.

KJP diperuntukkan sebagai biaya penunjang kebutuhan personal, semisal transpor, buku, sepatu, baju, penambahan gizi, dan lain-lain. Masing-masing pelajar SMA dan SMK akan menerima uang personal sebesar Rp 240.000 per bulan, pelajar SMP sebesar Rp 210.000 per bulan dan pelajar SD sebanyak Rp 180.000 per bulan.

Selama tahun 2013, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan dana sebesar Rp 804.63 miliar untuk KJP. Kepala Dinas Pendidikan, Taufik Yudi, menjelaskan bawa Dinas Pendidikan DKI Jakarta masih memberikan kesempatan kepada satuan pendidikan untuk mengajukan usulan KJP bagi peserta didik dari keluarga tidak mampu hingga akhir Juli 2013. (jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar