Kamis, 18 September 2014 | 02:35:18
Home / Kriminal / Terjebak Tawuran, Siswa SMP Tewas Usai Mengikuti UN

Jumat, 26 April 2013 , 03:28:00

BERITA TERKAIT

TANGERANG - Tragedi usai Ujian Nasional (UN) tingkat SMP terjadi di Kota Tangerang. Salah satu siswa SMP Negeri 7 Batu Ceper, Kota Tangerang bernama Teddi, 15, tewas setelah terkena lemparan batu. Ironisnya, Teddi tewas saat menghindari tawuran. Dalam kejadian itu, dua teman sekolah Teddi juga mengalami luka-luka serius di sekujur tubuhnya.

Keduanya bernama bernama Iksan, 15 dan Muhamad Abduh, 16. Peristiwa yang menewaskan Teddi bermula saat terjadi tawuran dua kelompok siswa SMP usai mengikuti UN, Kamis (25/3) pukul 15.00. Dua kelompok siswa SMP yang belum diketahui asalnya itu terlibat tawuran di Jalan Angkasa Pura II, Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Saat tawuran terjadi, Teddi bersama dua temannya yang masih mengenakan seragam sekolah melintas di lokasi kejadian. Saat itu, dia mengendarai motor Mio warna putih dengan nopol B 6736 CKT memboncengi dua temannya. Melihat tawuran puluhan siswa SMP itu, Teddi yang melintas dari arah Bandara Soekarno-Hatta menuju rumahnya di Kecamatan Neglasari, panik.
   
Dia mencoba menghindari tawuran denga berbalik arah. Tapi akibatnya fatal. Salah satu kelompok siswa SMP menyerang Teddi dengan batu hingga kepala dan sekujur tubuhnya terluka. Menurut Angga Adi Permana, warga yang melihat aksi itu mengatakan aksi tawuran dua kelompok SMP itu sempat dilerai beberapa petugas Satpol PP Kota Tangerang.
    
Tapi, setelah petugas Satpol PP pergi tawuran siswa SMP itu pecah lagi. ”Warga tidak ada yang berani mendekat atau membubarkan aksi tawuran. Karena jumlah siswa SMP yang tawuran banyak sekali. Kami memilih diam,” terang Angga yang juga membawa Teddi dan temannya yang luka-luka ke RSUD Tangerang untuk mendapatkan pertolongan medis. 
      
Dia juga mengatakan, sebenarnya Teddi dan dua temannya tidak ikut tawuran tapi hanya melintas hendak pulang. ”Saat itu ketiga korban ini memang mengenakan baju seragam SMP. Mereka dianggap musuh makanya diserang,” ungkapnya juga.

Angga juga bercerita, saat itu Teddi yang berboncengan dengan dua temannya hendak berbalik arah menghindari tawuran. ”Tapi tidak keburu. Motor itu berada di kerumunan salah satu pelajar yang tawuran,” ungkapnya juga saat ditemui INDOPOS (Jawa Pos Group) di RSUD Tangerang. Akibatnya, gerombolan pelajar SMP lain melihat Teddi langsung menimpukinya dengan batu.

”Pengendara motor terkena lemparan batu,” kata Angga. Meskipun terkena lemparan batu, Teddi tetap berusaha mengindari tawuran.

Tapi akibat terkena batu, Teddi kehilangan kendali. Akibatnya, motornya menabrak truk yang tengah parkir. Motor Yamaha Mio yang dikendarai tiga siswa itu masuk kolong truk. Setelah kejadian itu, dua gerombolan siswa yang tawuran langsung membubarkan diri. Warga yang melihat kecelakaan itu langsung menolong para korban dan membawanya ke rumah sakit. 
    
”Satu orang pelajar SMP langsung tewas di lokasi kejadian. Sedangkan dua orang lainnya mengalami luka-luka,” ungkapnya lagi. Polisi yang mendapat informasi tawuran langsung tiba di lokasi kejadian. Bersama warga, polisi membawa Teddi dan dua temannya ke RSUD Tangerang. Saat itu juga, polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Polisi juga meminta keterangan saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Abduh Gopur, orangtua Muhamad Abduh mengaku kaget ketika mendapat informasi dari polisi bahwa putranya berada di rumah sakit. ”Saya memang sempat curiga karena sampai pukul 12.00, anak saya belum juga pulang ke rumah. Tidak tahunya masuk rumah sakit,” terangnya.
    
Menyikapi itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang, Tabrani menyesalkan peristiwa tersebut.  Apalagi sampai menelan korban jiwa. ”Benar, yang meninggal adalah siswa kelas III SMP Negeri 7 Batu Ceper. Informasinya terkena lemparan batu. Dua temannya juga mengalami luka-luka,” terangnya kepada INDOPOS (Jawa Pos Group), Kamis (25/4).
    
Tabrani juga mengatakan pihaknya sudah mengingatkan setiap kepala sekolah (kepsek) untuk melakukan pengawasan terhadap muridnya agar tidak melakukan tawuran atau coret-coretan setelah mengikuti UN hari terakhir. ”Kami tidak henti-henti mengimbau murid-murid tidak tawuran dan corat-coret usai mengikuti UN,” cetusnya. (gin)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 26.04.2013,
        16:52
        brandal lokajaya
        ikut prihatin dg tragedi di negeri ini, menunggu kepedulian orang tua dan guru untuk mendidik anak dan ngasih teladan yg baik sejak dini
      2. 26.04.2013,
        07:41
        ADIL
        NEGERI YG SAKIT, BLM ADA YG BISA NGOBATI...AHHH NEGERI INI MAKIN LAMA SAKITNYA MAKIN PARAH....