Jumat, 31 Oktober 2014 | 15:28:26
Home / Pendidikan / Lagi, Desak Kurikulum 2013 Dibatalkan

Kamis, 02 Mei 2013 , 18:25:00

Aksi demo Aliansi Revolusi Pendidikan di depan Kemdikbud Jakarta, diwarnai turunkan celana oleh sebagai simbol merosotnya kualitas pendidikan nasional, Kamis (2/5). Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN
Aksi demo Aliansi Revolusi Pendidikan di depan Kemdikbud Jakarta, diwarnai turunkan celana oleh sebagai simbol merosotnya kualitas pendidikan nasional, Kamis (2/5). Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN
BERITA TERKAIT

JAKARTA - Aliansi Revolusi Pendidikan (ARP) mendesak pemerintah membatalkan rencana penerapan kurikulum 2013 pada Juli mendatang.

Juru bicara ARP, Siti Juliantari Rachman menegaskan, kebijakan pendidikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir tak pernah sekalipun memikirkan kepentingan murid dan guru sebagai pihak yang paling merasakan dampaknya, salah satu terkait kurikulum 2013.

"Guru hanya dijadikan tenaga operator yang mengajar di dalam kelas berdasarkan kurikulum dari pusat. Kreativitas dan kekritisan guru dibelenggu dan dikebiri melalui regulasi dan aturan tersistematis," kata Tari, Kamis (2/5).

Peneliti monitoring publik Indonesi Corruption Watch ini juga menyebut, kurikulum 2013 menempatkan guru pada posisi yang tidak mampu mengajar sehingga harus dibantu dengan modul dan metode ala pemerintah.

Padahal, kebijakan seperti itu justru merendahkan martabat guru sebagai pemegang otoritas di dalam kelas. "Hal ini akan semakin menjadi-jadi apabila penerapan Kurikulum 2013 tetap dilaksanakan. Kurikulum 2013 adalah kurikulum ngawur," urainya.

Sementara itu Vicharius Dian JIwa dari Sekolah Tanpa Batas menuding, selain prosedur pembuatannya yang tidak sesuai mekanisme perubahan kurikulum, konten dalam kurikulum 2013 juga tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teoritis maupun praktis.

"Kurikulum ini hanya dibuat berdasarkan “pesanan” wakil presiden Budiono yang sama sekali tidak paham pendidikan," tegasnya.

Dian menambahkan, alasan Kemedikbud bahwa perubahan kurikulum demi memperbaiki generasi muda Indonesia masa depan hanya omong kosong belaka. Karena kurikulum 2013 memiliki kecenderungan menggeser generasi Indonesia ke depan dari negara kesejahteraan menuju pada Neoliberalisasi.

Karena itu ARP yang terdiri dari berbagai organisasi guru, orangtua dan praktisi pendidikan ini menuntut pemerintah menghentikan komersialisasi dan kapitalisasi dalam pendidikan.

Kemudian mencabut Ujian Nasional. Membatalkan Kurikulum 2013 dan semua kebijakan pendidikan yang tidak berpihak kepada guru dan murid. Mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan sosial

"Pemerintah juga harus menciptakan pengetahuan berbasis kerakyatan dan terakhir kami minta Presiden mencopot Menteri Pendidikan M Nuh dan jajarannya," pungkasnya. (fat/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 24.10.2014,
        19:54
        margaretha retno prihatiningtyas
        Sebagai guru kls 5 SD saya kurang setuju adanya kurikulum 2013 krn pelajaran tematik kurang cocok untuk kelas atas sebab materinya terlalu banyak
      2. 25.06.2014,
        02:44
        awesome seo
        JmHn8C I appreciate you sharing this article.Really looking forward to read more. Fantastic. From mobile
      3. 21.05.2013,
        13:24
        yangdibuang
        Raid Zakwan
        Saya yakin ada intervensi asing dalam kurikulum 2013 karena bila indonesai dengan penduduk no. 3 terbesar dunia menguasai iptek akan berdampak luas terhadap dunia. anak-anak indonesia banyak mengondol juara pada olimpiade sains dunia di tambah lagi dengan pesatnya paham radikal yang tumbuh dengan pesat di negara kita. terus microsoft yang marah karena mou dengan sby sudah ditandatangi agar indonesia tidak menggunakan produk bajakan tetapi tidak jalan dan software bajakan masih merajalela di indonesai. menurut saya tolong cek rekening budiono siapa tahu ada aliran dana dari asing masuk ke dia karena dia yang banyak beri masukan tentang kurikulum 2013. kali ya.... dak usah di ambil ati ambil jantung aja...
      4. 08.05.2013,
        14:33
        kawulaning Gusti
        kurikulum di atas kertas dari jaman dulu tidak diikuti dengan pelatihan guru yang intensif dan berkasinambungan, apalagi kurikulum 13 bodohi guru
      5. 08.05.2013,
        00:29
        nurdin
        Kurikulum 2013 adalah kurikulum ngawur,mempercepat pembodohan rakyat tetapi anggarannya tinggi sekali.Mendikbud ini tidak mampu berpikir panjang
      6. 07.05.2013,
        21:53
        IMAM BAHRODIN
        apapun kurikulumnya... guru yang profesional.. wajib mampu mengkondisikan lekasnya... demi prestasi siswanya
      7. 04.05.2013,
        16:27
        mas udin
        emang betul tuh!!! pendidikan di indonesia makin amburadul, seharusnya menteri mendengarkan dulu masukan dari praktisi pendidikan.
      8. 03.05.2013,
        17:44
        Wong ndeso
        Kurikulum 2013 terlalu terburu-buru pelaksanaanya. Ini menunjukkan bahwa pemerintah terlalu memaksakan kehendak tanpa melihat kondisi di lapangan bahwa masih banyak siswa dan guru yang belum siap untuk melaksanakannya.Ujung-ujungnya nanti pelaksanaanya lebih amburadul daripada UN. Untuk mengubah kurikulum itu butuh waktu dan biaya/anggaran yang sangat besar untuk itu pemerintah perlu mempertimbangkan karena masih banyak rakyat miskin yang membutuhkan pertolongan
      9. 02.05.2013,
        21:37
        tasa
        kurikulum lama (KTS) Guru diberi peluang utk mengembangkan silabus menurut kebutuhan/lingkungan sekolah tapi para guru tidak melakukan,
      10. 02.05.2013,
        20:27
        Kakempau
        untuk sekolah yg menerapkan kurikulum 2013 jangan menyesal karena akan menjadi kelinci percobaan