Jumat, 31 Oktober 2014 | 15:28:10
Home / Nasional / Humaniora / Gaji PNS Dipotong 8 Persen

Sabtu, 04 Mei 2013 , 06:44:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA -  Terkait penyelenggaraan asuransi sosial Pegawai Negeri Sipil (PNS) lebih baik, pemerintah melakukan perubahan atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial PNS. Lewat PP baru Nomor 20 tahun 2013 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 April 2013 ditegaskan, Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah (Pemda) melakukan pemungutan dan penyetoran iuran.

Besarnya pungutan itu 8 persen dari penghasilan bulanan tanpa tunjangan pangan sebagaimana Pasal 6 PP No. 25/1981. Iuran tersebut berasal dari peserta di lingkungan instansi pusat dan instansi daerah ke Kas Negara. "Dalam hal terjadi keterlambatan penyetoran iuran oleh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi Pasal 6A Ayat (3) PP No. 2013 itu.

Menurut PP ini, akumulasi Iuran Pensiun dan Tabungan Hari Tua yang dipungut dan disetor peserta, dalam hal ini PNS, merupakan dana milik peserta secara kolektif yang dikuasai oleh pemerintah. Akumulasi iuran sebagaimana dimaksud dapat digunakan oleh Pemerintah untuk membiayai penyelenggaraan Pensiun PNS, dengan mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.

Rencana penetapan iuran tadi menuai respons dari parlemen. Anggota Komisi II (bidang pemerintahan) DPR Imam Malik Haramain mengatakan, selama tidak ada persoalan dari internal PNS di seluruh Indonesia penetapan iuran tadi bisa dijalankan. "Tentu pemerintah sudah koordinasi dengan Korpri (korps pegawai republik Indonesia)," tandasnya kemarin.

Malik Haramain menuturkan, penetapan pungutan 8 persen itu nantinya juga akan dinikmati masing-masing abdi negara sendiri. Politisi PKB itu mengatakan jika tujuan penetapan iuran ini adalah peningkatan kesejahteraan PNS ketika sudah pensiun nanti. "Asalkan pengelolaannya harus transparan, menguntungkan, dan aman," tandasnya.

Di internal pemerintah sendiri, belum ada keterangan terkait persiapan pelaksanaan iuran baru untuk seluruh PNS tersebut. Dari pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih belum bisa dikonfirmasi. (ken/wan/kim)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 13.05.2013,
        18:17
        nti
        jadi gmna nasib kami pns daerah ini, udah gaji pas-pas-an, tidak ada remunerasi, tunjangan daerah kecil, mhn pemerintah meninjau kembali hal ini
      2. 08.05.2013,
        10:44
        ndang
        Klo mau mensejahterakan PNS kasih Gaji Yang besar jangan malah di potong untuk yang tidak jelas....
      3. 06.05.2013,
        10:24
        Sujud
        Terus yang dana Taspen dan Taperum untuk apa kan sudah ada. kemana larinya kok pungutan lagi katanya naik 7% dpipotong 8% Bohong namanya.
      4. 06.05.2013,
        09:30
        Dani
        Tdk setuju. Bsr bgt 8%. PNS biar kelola uangnya sdr utk kesejahteraan dirinya dan keluarganya. Bi hidup
      5. 06.05.2013,
        08:34
        06.05.2013
        Inilah cara para penguasa yang selalu mencari tambahan,.tuk kepentingan sendiri,.mencari celah untuk melegalkan potongan,.dasar pemeras.
      6. 05.05.2013,
        20:25
        PNS (PEGAWAI NASIB SEMRAWUT)
        SAYA SAMPAI BINGUNG...MAU DIBAWA KEMANA NASIB INI....
      7. 05.05.2013,
        19:03
        khusnul
        tidak setuju. layanan askes saja tidak memuaskan dan bikin kecewa, pernah mengurus klaim apendik akud sampe di kudus. ee ternyata di tolak.
      8. 05.05.2013,
        08:37
        Oemar Bakri
        Sangat tidak setuju gaji PNS dipotong 8%.Katanya pemerintah mau meningkatkan kesejahteraan PNS kok malah dipotong 8%. Daripada dipotong 8% lebih baik gaji nggak usah naik ajalah...katanya gaji mau naik 7% kok malah dipotong 8% apa nggak tekor tu ! lalu apa artinya kenaikan ? Beli rumah aja cicilan itu aja masih belum lunas... dasar pemerintah kutu kupret. Kalo mau meningkatkan kesejahteraan PNS cari cara lain dong jangan main potong aja, gaji PNS pas-pasan nih ...BBM naik tinggi susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi...anak kami kurang gizi
      9. 04.05.2013,
        20:50
        Esti
        gede amat potonganya ?.....uang hasil iuran 8% per kepala ini pasti mau dipake oleh para koruptor...kita sudah digaji kecil..mau dipotong 8% ????
      10. 04.05.2013,
        18:28
        Heru Zena
        Coba yg buat putusan itu jadi PNS kelas bawah, gak dpt pendapatan lain-lain. Kenaikan gaji, TPP Sertifikasi dll mau kluar, akan kluar (yang cair hanya mau dan akan sampai Setengah Tahun)e, yang muncul brita potongan 8%. Dalih peningkatan ... Jujur aja Bos... PNS-PNS saat sekarang ini yang antri TAGIHAN kok malah penghasilan berkurang. Nyonyor tau.....