Selasa, 23 September 2014 | 01:16:09
Home / Pendidikan / Dana BOS MI dan MTs Macet, PGRI Surati Menag

Senin, 06 Mei 2013 , 23:09:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistyo menyayangkan macetnya pencairan dana operasional siswa (BOS) bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah di berbagai daerah.

Agar pencairannya segera dilakukan, PB PGRI melayangkan surat kepada Menteri Agama, Surya Dharma Ali.

Sulistyo kepada JPNN.COM menjelaskan, informasi macetnya pencairan BOS untuk siswa MI dan MTS ini diperoleh dari jajaran pengurus PGRI di berbagai daerah. Bahkan informasinya dana itu belum sepeserpun yang dicairkan oleh Kementerian Agama.

"Padahal biaya operasional MI dan MTs negeri dan swasta saat ini hanya bertumpu pada dana BOS," kata Sulistyo, Senin (6/5).

Dikatakan, jika dana BOS belum diterima maka operasional sekolah tidak bisa berjalan dengan baik. Bahkan, banyak madrazah harus mencari pinjaman ke berbagai pihak.

Belum lagi gaji guru dan tenaga pendidikan non-PNS di Madrasah swasta yang digaji atau memperoleh penghasilan dari dana BOS. Keterlambatan pencairan dana BOS menyebabkan mereka tidak memperoleh penghasilan atau gaji dari Januari hingga Mei ini.

"PB PGRI sangat menyesalkan keterlambatan itu karena kontraproduktif dengan upaya peningkatan mutu pendidikan dan jauh dari upaya menghargai profesi guru secara wajar," tegasnya.

Karena itu, melalui surat yang juga ditembuskan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, Menteri Keuangan RI hingga Sekjen dan Dirjen Pendidikan Islam Kemenagi itu, PB PGRI meminta agar dana BOS untuk MI dan MTs segera dicairkan.(Fat/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 08.02.2014,
        08:54
        e.yusuf sajili
        ass....selamt pagi bapa/ibu mhon di bantu kembali ada apa lagi dengan bos kemenag tahun 2014 kenapa belum cair,apa kenadalanya,kami guru honor d seluruh nusantara belum menerima honor,kalau diknas sudah menerima dana tersebut triwulan 1,semoga kemenag lebih memahami akan kebutuhan guru honor kami hanya punya penghasilan dari bos tersebut,operasional sekolah pun bnyak tersendat....guru honor banyak berdoa utk kebaikan pendidikan di indonesia..tp perhatikan juga nasib keuangan guru honor...syukur syukur klau ada kuota cpns...semoga bapa/ibu di kemenag lebih sayang kepada kami semmuaa...salam sejahtera...merdeka... From mobile
      2. 25.06.2013,
        18:42
        budi
        dinas skrg emg edan,UN yg penuh kecurangan dibangga2in keberhasilannya,dipamer2in kelulusannya.si muntri rajanya edan,ttp mata/hati/nurani
      3. 28.05.2013,
        15:09
        windarsih
        pemerintah geblek yang kage kage bos pake telat segale ampe guru ane branak ga jd
      4. 16.05.2013,
        21:26
        subandi
        kami para para guru honor sangat merasa terjolimi... pemerintah mikir dikit lah.. Bangsa ini tdk akan maju jika nasib kami tdk diperhatikan.. Dan pada ahirnya kami hanya akan menyaksikan kehancuran negri tercinta ini. From mobile
      5. 15.05.2013,
        11:58
        alfakri
        pemimpin indonesia sekarng ,,gak berperikemanusiaan..hanya mikir perutnya sendiri..
      6. 13.05.2013,
        06:44
        widyastutik
        mungkin yang diatas kupingnya udah tertutup hingga hati nuraninya tidak terbuka tuk meliat kondisi mi / mts yg pada mnjerit n trlilit hutang dkarenakan dana BOS yg tk kunjung cair. From mobile
      7. 07.05.2013,
        08:51
        syarif
        tunggu bintang jatuh dari gedung dpr