Sabtu, 01 November 2014 | 19:36:58
Home / Berita Daerah / Lampung / Jaringan Terduga Teroris Lampung Digulung

Sabtu, 11 Mei 2013 , 04:07:00

BERITA TERKAIT

BANDARLAMPUNG – Operasi perburuan terduga teroris berlanjut. Setelah Jawa Tengah dan Jawa Barat, Densus 88 Antiteror bergerak ke tiga kabupaten/kota di Lampung, Jumat (10/5).

Dari Pringsewu, Bandarlampung, dan Lampung Selatan, korps burung hantu ini mengamankan empat terduga teroris kelompok Abu Roban yang tewas dalam penyergapan di Batang, Jawa Tengah.

Keempatnya adalah Solihin (40) dan Andika (40), keduanya warga Jl. Pulau Sari Gg. Pulau Sari 12 No. 25, Perumnas Waykandis, Tanjungsenang, Bandarlampung.

Lalu Dedi Rofaizal (41), warga RT 14/RW 6 Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Terakhir Abu Nabila alias Bang Yos alias Adin bin Nawir, warga Jalan Jetis, Dusun 3A, Karanganyar, Jatimulyo, Lamsel.

’’Mereka ini perampok Bank BRI Pringsewu pada 22 April 2013 lalu. Uang Rp466 juta raib dibawa perampok ketika itu. Dana rampokan ini diduga untuk membiayai kegiatan teror mereka di Poso,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar.

Densus 88 Antiteror kali pertama menyergap Solihin dan Andika di Pasar Panjang, Jl. Yos Sudarso, Kamis (9/5) pukul 18.00 WIB. Keduanya sudah dibuntuti dari kediamannya hingga tempat pangkas rambut di Pasar Panjang.

Petugas menggeledah kontrakan Solihin. Di sana ditemukan pelat  nomor kendaraan yang digunakan saat merampok BRI Gadingrejo, Pringsewu. Dari kediaman Solihin, tim Densus 88 juga menyita pisau, tiga kemeja, buku-buku jihad, serta VCD jihad.

Dari keterangan Solihin dan Andika, tim yang terdiri dari 10 orang pada Jumat (10/5) pukul 05.30 meluncur ke Kabupaten Pringsewu dan menangkap Dedi Rofaizal (41). Ketika itu, Dedi tengah maraton.

Saat penyergapan berlangsung, Asep, pemilik tambal ban tak jauh dari lokasi, menuturkan awalnya menduga ada kecelakaan lalu lintas. Saat itu terdengar suara seperti benturan. Sementara di jalanan yang juga di depan rumahnya terlihat ramai kendaraan. ’’Ada sekitar enam mobil ditambah enam sepeda motor berboncengan dua,” ungkap Asep.

Tidak lama, turun sekitar 20 orang berbadan tegap mengenakan rompi dan topeng serta bersenjata lengkap. Sayang, Asep tidak bisa berlama-lama menyaksikan kejadian ini. Seseorang berbadan tegap tiba-tiba menghampirinya dan memintanya kembali masuk. ’’Kami anggota Pak. Masuk, masuk, Pak,’’ ujarnya menirukan.

Dari penyergapan di Pringsewu, tim meluncur ke Karanganyar, Lamsel. Di sinilah Abu Nabila alias Bang Yos alias Adin bin Nawir dibekuk tanpa perlawanan pukul 09.00.

Saat ditangkap, Adin sedang berada di dalam rumah bersama tiga orang lainnya, yaitu Rohayati (35), Nabila (3,5), dan Sofia (2). (yud/sag/eka/aji/p2/c1/ary)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        01:39
        nice penalty removal
        KBTQWD I really like and appreciate your blog article.Really looking forward to read more. Cool. From mobile
      2. 11.05.2013,
        04:36
        bayangan
        Jk tdk dibunuh,mk.1 bisa mengetahui agg teroris atau bkn.2,jk agg teroris mk bs dpt keterangan shg bisa membasmi sampai akar-akarnya.