Minggu, 02 Agustus 2015 | 19:21:25

Senin, 13 Mei 2013 , 20:08:00

JAKARTA - Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Irjen Kemendikbud) Haryono Umar tidak puas dengan penyampaikan hasil investigasi kekacauan ujian nasional (UN) yang disampaikan Mendikbud Mohammad Nuh. Terutama soal fakta yang ditemukan Itjen.

Menurut  Haryono Umar saat ditemui wartawan usai konferensi pers di Kemdikbud, Jakarta, Senin (13/5), menyatakan bahwa Itjen memberikan banyak rekomendasi terkait kekacauan UN.

"Sanksi banyak, tapi kan rekomendasi kita bukan cuma sanksi. Itu salah satu saja, yang lain-lain banyak," ungkap Haryono yang saat konferensi pers terlihat kurang puas dengan penyampaian Mendikbud.

Bahkan mantan komisioner KPK ini menuding Mendikbud tidak menyampaikan semua fakta yang sudah disampaikan dari hasil investigasi Itjen dan masih ada yang ditutupi oleh mantan Rektor ITS itu.

"Pertama faktanya tidak disebutkan secara keseluruhan, mungkin karena ini presentasi. Yang jelas kami sudah sampaikan secara lengkap semuanya, cuma menteri punya pertimbangan mana yang perlu disampaikan atau tidak," ujar mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Ditegaskannya, fakta yang disampaikan Itjen dalam laporan hasil investigasi itu tidak sedikit. Baik yang sudah diketahui media maupun yang belum. Kemudian Itjen juga menyampaikan apa saja penyebabnya, terutama yang di kemdikbud.

"Itu yang di kementerian banyak. Dan rekomendasi sanksi itu hanya salah satu, yang lain juga ada. Jumlahnya saya ngak tau persis, yang jelas banyak," kata Haryono yang masih terlihat sungkan membeberkan temuannya.

Kendati demikian dia memberi gambaran bahwa beberapa dari temuan Itjen itu berkaitan dengan perbaikan sistem secara menyeluruh di kemdikbud, baik sumber daya manusianya, maupun program dan rekomendasi tentang kredibilitas dan rekomendasi UN.

"Ada rekomendasi terhadap kurikulum. Tapi mungkin pak menteri punya pandangan lain," kata pria kelahiran Prabumulih, Sumsel itu.(Fat/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 14.05.2013,
          20:59
          asriati
          Mundur bukan solusi yg baik,yg terbaik Pak Menterinya mengundurkan diri!
        2. 14.05.2013,
          00:02
          eko subandono
          ya iyalah kan pah nuh juga dapat upeti yang paling banyak
        3. 13.05.2013,
          20:22
          kawulaning Gusti
          dengan tidak terbukanya mendikbud,dia telah membericontoh anti demokrasi,semakin menguatkan dia sendiri terlibat skongkal,terbukti hrs dicopot

        此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

        获取 Adobe Flash Player