Jumat, 19 September 2014 | 06:47:33
Home / Berita Daerah / Sulteng / Pegawai BKD Bermain, Honorer K1 Siluman Banyak Lolos

Selasa, 14 Mei 2013 , 01:43:00

BERITA TERKAIT

TOLITOLI - Puluhan tenaga honor Kategori Satu (K1) yang dinyatakan tidak lolos oleh BKN berdasarkan  hasil verifikasi dan penelitian bersama BPKP Senin (13/5) melakukan aksi menuntut Pemkab dan DPRD memperjuangkan nasib mereka.

Honorer ini keberatan atas pengumuman yang hanya meloloskan 17 honorer K1 dari 300 orang yang sempat dinyatakan Memenuhi Kriteria (MK), kemudian  diumumkan untuk dilakukan uji publik, agar mendapat sanggahan dari masyarakat.

"Kami minta rekan-rekan sesama honor untuk keluar kantor dan bersama memperjuangkan hak kita melalui DPRD," kata Istiqlal, saat mengajak honorer K1 yang bekerja di BKD Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Usai menghimpun rekannya, massa kemudian berombongan ke kantor DPRD Tolitoli. Di hadapan anggota DPRD dan Kepala BKD Tolitoli, Syamsudin Ibrahim, massa meminta agar lebih proaktif ke Pusat untuk agar diloloskan.

"Kami minta anggota DPRD mendesak Pemkab untuk mencarikan solusi agar kami yang benar-benar mengabdi bisa diloloskan seperti 17 nama yang telah diumumkan," tegas Syahril, salah seorang honorer K1.

Anggota DPRD Tolitoli, Mansyur Pondang mengatakan, penyebab sehingga tidak lolosnya tenaga honorer K1 yang  benar-benar mengabdi alias bukan  “siluman” dikarenakan oleh oknum pegawai BKD Tolitoli yang diduga sengaja memasukan orang-orang yang sama sekali tidak pernah mengabdi yang kemudian lolos dalam 300 nama dan dinyatakan MK.

"BKD Tolitoli seharusnya mencoret nama-nama honorer yang memang  benar-benar tidak pernah mengabdi, saya kira saat verifikasi di tingkat daerah, nama-nama yang tidak betul ini sudah bisa dihilangkan, namun tetap dikirim berkasnya. Nah inilah yang kemudian menjadi virus bagi yang lain, yang memang betul-betul mengabdi sebagai tenaga honor, sehingga tidak lolos,"jelas Mansyur.

Untuk itu, Mansyur menegaskan, BKD untuk bekerja keras dan lebih pro aktif memperjuangkan nasib tenaga honor K1 yang bukan “siluman’ karena di balik tidak lolosnya nama-nama honorer murni tersebut, menurutnya dikarenakan prilaku oknum pegawai BKD yang diduga ingin mengambil keuntungan dan akhirnya mengorbankan nasib orang.

Kepala BKD Tolitoli Syamsudin Ibrahim pada kesempatan itu meski sempat berkelit tidak tahu masalah. Ia beralasan baru menjabat. "Hasil keterangan BKN dan Menpan, solusi untuk honorer K1 Tolitoli adalah dapat menunjukan SPUM gaji, jika tidak akan diakomodir ke K2," jelas Syamsudin. (yus/awa/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 24.02.2014,
        19:51
        darmawati A.Ma
        saya adalah tenaga honorer dari tolitoli dampal selatan yang mengabdi dari tahun 2003
      2. 24.07.2013,
        18:49
        amir mustam
        apakah karena adanya honorer siluman lantas kami yg sdh mengabdi bertahun2 harus jadi korban? ini kan namax tidak adil..........
      3. 15.05.2013,
        16:01
        nasib
        data tenaga honorer kemenkeu th 2005 yg sudah masuk BKN dihilangkan begitu saja pak????
      4. 15.05.2013,
        09:49
        drs. rusli wali
        saya adalah benar honda k1 dari kab.bolmong tahun 2005 -sekarang masih aktif honorer Guru bantu pembiayaan lewat LPMP sulut bkn jkt mohon perhati
      5. 15.05.2013,
        09:49
        drs. rusli wali
        saya adalah benar honda k1 dari kab.bolmong tahun 2005 -sekarang masih aktif honorer Guru bantu pembiayaan lewat LPMP sulut bkn jkt mohon perhati
      6. 15.05.2013,
        09:49
        drs. rusli wali
        saya adalah benar honda k1 dari kab.bolmong tahun 2005 -sekarang masih aktif honorer Guru bantu pembiayaan lewat LPMP sulut bkn jkt mohon perhati
      7. 14.05.2013,
        23:55
        BOSAN JADI HONORER
        memang betul...tolitoli merupakan salah satu lumbung honorer K1siluman. biang kerok dari semua ini, adalah oknum bkd tolitoli sendiri.bisa dibayangkan proses penetapan honorer K1 berbau KKN, diantara 300 orang Honorer K1 tolitoli,ada yang berprofesi sebagai penata rias pengantin,sopir rental,penjual ayam,tukang kayu,dan satpam.ini terjadi karena adanya konkalikong dengan mantan oknum bkd berinisial MPB. sehingga banyak honorer yang seharusnya sudah lama mengabdi tapi tidak masuk dalam K1.HASIL VERIFIKASI BKN DAN KEMENPAN SUDAH TEPAT.
      8. 14.05.2013,
        23:26
        Arlien
        Jempol buat pernyataan DPRD Toli-Toli,Sebenarnya BKN bisa terjun langsung. Faktanya memang seperti itu SPUM gaji saja bisa jadi ASPAL.
      9. 14.05.2013,
        21:01
        K1 Nganjuk
        ayo friend.... terus berjuang sampai titik darah penghabisan, jangan pernah lelah untuk selalu berjuang menuntut hak kita. Alloh Huakhbar...
      10. 14.05.2013,
        06:34
        ice man
        periksa dokumen asli nya juga bagi K2 , SPM/SP2D pembayaran asli harus di cek_Kab. Kebumen Jawa Tengah banyak yg Palsu K2 nya bayak yg BODONG..!