Sabtu, 01 November 2014 | 11:50:26
Home / Nasional / Humaniora / Dokumen Palsu, Ribuan Honorer K1 Gagal dapat NIP

Rabu, 15 Mei 2013 , 14:29:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA--Ribuan honorer kategori satu (K1) yang sudah dinyatakan memenuhi kriteria (MK) dan telah lolos quality assurance (QA) oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) gagal mendapatkan nomor induk pegawai (NIP).

Pasalnya, setelah Badan Kepegawaian Negara (BKN) melakukan pemeriksaan seluruh berkasnya, ditemukan banyak dokumen palsu.

"Memang banyak honorer K1 yang sudah lolos uji publik, QA,  kita coret dari daftar CPNS dan tidak berhak mendapatkan NIP," tegas Kepala BKN Eko Sutrisno yang ditemui JPNN di kantornya, Rabu (15/5).

Ia membeber data, dari kuota 71 ribu honorer K1, yang sudah mendapatkan formasi baru mencapai 29 ribu orang. Dari jumlah tersebut, ada 28 ribu honorer yang sudah diusulkan setiap instansi untuk pemberkasan. Namun yang sudah mengantongi NIP baru 27 ribu.

"Hingga hari ini baru sekitar 27 ribu CPNS dari honorer K1 yang sudah ber-NIP. Lainnya belum karena masalah kelengkapan dokumen itu," terangnya.

Dia menambahkan, dari 29 ribu formasi yang ditetapkan, ada 742 formasi yang tidak diisi oleh daerah. Ada dugaan hal tersebut lantaran daerah tidak bisa menyodorkan data-data otentik tentang honorer K1-nya. Apalagi BKN sebagai penyaring terakhir, sangat memperketat penerbitan NIP.

"Memang masih ada dua ribuan honorer K1 (dari 29 ribu formasi) yang belum mendapatkan NIP. Penyebabnya ya karena banyak dokumen palsu dan tidak memenuhi syarat diangkat CPNS sehingga kita tolak terbitkan NIP. Ada juga beberapa yang belum lengkap dokumennya, sudah kita surati BKD-nya tapi belum dijawab juga. Nah ini bisa juga karena dokumen aslinya memang tidak ada," bebernya.

Ia meminta daerah tidak main-main dengan data honorer K1. Walaupun sudah lolos verifikasi validasi, uji publik, dan QA, BKN tidak akan menerbitkan NIP bila dokumennya palsu.

"Jangankan itu, yang sudah ber-NIP saja bisa kita batalkan kok kalau ada laporan bahwa CPNS-nya bukan honorer K1. Tentu saja lewat mekanisme penelitian dahulu," tandasnya. (Esy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        02:59
        awesome seo
        Kx05bO I really liked your article.Really thank you! Will read on... From mobile
      2. 02.08.2013,
        20:17
        KANG DHAPON
        Mengharapkan sesuasu yang belum pasti,,,,
        :v macul bae si nggenah,,, olih duit
      3. 11.06.2013,
        10:52
        Sang Pengembara
        Sumbang saran: Kalo peraturan ndak bisa dijalankan ndak usah bikin aturan, aturan dibuat sendiri dilanggar sendiri. Janji 2012 bullshit...
      4. 04.06.2013,
        13:22
        nugiewahyuni
        ini sudah bulan juni, apa benar tgl 12 juni K1 sdh mndptkn NIP?????
      5. 16.05.2013,
        09:50
        ki mtsn jambewangi
        kita-kita hanya bisa berdoa dan berusaha semoga NIP CPNS segera ada digenggaman, sesudah ATT beres. semoga target akhir Mei jadi kenyataan.amin.
      6. 15.05.2013,
        21:11
        BISMILAH
        HONORER K2 KAB. KEBUMEN JAWA TENGAH DATA DATANYA BANYAK PEMALSUAN DINAS PENDIDIKANNYA BANYAK YG BERMAIN DENGAN JUAL BELI DATA CEK CEK CEK DONG..!
      7. 15.05.2013,
        20:19
        maju terus
        K1 Nganjuk ttp semangat, ma7 terus pantang mundur, trs berjuang sampai NIP CPNS ada ditangan kita, semoga Allah meridhoi perjuangan kita amin....
      8. 15.05.2013,
        17:24
        Nganjuk Bergolak
        Honda k-1 Nganjuk siap mengobrak-abrik birokrasi pemeritah daerah yang tidak beres menuju Nganjuk Bersih...Kawal k-1 Nganjuk sampai menuju CPNS 100%...Perjuangan belum terhenti sampai NIP CPNS turun...Allahu Akbar..
      9. 15.05.2013,
        16:32
        Depok
        Kita doakan kpd Pejabat yg jujur dan ikhlas memeriksa data H K1 semoga sll mndpt PAHALA yg salam buat honorer K1 087777881423/081312344891
      10. 15.05.2013,
        16:19
        umar bakri
        nah lo rasain ya H K1 siluman dan pejabat BKD yang suka manipulasi data. sudah saatnya semua yang palsu di buka dan di tolak, go Menpan.