Rabu, 01 Oktober 2014 | 02:58:02
Home / Kriminal / Polwan Cantik Terancam Dipecat karena Foto Syur

Jumat, 17 Mei 2013 , 08:10:00

Briptu Rani Yuni Nugraeni. Getty Images
Briptu Rani Yuni Nugraeni. Getty Images
BERITA TERKAIT

MOJOKERTO - Briptu Rani Yuni Nugraeni kabur dari tempatnya berdinas di Polres Mojokerto. Penyebabnya, polwan cantik itu dianggap indisipliner dan tersandung foto-foto syurnya yang pernah beredar melalui akun Facebook. Nah, pose panas di jejaring sosial itu rupanya membuat gerah Polres Mojokerto.

Sejak foto menggoda polwan seksi itu beredar di berbagai media, petinggi polisi seolah kebakaran jenggot. Bahkan, Polda Jatim kemarin (16/5) dikabarkan memanggil Kapolres AKBP Eko Puji Nugroho secara mendadak. Ada yang menyebutkan bahwa orang nomor satu di polres tersebut dijemput petugas polda tanpa mengendarai mobil dinas Kapolres. Sebab, dalam waktu bersamaan, mobil dinas Kapolres, yakni X-Trail silver, sedang diparkir di depan ruang lobi mapolres.

Santer disebut, Eko berada di Polda Jatim untuk dimintai keterangan dan diperiksa perihal kaburnya Rani. Baik sebagai DPO maupun munculnya foto-foto syur Rani yang secara tidak langsung mencoreng institusi kepolisian.

Sumber di kepolisian menyatakan, beredarnya foto syur Rani memang mengejutkan jajaran dan petinggi mapolres. Tidak saja terlihat menggoda, lanjut dia, foto-foto yang muncul pada akun yang berinisial RI itu juga terkesan mencoreng nama baik kepolisian. Khususnya, Polres Mojokerto.

Sebab, foto tersebut tidak layak ditunjukkan seorang anggota kepolisian. ''Sebenarnya, kasus disersi atau indisipliner tidak begitu bermasalah. Justru yang masalah besar adalah foto-foto syurnya itu,'' ujarnya.

Memang foto polwan yang mengawali karir di Polwil Bojonegoro pada 2006-2010 tersebut tidak hanya beredar di internal kepolisian, melainkan sudah beredar luas di tengah khalayak. Di antaranya, ada yang terlihat mengenakan kostum renang sembari membawa ponsel BlackBerry serta berbaju bikini putih. ''Bisa jadi Kapolres dipanggil ke polda untuk diperiksa menyangkut masalah foto-foto nakal itu,'' ungkapnya.

Keberadaan Eko di polres kemarin pagi memang tidak diketahui. Sebab, saat beberapa media elektronik dan cetak ingin mewawancarai, dia sudah tidak berada di kantor.

Wakapolres Kompol Eryek Kusmayadi menyangkal bahwa Eko berada di Polda Jatim untuk diperiksa. ''Tidak ada pemeriksaan terhadap Pak Kapolres. Justru beliau ingin meminta masukan dan pendapat hukum. Di antaranya, kepada Propam Polda maupun Bidang Hukum Polda Jatim. Atau seperti apa petunjuk pimpinan (Kapolda),'' katanya.

Sejak Rani masuk dalam DPO per tanggal 25 April, polres disebut-sebut tengah menyiapkan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Yakni, melakukan penyelidikan dan pengejaran Rani hingga ke Bandung dan Bogor. Serta, meminta keterangan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti pelanggaran disersi Rani.

''Tetapi, itu tidak bisa kami putuskan sendiri. Sebab, harus ada masukan dan pertimbangan jajaran atas (polda). Masukannya seperti apa itu akan menjadi pertimbangan,'' tegasnya.

Apakah sidang KKEP dilaksanakan setelah Rani berhasil ditangkap? Eryek menyatakan tidak perlu menunggu yang bersangkutan ditemukan. Selagi syarat-syarat sidang, seperti majelis, pengacara, materi sidang, saksi-saksi terpenuhi, kata Eryek, sidang sudah bisa dilaksanakan dengan in absensia atau tanpa Rani. (ris/jpnn/c14/ami)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 21.11.2013,
        11:04
        Nanang Iskandar
        Wadooow, Masya Sich penegak hukum terlalu berani.?
      2. 14.06.2013,
        13:24
        SADRI
        kenapa kok citra kepolisian semakin hari semakin hari semkain buruk.kalau aparat penegak hukum yang seharusnya membasmi masalah yang berbau hukum melakukan hal yang tidakpantas ditiru apalagi para rakyatnya yang bawah.mari kita samapsama manfaatkan Teknologi dalam hal yang positif.kalau menurut saya keplisian yang skarang lebih lemah pngawasannya dari orde baru kalau dulu kan kalau ada para petinggi atau anggota penegak hukum yang melanggar kan langsung dihukum mati
      3. 30.05.2013,
        09:46
        MasBa
        Aduhhhh.!!!!...kasihan ......ckckckcckck... Tuhan...BULAN itu jangan sampai pudar
      4. 28.05.2013,
        14:44
        aby
        aduuuuh,,,,sayang foto nya dipamerin di internet...
        mendingan lihattin kesaya aja....,kan tidak heboh,kita bisa jaga rahasia KOq............
      5. 28.05.2013,
        08:21
        budi
        menurut saya sangat sayang sekali polwan berbuat seperti itu, lebih baik nikah sama saya aja hehehehehehe
      6. 27.05.2013,
        22:27
        lagani
        bagi saya itu tdk apa -apa selama dia tdk melanggar dari norma agam
      7. 27.05.2013,
        13:12
        Alin
        kita yang harus lebih bijak dalam penggunaan tekhnologi, karena kalau kita tidak cermat maka kerugian yang akan kita dapatkan...
      8. 24.05.2013,
        11:10
        Mbah son
        Sayang...hanya gara2 foto...karier hancur.,nama baek jga trcemar...seharusx aparat mmbri contoh yg baek pda klayak umum...! From mobile
      9. 20.05.2013,
        00:20
        nurdin
        Setiap manusia pasti mempunyai kelebihan dan kekuranga, tinggal bagaimana kita dapat bisa menyikapi hal itu untuk hidup kedepan yang lebih baik.
      10. 18.05.2013,
        09:48
        Kuwat rahmanto
        utk saudaraku semua sesama keturunan ADAM leluhur kita, TEKNOLOGI INFORMASI ( IT ) untuk saudara kita adalah hal canggih dan baru, PERLU PENTING UNTUK DIKETAHUI, IT (untuk semua alat komunikasi elektronik yang dikendalikan dari pusat/server semua dapat dimonitor oleh pusat/server bahkan oleh penyusup haram/hacker ), untuk itu saudaraku harus HATI-HATI JANGAN SEKALI-KALI AMBIL/FOTO DOKUMEN PENTING/RAHASIA MENGGUNAKAN ALAT KOMUNIKASI YANG TERSAMBUNG DENGAN JARINGAN YANG DIKENDALIKAN DARI PUSAT/SERVER. ini sangat berbahaya.

        jaga rahasia untuk keselamatan pribadi itu sangat penting,

        semoga lain waktu tidak ada yang coba2 foto pakai HP,

        salam dari embah Kuwat