Jumat, 31 Oktober 2014 | 17:44:04
Home / Ekonomi / Makro / Harga Cabai Rawit Naik

Jumat, 17 Mei 2013 , 08:34:00

BERITA TERKAIT

BOGOR - Harga cabai rawit di pasar tradisional Kota Bogor kembali naik. Rata-rata per kilogram naik Rp3.700. Saat ini, harga per kilogram mencapai Rp30.400. Padahal, hari sebelumnya hanya Rp26.700 per kilogram.

Kenaikan harga ini, terjadi sejak awal tahun lalu, merangkak sedikit demi sedikit. Pada akhir 2012, harga cabai hanya Rp12.000 per kilogram. Kenaikan harga cabai terjadi, karena beberapa sentra tanaman cabai sedikit panen dan ada yang baru tanam. "Setiap minggu harga cabai merah rawit naik," kata Plt Kepala Unit Pasar Kebonkembang, Rizal Utami

Dia menyatakan harga cabai jenis lain masih stabil di angka yang tetap tinggi. Harga cabai rawit hijau bertahan pada harga Rp14.000 per kilogram, harga cabai merah keriting naik dari Rp15.600 per kilogram menjadi Rp15.900 per kilogram. Sedangkan cabai merah besar naik dari Rp14.000 per kilogram menjadi Rp 14.200 per kilogram.

Naiknya harga cabai ini disebabkan tanaman cabai yang rusak atau hasil panen tidak maksimal. Sedangkan kawasan sentra cabai juga ada yang baru tanam, sehingga pasokan cabai ke pasar-pasar berkurang.

Selain itu, rumah makan, hotel, dan rumah tangga juga menjadi konsumen aktif. "Musim yang lumayan ekstrem juga berpengaruh terhadap hasil panen," kata Kabid Perdagangan Disperindag, Mangahit Sinaga.

Menurut Suyani (30) pedagang sayuran di Pasar Gunungbatu, kenaikan harga cabai ini memang terjadi sejak awal Maret. Tetapi kenaikannya sedikit demi sedikit. "Pasokan cabai dari beberapa daerah juga tidak sebanyak tahun lalu," katanya.

Sementara,harga gula pasir semula Rp9.800 per kilogram naik menjadi Rp 10.500, harga minyak goreng naik menjadi Rp 10 ribu dari sebelumnya Rp 9.500 per kilogram, harga beras medium sebelumnya seharga Rp 7.800 per kilogram naik menjadi Rp 8.200

Akibatnya, sejumlah pembeli mengaku terbebani harga kebutuhan pokok tersebut. Suliati, seorang pedagang makanan di Merdeka, mengaku keuntungannya menipis sejak harga kebutuhan pokok naik. "Harga makanan tetap sama, tak naik," katanya. Ia khawatir pembeli lari jika harga makanan dinaikkan. Untuk itu, ia tetap mempertahankan harga makanan dan merelakan keuntungannya berkurang.(ram/c)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar