Kamis, 23 Oktober 2014 | 07:39:05
Home / Berita Daerah / Sulsel / PM Kamboja Jadi Warga Kehormatan Sulsel

Senin, 20 Mei 2013 , 09:10:00

MAKASSAR -- Pemerintah Provinsi Sulsel, menganugerahi gelar warga kehormatan Sulsel kepada Perdana Menteri Kamboja, Sumdech Hun Sen.
   
Penganugerahan kepada Hun Sen dilakukan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, dalam acara jamuan makan malam delegasi peserta konferensi CAPDI, yang dikemas dalam acara Welcome Dinner di rumah jabatan Gubernur Sulsel, Minggu (19/5) malam.
   
Penganugrahan gelar tersebut ditandai dengan pemberian sertifikat dan badik emas (senjata tradisional khas Sulsel) kepada Hun Sen yang disaksikan sejumlah pemimpin dan tokoh dari berbagai negara.
   
Selain Perdana Menteri Kamboja, Samdech Hun Sen, jamuan makan malam ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting lainnya, diantaranya Wakil Perdana Menteri Kamboja Sok An, Mantan Presiden Filipina Fidel Ramos, Ketua CAPDI Jusuf Kalla, dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, serta sejumlah delegasi dari bebrgaai negara lainnya.
    
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Jufri Rahman, mengatakan, pemberian gelar warga kehormatan Sulsel kepada Hun Sen, dilakukan karena Pemprov menilai Hun Sen merupakan sosok kepala negara sekaligus penggiat demokrasi yang konsisten terlibat dalam organisasi sosial seperti CAPDI. Ia mengatakan passapu patonro yang diberikan kepada Hun Sen merupakan kostum perang prajurit Gowa dan badi de'de taeng kecil tapi berbisa.
   
Manfaat bagi Sulsel atas pemberian gelar kehormatan ini, kata dia, cukup besar, karena secara tidak langsung Hun Sen memiliki tanggung jawab moril terhadap Sulsel.
   
"Dengan demikian akan ada hubungan emosional antara Sulsel dengan PM Thailand, secara tidak langsung Hun Sen akan memiliki tanggungjawab moril dalam mempromosikan Sulsel," paparnya.
   
Tak hanya itu, sambung dia, networking antara Sulsel dengan Kamboja, juga akan terjalin lebih baik lagi, khususnya dalam membangun hubungan kerja sama. (kas/pap)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 20.05.2013,
        11:45
        vira
        Apa betul demokrasi sistem buatan manusia mampu mengikat hub kerjasama yg mmbawa rahmat bg rakyat khususnx warga sulawesi,klo betul,coba tunjukkn hasil dr kerjasamanx,tp knp yah,d daerah lain utamanx d papua nasibnx tragis,mau d lepas dr NKRI,stlh d keruk tambang emasnx olh asing&lihatlah warganx.masih rendah taraf hidupnx,miskin,bodoh,primitif. bak ayam mati dlm lumbung padi.jd waspadalh dg brbagai kerjasama dg asing,trutama asing yg tdk menerapkn aturan2 dr Sang pncipta mnusia yg Mha smpurnah dr pd mnusiax From mobile