Kamis, 31 Juli 2014 | 02:15:12
Home / Nasional / Politik / DPP PAN Bantah Kader Tewas Karena Dianiaya

Rabu, 22 Mei 2013 , 22:24:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - DPP PAN sudah mengetahui kabar tewasnya La Ode Alimuddin Kunsi, wakil sekretaris (PAN) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). PAN memastikan bahwa kader yang tewas bukan karena korban dari penganiyaan.

"Saya sudah koordinasi dengan kader PAN. Dan dari beberapa keterangan saksi disebutkan memang terjadi perdebatan tapi tidak ada kontak fisik," kata Ketua DPP PAN, Bima Arya kepada JPNN di Jakarta, Rabu (22/5).

Bima mengakui bahwa Alimuddin dan Sekretaris DPD PAN Muna, Ikhlas Muhammad memang sempat terlibat perdebatan hebat. Namun kontak fisik keduanya tidak terjadi karena kader lain yang melihat kejadian itu segera melerai.

Korban yang masih tersulut dengan emosi kemudian terus berjalan ke halaman Kantor DPP PAN Muna di Jalan Sangke Palangga Kabupaten Muna. Hanya beberapa langkah, korban kemudian terjatuh.

"Kuat dugaan bahwa korban kena serangan jantung koroner. Karena dari riwayat penyakitnya, yang bersangkutan memang mengidap penyakit jantung," katanya.

Dari informasi yang dihimpun Kendari News (Jawa Pos Group), dua orang sesama kader PAN itu terlibat perkelahian di depan kantor DPD PAN Muna. Korban yang diduga mengalami luka lantas dilarikan ke RSUD Muna.

Namun, nyawa korban tak mampu diselamatkan. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekira pukul 12.00 WITA.

Pantauan KendariNews.Com Rabu (22/5) siang di RSUD Muna, istri dan keluarga korban menangis histeris setelah melihat korban terbujur kaku tak bernyawa di RSUD Muna. Sejumlah pejabat juga hadir seperti Wakil Bupati Muna Malik Ditu, Kapolres Muna AKBP Sempana Sitepu, Wakil Ketua DPRD Muna Mahmud Muhammad. Selain itu, para petinggi PAN Muna juga ikut hadir yakni Ketua PAN Muna, Dr Rajab Biku, La Ode Koso keluarga dan kolega Amiluddin Kunsi serta sejumlah anggota DPRD Muna. (fitri/awa/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 23.05.2013,
        09:35
        jujur
        Mana yang benar? berkelai apa sakit jantung?, hal2 begini saja sudah nggak jujur gimana mau jujur ngurus rakyat.......