Selasa, 02 September 2014 | 21:05:10
Home / Berita Daerah / Kep. Riau / Tak Dikasih Uang Mabuk, Bakar Diri di Depan Ortu

Kamis, 23 Mei 2013 , 22:51:00

BERITA TERKAIT

BATAM - Adzan maghrib baru saja terlantunkan, Rabu (22/5) petang, ketika Erwan (40) yang dalam kondisi sempoyongan karena mabuk minuman keras, mendatangi bapaknya di tempat usaha karaoke keluarga di Batu Tambun Rintis, Anambas, Kepulauan Riau. Pria warga Kampung Baru, Tarempa, Anambas itu dengan sedikit merancau, minta uang pada bapaknya yang sering dipanggil dengan nama Pakde.

Namun permintaan itu tidak segera dipenuhi sang bapak. Tidak ada uang lagi di kantong celananya. Selain tak pegang duit, Pakde juga merasa anaknya itu sudah keterlaluan. Hari itu, jika ditotal, ia sudah memberikan uang sebesar Rp 250 ribu.

Tapi, uang segitu tak cukup untuk meneruskan kegemaran Erwan, menenggak miras. Erwan, petang itu datang kembali minta uang untuk membeli miras. “Saat itu, anak saya sedang mabuk,” kata Pakde mengisahkan awal anaknya membakar diri. “Dia mengancam mau bakar diri karena tetap ngotot minta uang padahal uang sudah saya berikan namun dia tetap meminta lebih. Karena saya waktu itu tidak pegang uang.”

Ancaman Erwan pada bapaknya ternyata bukan isapan jempol. Merasa tidak dikasih uang cukup sesuai permintaannya, Erwan langsung mengambil gelen (jerigen) ukuran lima liter berisi bensin yang berada tak jauh dari tempatnya. Sementara tangan sebelahnya memegang korek api.

Saat itu juga, Erwan tanpa diduga langsung menuangkan minyak ke tubuhnya dan mematik korek sehingga api menyala. Api pun menyala dengan cepat.

Begitu melihat anaknya tersulut api, sang bapak kebingungan. Namun secara sigap Pakde langsung mengambil selimut dan membasahinya dengan air. Selanjutnya selimut yang basah tersebut dililitkan kepada tubuh korban sehingga api padam.

“Api begitu cepat menyala saya langsung ambil selimut dan membasahinya. Saat itu juga selimut saya balutkan ke tubuhnya hingga akhirnya api padam,”ujar Pakde sambil terisak.

Setelah api padam, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tarempa untuk mendapatkan perawatan intensif. Karena luka bakar yang diderita korban mencapai 99 persen, akhirnya pihak puskesmas merujuk korban ke Rumahsakit Lapangan Palmatak. Dan hari Kamis (23/5), korban dirujuk ke Jakarta.

“Luka korban parah hingga sampai 99 persen. Yang tidak terbakar hanya daerah kemaluan korban. Namun mulai dari kepala hingga seluruh tubuh terbakar. Tapi kedalaman luka bakar belum diketahui nanti di Rumah Sakit Lapangan akan diperiksa kembali,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Anambas, Said Moh Damrie.(yes/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 24.05.2013,
        09:46
        iko
        sdh ikhlasin aja, toh cuman bisa bikin onar n sengsara ortu.