Sabtu, 20 September 2014 | 12:58:20
Home / Jabodetabek / 186 Calhaj Bogor Batal Berangkat

Kamis, 13 Juni 2013 , 04:41:00

BERITA TERKAIT

BOGOR - Pemangkasan kuota jamaah haji terjadi di Bogor. Di hari terakhir pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH), kemarin, Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) Kota dan Kabupaten Bogor mencoret 186 calon haji (calhaj). Jumlah calhaj yang batal berangkat bakal bertambah seiring permintaan pemangkasan kuota pemerintah Arab Saudi.
     
Menteri Agama Suryadharma Ali, kemarin memastikan adanya pemangkasan kuota haji nasional itu. Pemerintah Arab Saudi meminta pemotongan kuota jamaah haji Indonesia 2013 sebesar 20 persen. Dengan demikian, sebanyak 42.200 calhaj Indonesia terancam gagal menunaikan ibadah haji. “Kuota jamaah haji Indonesia pada 2013 menjadi 168.800 jamaah dari semula 211.000 jamaah," ujarnya.
   
Pengurangan kuota ini berdasarkan surat dari Kementerian Haji Arab Saudi tertanggal 6 Juni 2013. Hal ini juga berlaku bagi seluruh negara pengirim haji lainnya tanpa terkecuali. SDA -begitu ia disapa- segera membuka usaha diplomasi dengan pihak pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Hal ini dilakukan untuk meminta dispensasi bagi Indonesia atas diberlakukannya kebijakan tersebut.
   
SDA juga mengimbau calon jamaah haji tahun 2013 untuk tidak panik. Mereka diminta menunggu hasil pembahasan antara Menteri Agama dan pihak Arab Saudi. “Kepada calon haji yang kemungkinan akan terkena dampak dari kebijakan Pemerintah Arab Saudi ini, kami jamin akan kepastian mendapatkan alokasi kuota keberangkatannya pada 2014. Dan, kepada mereka tidak akan dikenakan biaya tambahan BPIH, apabila terjadi selisih lebih pada 2014,” jelasnya.
   
Sementara itu, hingga tadi malam, Kakemenag Kota dan Kabupaten Bogor belum bisa memastikan apakah akan ada lagi pemangkasan kuota. Pasalnya, kebijakan pemangkasan kuota sebanyak 40 ribu calhaj itu belum sampai ke Bogor.
   
Kepala seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kakemenag Bogor, Ansorullah mengatakan, pihaknya tak bisa berbuat banyak jika memang benar ada permintaan pemangkasan kuota lagi. Mereka yang sudah melunasi BPIH pun bisa jadi batal berangkat.
   
“Di Kota Bogor, ada 48 jamaah yang tidak melunasi BPIH. Mereka sedang sakit atau dalam kondisi hamil. Kuota yang kami coret akan dikembalikan ke kuota nasional,” ucapnya kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group), Rabu (12/6).
   
Kuota haji untuk Kota Bogor tahun ini berjumlah 848 jamaah. Jika dipotong dengan yang batal berangkat, maka kuotanya kini hanya 800 orang. Di balik pemangkasan kuota, Kakemenag Kota Bogor juga mendapatkan tambahan delapan clahaj berusia lanjut. Tapi, keberangkatan mereka tak dimasukkan ke kuota resmi. Berkas keberangkatan clhaj sepuh itu langsung dibawa ke Kemenag Pusat.
   
Ia menambahkan, para calhaj yang menyelesaikan BPIH kini diwajibkan mendaftarkan kembali. “Berangkat awal kuota nasional nanti pada 9 September 2013,” tandasnya. Sedangkan, pemangkasan kuota haji di Kabupaten Bogor mencapai 138 jamaah. Semula, kuota yang diberi pemerintah untuk Kabupaten Bogor mencapai 3.553 jamaah.
     
“Hanya 3.415 jamaah yang melunasi BPIH,” ujar Kasi Haji dan Umrah Kakemenag Kabupaten Bogor, Ngadiono. Seperti halnya Bogor, Ngadiono belum bisa memastikan apakah 3.415 jamaah haji yang sudah lunas BPIH akan berangkat semua tahun ini. “Kami masih menunggu negosiasi yang dilakukan Kemenag dengan Pemerintah Arab Saudi,” imbuhnya.
   
Hingga tahun ini, jumlah pendaftar haji di Kabupaten Bogor mencapai 29 ribu orang. Jika rata-rata ada 3.500 jamaah haji berangkat per tahun, setidaknya calhaj yang mendaftar tahun ini baru bisa berangkat delapan tahun mendatang. Sedangkan di Kota Bogor, waiting list atau daftar tunggu haji tercatat ada 9 ribu jamaah. Peningkatan daftar tunggu haji terus bertambah karena semakin mapannya penduduk Kota Bogor. Dengan angka 9 ribu daftar tunggu, diperkirakan bagi pendaftar pada 2013 baru akan menunaikan ibadahnya pada 2022.(rp3/ful)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar