Jumat, 28 November 2014 | 13:53:23
Home / Nasional / Politik / Wiranto-Harry Diprediksi Bakal Pecah Kongsi

Kamis, 04 Juli 2013 , 22:14:00

JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden Partai Hanura, yakni Wiranto-Harry Tanoesudibjo, diprediksi tidak akan bertahan lama.

Paling lambat pascapengumuman hasil Pileg pasangan itu akan pecah karena kecilnya peluang Hanura mengusung pasangannya tanpa koalisi.

“Fakta selama ini hampir tidak mungkin satu partai apalagi Hanura bisa mengusung sendiri pasangannya. Paling lambat, usai pengumuman pemenang pemilu legislatif pasangan ini saya yakini pecah karena Hanura harus berkoalisi dan pasangan koalisinya akan meminta banyak syarat,” kata pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit, di Jakarta, Kamis (4/7).

Penyebab perpecahan mereka lanjut Arbi, karena kedua pasangan calon itu memiliki sumber kekuasaan yang berbeda.

Harry dengan kekuatan kapital dan Wiranto modalnya pengaruh dan pengalamannya di militer. ”Nantinya pasangan koalisi akan menentukan mana yang lebih penting, pengaruh dan pengalaman atau modal ekonomi? Ini tergantung pada mitra koalisi mereka,” kata Sanit.

Pasangan beda etnis ini lanjutnya, sulit mengulang keberhasilan Jokowi-Ahok. Selain itu, masih banyak faktor antara lain seberapa jauh mereka bersih dan dipandang mampu menjadi pemimpin serta bagaimana intergritas dan visi misi mereka.

"Semakin banyak faktor yang bisa mereka penuhi, semakin besar kemungkinannya menang. Jadi bukan masalah etnis saja seperti yang dikatakan oleh Wiranto,” tegasnya.

Lagi pula, elaktabilitas Jokowi di Pemilukada DKI Jakarta jauh di atas elaktabilitas Wiranto saat ini. ”Jadi dengan kondisi ini saya rasa mereka hanya berupaya untuk menaikan hasil Pileg dahulu. Dengan dekralasi ini mereka mengharapkan akan dapat dukungan suara yang maksimal sehingga bisa memajukan mereka," tegasnya. (fas/jpnn)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 07.07.2013,
        11:43
        alfian
        Jadi pengorbanan untuk parta itu tolok ukur utamanya uang ? Orang baru tiba-tiba nangkring di atas hanya karena ia berduit. Terus orang lain, yg sudah bertahun-tahun berjuang membesarkan parta bahkan sejak parta ini belum lahir, dianggap tidak lebih penting dari dia (HT) ? Wah, gawat juga kalau presiden indonesia nanti kualitasnya kayak begini, bisa dibeli dgn uang. Gue rasa nih parta akan sama nasibnya dgn PDS : tamat, selesai, dan almarhum. From mobile