Selasa, 31 Mei 2016 | 18:53:48

Jumat, 26 Juli 2013 , 06:06:00

2015 Belum Sarjana, Guru Dijadikan Tenaga Administrasi


JAKARTA - Peringatan keras bagi guru yang belum bergelar sarjana. Jika sampai 2015 nanti belum mengantongi ijazah S1 atau D4, guru bersangkutan dilarang mengajar. Posisinya langsung diturunkan menjadi pegawai administrasi atau non-guru lainnya.

Kewajiban guru berijazah sarjana atau diploma IV itu merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam undang-undang itu, pemerintah diberi tugas meningkatkan kualifikasi guru yang belum sarjana selama sepuluh tahun. Dengan demikian, deadline pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan guru jatuh pada 2015 nanti.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidan Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, aturan kualifikasi pendidikan guru minimal sarjana atau diploma IV itu berlaku tegas. "Jika pada 2015 nanti masih ada guru yang belum sarjana, ya tidak boleh mengajar," tegas mantan rektor Universitas Andalas (Unand) Padang itu, Kamis (25/7).

Guru yang tidak boleh lagi mengajar karena belum sarjana tadi tidak serta merta dikeluarkan atau kena PHK (pemutusan hubungan kerja) dari sekolahnya. Tetapi, guru tadi masih bisa bekerja sebagai tenaga administrasi atau tenaga non-guru lainnya.

Musliar mengakui jumlah guru yang sudah mengajar (guru dalam jabatan) tetapi belum berijazah S1 atau Diploma IV masih banyak. "Jumlah pastinya saya tidak hafal. Tetapi banyak," kata dia.

Musliar menolak bahwa Kemendikbud dicap gagal dalam meningkatkan kualifikasi pendidikan guru yang belum sarjana tadi. Dia menuturkan, selama ini Kemendikbud sudah mengalokasikan beasiswa atau sumbangan dana pendidikan bagi guru yang ingin melanjutkan studi sarjana atau diploma IV. Tetapi kenyataannya, serapan alokasi beasiswa ini sangat rendah.

Menurut Musliar, rendahnya serapan alokasi beasiswa peningkatan kualifikasi pendidikan itu disebabkan dari pihak guru sendiri yang tidak mendaftar. "Kemendikbud menyediakan anggarannya. Tidak bisa memaksakan jika guru tidak berniat mengambilnya," ujarnya.

Dia berharap pada tahun ini dan 2014 nanti serapan beasiswa peningkatan kualifikasi pendidikan bagi para guru bisa tinggi. Apalagi setelah keluar warning bahwa guru dilarang mengajar jika belum berijazah S1 atau D-IV.

Terpisah, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) mencatat, hingga akhir 2013 jumlah guru yang belum sarjana atau D-IV mencapai 1.034.080 orang. "Memang benar pemerintah memberi waktu hingga akhir 2015 agar memenuhi kualifikasi sebagaimana diatur dalam UU Guru dan Dosen," ujar Deputi Bidang SDM Aparatur Kemen PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja.

Terkait urusan kepangkatan, Setiawan mengatakan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah 16/1994 dan Keputusan Presiden 87/1999, untuk PNS yang menduduki jabatan fungsional (termasuk guru) dengan pendidikan tertinggi D-III maka kenaikan pangkatnya hanya sampai III/d. Berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB 16/2009 dinyatakan bahwa guru yang pendidikannya belum sarjana, maka kenaikan pangkatnya tidak dapat melebihi III/d. "Kecuali saat mereka ditetapkan, Permenpan ini sudah di atas III/d, dengan catatan tidak dapat naik pangkat lagi," katanya.(wan)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 09.03.2016,
          19:43
          uttami wijayanti
          Bagi calon pelamar CPNS 2016 mulai sekarang sudah bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian CPNS tahun 2016 nanti. Penerimaan CPNS 2016 akan
        2. 09.03.2016,
          18:53
          Montesori V Gobel
          Saya sudah gol.IV/A From mobile
        3. 01.02.2016,
          15:56
          aisha
          gimana cranya dapat beasisswa utk guru yang belum S1 seperti saya..
        4. 09.01.2016,
          12:24
          glendy singal
          Ada baiknya pemerintah membuat jalur khusus utuk para guru yg belum sarjana..pemberian bantuan langsung bagi guru pns yg akan melanjutkan s1.beginilah nasio guru.pahlawan tanpa tanda jasa.habis manis sepa di buang..lihat betapa besar pengorbanan se orang guru dalam bekerja..hendaknya pemerintah mengupayakan yg terbaik bagi guru.. From mobile
        5. 06.01.2016,
          10:08
          margaretha bappa
          bagaimana basib seorg guru yang belum sarjana namun nilai ukg desember 2015 nilainya 5, 6. From mobile
        6. 14.10.2015,
          18:55
          bahria amalia
          Bagaimana carany kuliah S1 paud setelah mengajar 10 tahun. From mobile
        7. 13.10.2015,
          10:54
          try
          Sya seorang mahasiswi, saya juga setuju dengan kebijakan pemerintah ini, tapi apakah tidak ada pertimbangan bagi guru lulusan SPG yang sudah mengajar puluhan tahun tiba-tiba gaji sertifikasinya dicabut kembali, saya anak dari seorang ibu yang mengabdi sebagai guru walaupun ibu saya bukanlah lulusan S1 Tetapi ibu saya lebih bisa mengajar dan pendekatan dengan muridnya baik muridnya senang dgn cara dia mengajar kalau tidak percaya boleh tim mendiknas melihat hasil kinerja ibu saya selama berpuluh-puluh tahun yg lalu, From mobile
        8. 28.09.2015,
          16:52
          yono
          Kami rakyat indonesia setuju dengan rencana penghapusan sertifikasi guru karena membuat kecemburuan sosial di kalangan masyarakat dan memang seka
        9. 14.08.2015,
          22:25
          rina
          Tidak etis rasanya ketika sya sebagai mahasiswa di bagian pendidikan mencaci sistem pendidikan yg ada.
          Ibu saya seorang guru SD yg sudah hampir 40 thn mengajar di sekolah kecil di desa kami, guru yg di segani dan di sayangi oleh masyarakat sekitar. Memang ibu saya hanya tamatan D2, banyak sarjana muda sekarang yg pandai mengajar kan anak2 membaca, menulis, berhitung dan lain sebagainya, tapi satu hal yg tak bisa mereka tiru dari ibunda saya, pergi mengabdi dengan sepedanya, sampai di sekolah anak murid berebutan bersalamn denganya, tak pernah sedikitpun waktu mengajar di gunakan untuk menelpon saya sang anak. Waktunya hanya semata untuk anak didik nya. 4 thun yg lalu beliau di berikan ujian dari yg maha kuasa ginjal nya hrus diangkat sebelah, dengan 1 ginjal sekarang penuh semngt untuk tetap mengajr di sekolah yg di cintanya. Saya sendiri mngkin muak dg sekolah itu, tapi ibu, ibu tetap sabar dan senang ketika sampai di sekolah. Malam ini terdengar gusar si ibu menelpon saya, rupanya tentang sertifikasi, saya sngt berterimaksh atas sertifikash ini, walau hanya D2 ibu sya bisa menikmati sertfkasi seperti yg lain, sekarang beliau berumur 54 tahun 12 agustus ehkkk ternyata semua guru harus s1 dan D4 jika ingin tetap sertfkasi, oooo gusar lah si ibu,, aturanya beliau menikmati masa nya sebelum pensiun ehk harus kuliah lagi, tetap dengan segala kekurangan ibu sya berdiri dengan satu ginjalnya harus kuliah dengan tugas2 kuliah, dan dengan kewajibanya untuk mendidik anak muridnya 24 jam.
          Saya hanya berdoa anda yg membuat peraturan ini tidak pernah merasakan posisi kami. From mobile
        10. 04.08.2015,
          16:45
          amir
          Rupanya dana untuk membantu guru mengejar s1 itu berlimpah ruah ya pak.tapi kenapa ya pak syaratnya banyak kali,harus ada bukti setoran spp semester genap dari pt lah.harus ada transkip nilai terakhirlah dari kpus.kan semua itu harus lunas spp pak baru di kasih.padahal sebagian dari kita sppnya banyak yg nunggak pak maklum pak gaji guru honor apalagi yg di swasta kecil pak.nanti kalau saya sebutin nominalnya disini saya takut bapak kaget.kalau boleh saran pak.gak usah dipersulitlah.kalau ada sk mengajar sama keterangan aktif kuliah dari seorang guru.ya menurut saya udah layaklah dapat bantuan. From mobile