Rabu, 05 Agustus 2015 | 17:29:20

Jumat, 26 Juli 2013 , 06:06:00

JAKARTA - Peringatan keras bagi guru yang belum bergelar sarjana. Jika sampai 2015 nanti belum mengantongi ijazah S1 atau D4, guru bersangkutan dilarang mengajar. Posisinya langsung diturunkan menjadi pegawai administrasi atau non-guru lainnya.

Kewajiban guru berijazah sarjana atau diploma IV itu merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam undang-undang itu, pemerintah diberi tugas meningkatkan kualifikasi guru yang belum sarjana selama sepuluh tahun. Dengan demikian, deadline pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan guru jatuh pada 2015 nanti.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidan Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, aturan kualifikasi pendidikan guru minimal sarjana atau diploma IV itu berlaku tegas. "Jika pada 2015 nanti masih ada guru yang belum sarjana, ya tidak boleh mengajar," tegas mantan rektor Universitas Andalas (Unand) Padang itu, Kamis (25/7).

Guru yang tidak boleh lagi mengajar karena belum sarjana tadi tidak serta merta dikeluarkan atau kena PHK (pemutusan hubungan kerja) dari sekolahnya. Tetapi, guru tadi masih bisa bekerja sebagai tenaga administrasi atau tenaga non-guru lainnya.

Musliar mengakui jumlah guru yang sudah mengajar (guru dalam jabatan) tetapi belum berijazah S1 atau Diploma IV masih banyak. "Jumlah pastinya saya tidak hafal. Tetapi banyak," kata dia.

Musliar menolak bahwa Kemendikbud dicap gagal dalam meningkatkan kualifikasi pendidikan guru yang belum sarjana tadi. Dia menuturkan, selama ini Kemendikbud sudah mengalokasikan beasiswa atau sumbangan dana pendidikan bagi guru yang ingin melanjutkan studi sarjana atau diploma IV. Tetapi kenyataannya, serapan alokasi beasiswa ini sangat rendah.

Menurut Musliar, rendahnya serapan alokasi beasiswa peningkatan kualifikasi pendidikan itu disebabkan dari pihak guru sendiri yang tidak mendaftar. "Kemendikbud menyediakan anggarannya. Tidak bisa memaksakan jika guru tidak berniat mengambilnya," ujarnya.

Dia berharap pada tahun ini dan 2014 nanti serapan beasiswa peningkatan kualifikasi pendidikan bagi para guru bisa tinggi. Apalagi setelah keluar warning bahwa guru dilarang mengajar jika belum berijazah S1 atau D-IV.

Terpisah, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) mencatat, hingga akhir 2013 jumlah guru yang belum sarjana atau D-IV mencapai 1.034.080 orang. "Memang benar pemerintah memberi waktu hingga akhir 2015 agar memenuhi kualifikasi sebagaimana diatur dalam UU Guru dan Dosen," ujar Deputi Bidang SDM Aparatur Kemen PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja.

Terkait urusan kepangkatan, Setiawan mengatakan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah 16/1994 dan Keputusan Presiden 87/1999, untuk PNS yang menduduki jabatan fungsional (termasuk guru) dengan pendidikan tertinggi D-III maka kenaikan pangkatnya hanya sampai III/d. Berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB 16/2009 dinyatakan bahwa guru yang pendidikannya belum sarjana, maka kenaikan pangkatnya tidak dapat melebihi III/d. "Kecuali saat mereka ditetapkan, Permenpan ini sudah di atas III/d, dengan catatan tidak dapat naik pangkat lagi," katanya.(wan)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 04.08.2015,
          16:45
          amir
          Rupanya dana untuk membantu guru mengejar s1 itu berlimpah ruah ya pak.tapi kenapa ya pak syaratnya banyak kali,harus ada bukti setoran spp semester genap dari pt lah.harus ada transkip nilai terakhirlah dari kpus.kan semua itu harus lunas spp pak baru di kasih.padahal sebagian dari kita sppnya banyak yg nunggak pak maklum pak gaji guru honor apalagi yg di swasta kecil pak.nanti kalau saya sebutin nominalnya disini saya takut bapak kaget.kalau boleh saran pak.gak usah dipersulitlah.kalau ada sk mengajar sama keterangan aktif kuliah dari seorang guru.ya menurut saya udah layaklah dapat bantuan. From mobile
        2. 31.05.2015,
          08:25
          Petrus Ratu Koten
          selamat yang berbahagia pencetus undang-undang guru, yang menyatakan bahwa dedlanne waktu thn 2015 belum berijasah strata 1 dialihkan tugas menjadi tenaga administrasi (tenaga adminis trasi). apakah pemberlakuan aturan tidak dapat di pilah? karna: 1. masuk tahun 2016 kebayakan tenaga guru masa pensiunnya sisa 1, 2, 3, 4, 5 tahun, dan sudah berkarya diatas 25 tahun, mengantongi ijasah SPG, D1, D2,D3, menjadi pertanyaan apakah tidak ada pertimbangan lain tentang jasa para guru yang sudah mengabdi diatas 25 tahun? kami mohon tolog pertimbangkan. 2. menjadi guru diatas 25 Tahun rentang waktu yang tidak sedikit, awal menjadi guru tidak ada motivasi menjadi guru yang materialis, guru dengan kehidupan apa adanya, mengajar didaerah terpencil harus berjalan kkaki menuju tempat tugas, tidakmenumpangi mobil mewah, sang guru bermodalkan kaki yang sehat untuk menuju tempat tugas yang jauh dari kota, yang jauh dari tempat asalnya, apakah anda buta hati dengan nasib guru yang telah mengabdi diatas 25 tahun?
          2. program pemerintah untuk memotivasi agar kekurangan guru dapat diatasi untuk menjadi guru SMP dan SMA/MK pada era mendikbud Nugroho Noto Susanto digulirkan Program D! untuk menjadi guru SMP, D2 menjadi Guru SMP/SMA dan D3 menjadi guru SMA/MK dengan sarat setelah selesai pendidikan langsung diangkat menjadi guru, ditempatkan diatur oleh menteri pendidikan dan kebudayaan RI via Kantor WlayahPendidikan dan kebudayaan setempat. kebyayakan ditempatkan pada daerah yang tidak ada perguruan tinggi untuk melakukan transfer mendapatkan ijasah yang lebih tinggi, kalo pemerintah mengatakan waktu 10 tahun sejak tahun 2005 sampai dengan 2015 harus S1, kemana para guru ini untuk melanjutkan? apakah tidak pernah berpikir kalo si guru harus meninggalkan tempat tugas untuk melanjutkan pendidikan,siapa yang menggantikan tugas mengajar sang guru ybs? 3. Rasanya tidak adil kalo pemerintah berlakukan undang-undang guru, kalo tidak memperhatikan masa kerja guru yang bersangkutan, marilah kita mendidik anak bangsa berkarakter, yang tahu terima kasih mulai dari para pejabat sampai kepada para guru dan kepada segenap warga negara. janganlah menganut pepatah habis manis sepah dibuang From mobile
        3. 19.05.2015,
          18:56
          Felma
          apakah tidak ada kebijakan lain bagi guru yg sdh mengabdi 30 tahun , usia 49 tahun. Tidak S1, hanya D2 .Haruskah aturan itu diberlakukan juga?
        4. 06.05.2015,
          09:28
          slamet prihadi
          jangan dialihtugaskan ke tenaga administrasi / non guru bagi guru non S-1,pensiunkan saja dengan pesangon yang memadai untuk alih profesi non pem
        5. 28.04.2015,
          12:29
          rosyid
          apakah guru yang sudah 30 tahun mengajar golongnya sudah 4A , usianya sudah 56 tahun, tapi belum S1. nasibnya sepertia apa ??
        6. 12.04.2015,
          21:42
          nelly
          serasa lagi jadi kelinci percobaan.... sedihnya jadi Guru Honor yang belum sanggup kuliah S1, mau kuliah makan aja susah. nasib guru jadi horor..
        7. 06.04.2015,
          11:19
          Wahyu Teguh Jatmiko
          guru yang sudah inpassing apakah bisa diangkat menjadi PNS. MATUR NUWON
        8. 30.03.2015,
          08:43
          lidia
          bagaimana dengan guru honor yang D2 PGSD tp dia sementara kuliah S1 PGSD dan pd akhir 2015 dia br bisa mengantongi ijazah S1 PGSD ??????
        9. 23.03.2015,
          08:40
          Arin Pritawati
          sebetulnya intinya kan cuma selembar kertas yang ada tulisan 'sarjana' sebagai legitimasi bisa 'masuk kelas' ...ironis...
        10. 07.03.2015,
          18:47
          HARIS, S.Pd
          Apakah Guru Yang Lulusan S.1 Administrasi Pendidikan tidak perlu sertifikasi ulang

        此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

        获取 Adobe Flash Player