Kamis, 24 April 2014 | 10:20:54

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Home / Pendidikan / Pendidikan / 2015 Belum Sarjana, Guru Dijadikan Tenaga Administrasi

Jumat, 26 Juli 2013 , 06:06:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Peringatan keras bagi guru yang belum bergelar sarjana. Jika sampai 2015 nanti belum mengantongi ijazah S1 atau D4, guru bersangkutan dilarang mengajar. Posisinya langsung diturunkan menjadi pegawai administrasi atau non-guru lainnya.

Kewajiban guru berijazah sarjana atau diploma IV itu merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam undang-undang itu, pemerintah diberi tugas meningkatkan kualifikasi guru yang belum sarjana selama sepuluh tahun. Dengan demikian, deadline pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan guru jatuh pada 2015 nanti.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidan Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, aturan kualifikasi pendidikan guru minimal sarjana atau diploma IV itu berlaku tegas. "Jika pada 2015 nanti masih ada guru yang belum sarjana, ya tidak boleh mengajar," tegas mantan rektor Universitas Andalas (Unand) Padang itu, Kamis (25/7).

Guru yang tidak boleh lagi mengajar karena belum sarjana tadi tidak serta merta dikeluarkan atau kena PHK (pemutusan hubungan kerja) dari sekolahnya. Tetapi, guru tadi masih bisa bekerja sebagai tenaga administrasi atau tenaga non-guru lainnya.

Musliar mengakui jumlah guru yang sudah mengajar (guru dalam jabatan) tetapi belum berijazah S1 atau Diploma IV masih banyak. "Jumlah pastinya saya tidak hafal. Tetapi banyak," kata dia.

Musliar menolak bahwa Kemendikbud dicap gagal dalam meningkatkan kualifikasi pendidikan guru yang belum sarjana tadi. Dia menuturkan, selama ini Kemendikbud sudah mengalokasikan beasiswa atau sumbangan dana pendidikan bagi guru yang ingin melanjutkan studi sarjana atau diploma IV. Tetapi kenyataannya, serapan alokasi beasiswa ini sangat rendah.

Menurut Musliar, rendahnya serapan alokasi beasiswa peningkatan kualifikasi pendidikan itu disebabkan dari pihak guru sendiri yang tidak mendaftar. "Kemendikbud menyediakan anggarannya. Tidak bisa memaksakan jika guru tidak berniat mengambilnya," ujarnya.

Dia berharap pada tahun ini dan 2014 nanti serapan beasiswa peningkatan kualifikasi pendidikan bagi para guru bisa tinggi. Apalagi setelah keluar warning bahwa guru dilarang mengajar jika belum berijazah S1 atau D-IV.

Terpisah, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) mencatat, hingga akhir 2013 jumlah guru yang belum sarjana atau D-IV mencapai 1.034.080 orang. "Memang benar pemerintah memberi waktu hingga akhir 2015 agar memenuhi kualifikasi sebagaimana diatur dalam UU Guru dan Dosen," ujar Deputi Bidang SDM Aparatur Kemen PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja.

Terkait urusan kepangkatan, Setiawan mengatakan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah 16/1994 dan Keputusan Presiden 87/1999, untuk PNS yang menduduki jabatan fungsional (termasuk guru) dengan pendidikan tertinggi D-III maka kenaikan pangkatnya hanya sampai III/d. Berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB 16/2009 dinyatakan bahwa guru yang pendidikannya belum sarjana, maka kenaikan pangkatnya tidak dapat melebihi III/d. "Kecuali saat mereka ditetapkan, Permenpan ini sudah di atas III/d, dengan catatan tidak dapat naik pangkat lagi," katanya.(wan)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 17.04.2014,
        19:39
        EDI SYAPRIANTO
        di tmpat kmi infrmsny bagi guru yg bukan S1 PGSD hanya sampai IIId. apa betul pak? tlng jawabannya....mksh...
      2. 17.04.2014,
        19:39
        EDI SYAPRIANTO
        di tmpat kmi infrmsny bagi guru yg bukan S1 PGSD hanya sampai IIId. apa betul pak? tlng jawabannya....mksh...
      3. 16.04.2014,
        21:49
        drs.tajuddinur
        saya setuju
      4. 02.04.2014,
        10:50
        Teo Pratama
        Bukti ketidak mampuan pemerintah dalam mengurus pendidikan apabila undang undang tersebut di berlakukan..
      5. 01.04.2014,
        20:43
        evi zuli setyani
        masih banyak juga guru berijazah linier tetapi ijazahnya tidak diakui karena tidak memiliki ijin belajar(lulus s-1 ketika CPNS)mohon diperhatikan
      6. 25.03.2014,
        19:48
        Guru seniorku
        Kebijakan pemerintah tentang uu guru harus s1 pada thn 2015. harus d jalankan, guru belum s1 tdk boleh mengajar, guru yg s1 dpt sertivikasi... Guru belum s1 gigit jari...! Guru s1 d katan goblok, apalagi guru yg belum s1...! From mobile
      7. 14.03.2014,
        20:42
        nurjanah
        tidak adil, udah mau pensiun kok malah jadi tenaga administrasi....apa pantes
      8. 14.03.2014,
        08:27
        SAHRUN,S.Pd
        TOLONG TANGGULANGI CALON GURU YANG SUDAH SARJANA NAMUN MEREKA MEMILIH MENJADI PENCUCI PIRING YANG HONORNYA LEBIH DARI GAJI GURU HONORER DI SWASTA
      9. 09.03.2014,
        16:47
        engla raafi
        Apa yang dilakukan pemerintah ttg guru yang belum sarjana? Saya bertanya, apakah guru yang sudah sarjana itu diyakini,ia mampu dalam pengajaran? Bahkan guru yang belum sarjana lebih bisa mengajar dripada guru yang sudah sarjana. Guru yang sdh sarjana itu mungkn ada sesuatu yang tdk bs membuat meka srjana mislnya ttg ekonomi, oleh krna itu, guru yg belum srjana tdk pants untk dipindahkan. From mobile
      10. 07.03.2014,
        22:52
        donald
        itu baru tindakan tegas terhadap dunia pendidikan. kalau dpt jgn tggu 2015 tp secepatnya aja, pak mentri!!!

      此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

      获取 Adobe Flash Player