Sabtu, 20 Desember 2014 | 06:30:14
Home / Pendidikan / Pendidikan / 2015 Belum Sarjana, Guru Dijadikan Tenaga Administrasi

Jumat, 26 Juli 2013 , 06:06:00

JAKARTA - Peringatan keras bagi guru yang belum bergelar sarjana. Jika sampai 2015 nanti belum mengantongi ijazah S1 atau D4, guru bersangkutan dilarang mengajar. Posisinya langsung diturunkan menjadi pegawai administrasi atau non-guru lainnya.

Kewajiban guru berijazah sarjana atau diploma IV itu merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam undang-undang itu, pemerintah diberi tugas meningkatkan kualifikasi guru yang belum sarjana selama sepuluh tahun. Dengan demikian, deadline pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan guru jatuh pada 2015 nanti.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidan Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, aturan kualifikasi pendidikan guru minimal sarjana atau diploma IV itu berlaku tegas. "Jika pada 2015 nanti masih ada guru yang belum sarjana, ya tidak boleh mengajar," tegas mantan rektor Universitas Andalas (Unand) Padang itu, Kamis (25/7).

Guru yang tidak boleh lagi mengajar karena belum sarjana tadi tidak serta merta dikeluarkan atau kena PHK (pemutusan hubungan kerja) dari sekolahnya. Tetapi, guru tadi masih bisa bekerja sebagai tenaga administrasi atau tenaga non-guru lainnya.

Musliar mengakui jumlah guru yang sudah mengajar (guru dalam jabatan) tetapi belum berijazah S1 atau Diploma IV masih banyak. "Jumlah pastinya saya tidak hafal. Tetapi banyak," kata dia.

Musliar menolak bahwa Kemendikbud dicap gagal dalam meningkatkan kualifikasi pendidikan guru yang belum sarjana tadi. Dia menuturkan, selama ini Kemendikbud sudah mengalokasikan beasiswa atau sumbangan dana pendidikan bagi guru yang ingin melanjutkan studi sarjana atau diploma IV. Tetapi kenyataannya, serapan alokasi beasiswa ini sangat rendah.

Menurut Musliar, rendahnya serapan alokasi beasiswa peningkatan kualifikasi pendidikan itu disebabkan dari pihak guru sendiri yang tidak mendaftar. "Kemendikbud menyediakan anggarannya. Tidak bisa memaksakan jika guru tidak berniat mengambilnya," ujarnya.

Dia berharap pada tahun ini dan 2014 nanti serapan beasiswa peningkatan kualifikasi pendidikan bagi para guru bisa tinggi. Apalagi setelah keluar warning bahwa guru dilarang mengajar jika belum berijazah S1 atau D-IV.

Terpisah, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) mencatat, hingga akhir 2013 jumlah guru yang belum sarjana atau D-IV mencapai 1.034.080 orang. "Memang benar pemerintah memberi waktu hingga akhir 2015 agar memenuhi kualifikasi sebagaimana diatur dalam UU Guru dan Dosen," ujar Deputi Bidang SDM Aparatur Kemen PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja.

Terkait urusan kepangkatan, Setiawan mengatakan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah 16/1994 dan Keputusan Presiden 87/1999, untuk PNS yang menduduki jabatan fungsional (termasuk guru) dengan pendidikan tertinggi D-III maka kenaikan pangkatnya hanya sampai III/d. Berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB 16/2009 dinyatakan bahwa guru yang pendidikannya belum sarjana, maka kenaikan pangkatnya tidak dapat melebihi III/d. "Kecuali saat mereka ditetapkan, Permenpan ini sudah di atas III/d, dengan catatan tidak dapat naik pangkat lagi," katanya.(wan)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 19.12.2014,
          22:41
          hoirul aniswati
          bagus tuh kalau guru harus punya wawasan dan ilmu yang lbih tinggi dari muridnya apalagi zaman sekarang indonesia ingin maju yang di utamaka guru harus berpendidikan paling rendah s1
          From mobile
        2. 13.12.2014,
          13:24
          yani afriyani
          Saya mau tanya bgmn yg lulusan/berijazah SPG(sekolah pendidikan guru? Yang blm lulus S1 dan akn lulus thn 2016? Bgmn nadibnya? From mobile
        3. 01.12.2014,
          09:53
          ana
          seandainya semua guru yang belum s1 dijadikan tenaga administrasi, bagaimana jadinya sekolah yang kekurangan guru.
        4. 30.11.2014,
          07:58
          Salam
          Moga-moga guru yang dah nerima uang sertifikasi membelanjakan uang dengan benar.Ngga bingung kalau disuruh mempertanggungjawabkan.
        5. 28.11.2014,
          01:07
          sihardi
          apakah benar peraturan pemerintah bagi guru yang sudah sertifikasi belum s1 dijadikan tenaga Admistrasi
        6. 16.11.2014,
          16:50
          Zaka
          Negara indonesia Yang di utamakan Ijazah apa SDM...Salah kaprah di negra indonesia...Banyak yg hanya lulusan SMP,SMA, SDMnya lbh crds dr pd Sarja
        7. 15.11.2014,
          20:44
          wahyu
          kalau mau meningkatkan kesra guru jangan banyak dalil. dulu kenaikan pangkat lewat angka kredit. diperketat ganti sertifikasi baru mau menikmati harus s1 ..25 th jadi guru niich ya s1 penting saya setuju tapi apa pengalaman gak dipertimbangan From mobile
        8. 15.11.2014,
          04:43
          Sihardi
          mohon penjelasan masalah Guru yang sudah sertifikasi umur 50 tahun belum mendapatkan gelar S1 tgl 1 januari 2016 mau diputus pembayaran sertifin
        9. 13.11.2014,
          14:20
          Hasanuddin
          ada seorang guru kpl skola sd sdh sertifikasi sejak 2009 tapi jurusan S1 nya bahasa indonesi,,,gmana nantiya apkah msih bisa trima tunjangan?
        10. 02.11.2014,
          11:50
          ABDULLAH
          sertifikasi guru jangan dipotong,kasihan sang UMAR BAKRI.

        此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

        获取 Adobe Flash Player