Senin, 02 Maret 2015 | 14:25:53

Jumat, 26 Juli 2013 , 06:06:00

JAKARTA - Peringatan keras bagi guru yang belum bergelar sarjana. Jika sampai 2015 nanti belum mengantongi ijazah S1 atau D4, guru bersangkutan dilarang mengajar. Posisinya langsung diturunkan menjadi pegawai administrasi atau non-guru lainnya.

Kewajiban guru berijazah sarjana atau diploma IV itu merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam undang-undang itu, pemerintah diberi tugas meningkatkan kualifikasi guru yang belum sarjana selama sepuluh tahun. Dengan demikian, deadline pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan guru jatuh pada 2015 nanti.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidan Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, aturan kualifikasi pendidikan guru minimal sarjana atau diploma IV itu berlaku tegas. "Jika pada 2015 nanti masih ada guru yang belum sarjana, ya tidak boleh mengajar," tegas mantan rektor Universitas Andalas (Unand) Padang itu, Kamis (25/7).

Guru yang tidak boleh lagi mengajar karena belum sarjana tadi tidak serta merta dikeluarkan atau kena PHK (pemutusan hubungan kerja) dari sekolahnya. Tetapi, guru tadi masih bisa bekerja sebagai tenaga administrasi atau tenaga non-guru lainnya.

Musliar mengakui jumlah guru yang sudah mengajar (guru dalam jabatan) tetapi belum berijazah S1 atau Diploma IV masih banyak. "Jumlah pastinya saya tidak hafal. Tetapi banyak," kata dia.

Musliar menolak bahwa Kemendikbud dicap gagal dalam meningkatkan kualifikasi pendidikan guru yang belum sarjana tadi. Dia menuturkan, selama ini Kemendikbud sudah mengalokasikan beasiswa atau sumbangan dana pendidikan bagi guru yang ingin melanjutkan studi sarjana atau diploma IV. Tetapi kenyataannya, serapan alokasi beasiswa ini sangat rendah.

Menurut Musliar, rendahnya serapan alokasi beasiswa peningkatan kualifikasi pendidikan itu disebabkan dari pihak guru sendiri yang tidak mendaftar. "Kemendikbud menyediakan anggarannya. Tidak bisa memaksakan jika guru tidak berniat mengambilnya," ujarnya.

Dia berharap pada tahun ini dan 2014 nanti serapan beasiswa peningkatan kualifikasi pendidikan bagi para guru bisa tinggi. Apalagi setelah keluar warning bahwa guru dilarang mengajar jika belum berijazah S1 atau D-IV.

Terpisah, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) mencatat, hingga akhir 2013 jumlah guru yang belum sarjana atau D-IV mencapai 1.034.080 orang. "Memang benar pemerintah memberi waktu hingga akhir 2015 agar memenuhi kualifikasi sebagaimana diatur dalam UU Guru dan Dosen," ujar Deputi Bidang SDM Aparatur Kemen PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja.

Terkait urusan kepangkatan, Setiawan mengatakan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah 16/1994 dan Keputusan Presiden 87/1999, untuk PNS yang menduduki jabatan fungsional (termasuk guru) dengan pendidikan tertinggi D-III maka kenaikan pangkatnya hanya sampai III/d. Berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB 16/2009 dinyatakan bahwa guru yang pendidikannya belum sarjana, maka kenaikan pangkatnya tidak dapat melebihi III/d. "Kecuali saat mereka ditetapkan, Permenpan ini sudah di atas III/d, dengan catatan tidak dapat naik pangkat lagi," katanya.(wan)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 26.02.2015,
          18:24
          Wanti
          Padahal pekerjaan guru yang belum S1 dan bersertifikasi bekerjanya tidak kalah dengan yang sudah profesional. Bagaimana guru yang akan lulus
        2. 05.02.2015,
          20:48
          radot noviko
          semangat ajalah, awak masih DIII belum da biaya, hanya tuhan yg tau!
        3. 03.02.2015,
          12:51
          mariyanto
          kalau guru yg belum s1 tdk boleh mengajar mau dikemanakan siswanya,siapa yang akan mengajar sementara di sekolah masih kekurangan guru.
        4. 03.02.2015,
          09:36
          muhammad,S.Pd
          bagaimana yg gak linear apa ada program dikuliahkn mslhnya pengbadiannya sdh ada bg yg msh honor,klo pns kan gak jd masalah sbab kuliah bth dana
        5. 03.02.2015,
          09:36
          muhammad,S.Pd
          bagaimana yg gak linear apa ada program dikuliahkn mslhnya pengbadiannya sdh ada bg yg msh honor,klo pns kan gak jd masalah sbab kuliah bth dana
        6. 31.01.2015,
          17:55
          asyari
          Buktinya di riau atau di kab meranti masih byak yg guru gk sarjana, tapi keyataan yg ada pihak pemerintah, lebih singkatya dinas pendidikan gk ada kebijakan atau tindAkan sama sekali From mobile
        7. 27.01.2015,
          23:59
          PIani
          Saya seorang guru diSMk pendidikan DIII, Tata Boga, sudah PNS diangkat tahun 2007, mau ambil S1 di UT tidak ada jurusan yang linier dgn ijazah yang sudah saya miliki, DIII dulu saya tempuh diyogyakarta. saat ini saya Tugas diKalBar( Kab. Sintang) Anak sudah sekolah semua SD dan SMP banyak memerlukan biaya. informasih beasiswa tidak pernah dengar apa lagi mau ngajukan beasiswa. Mohon di pertimbangkan kembali. Kalau ada beasiswa Tahun 2014 kami pasti mau kuliah lagi pak walaupun umur sudah tua. Karena nuntut ilmu tidak kenal usia.
          From mobile
        8. 25.01.2015,
          11:06
          Bagaimanakah Pak guru yang tahun ini bulan November baru lulus tapi tidak liner dan sudah mengikuti
          Semangat guru Indonesia
        9. 07.01.2015,
          15:47
          nikmad irawani
          apakah yang sudah sertifikasi, berumur 50 tahun tapi belum sarjana. Apakah sertifikasinya akan diputua atau dilanjutkan?
          From mobile
        10. 25.12.2014,
          02:45
          Abdul azis
          Bagaimana mau melanjutkan ke s1 jurusan yang relevan sudah tidak ada

        此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

        获取 Adobe Flash Player