Senin, 15 September 2014 | 09:04:55
Home / Pendidikan / Pendidikan / 2015 Belum Sarjana, Guru Dijadikan Tenaga Administrasi

Jumat, 26 Juli 2013 , 06:06:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Peringatan keras bagi guru yang belum bergelar sarjana. Jika sampai 2015 nanti belum mengantongi ijazah S1 atau D4, guru bersangkutan dilarang mengajar. Posisinya langsung diturunkan menjadi pegawai administrasi atau non-guru lainnya.

Kewajiban guru berijazah sarjana atau diploma IV itu merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam undang-undang itu, pemerintah diberi tugas meningkatkan kualifikasi guru yang belum sarjana selama sepuluh tahun. Dengan demikian, deadline pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan guru jatuh pada 2015 nanti.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidan Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, aturan kualifikasi pendidikan guru minimal sarjana atau diploma IV itu berlaku tegas. "Jika pada 2015 nanti masih ada guru yang belum sarjana, ya tidak boleh mengajar," tegas mantan rektor Universitas Andalas (Unand) Padang itu, Kamis (25/7).

Guru yang tidak boleh lagi mengajar karena belum sarjana tadi tidak serta merta dikeluarkan atau kena PHK (pemutusan hubungan kerja) dari sekolahnya. Tetapi, guru tadi masih bisa bekerja sebagai tenaga administrasi atau tenaga non-guru lainnya.

Musliar mengakui jumlah guru yang sudah mengajar (guru dalam jabatan) tetapi belum berijazah S1 atau Diploma IV masih banyak. "Jumlah pastinya saya tidak hafal. Tetapi banyak," kata dia.

Musliar menolak bahwa Kemendikbud dicap gagal dalam meningkatkan kualifikasi pendidikan guru yang belum sarjana tadi. Dia menuturkan, selama ini Kemendikbud sudah mengalokasikan beasiswa atau sumbangan dana pendidikan bagi guru yang ingin melanjutkan studi sarjana atau diploma IV. Tetapi kenyataannya, serapan alokasi beasiswa ini sangat rendah.

Menurut Musliar, rendahnya serapan alokasi beasiswa peningkatan kualifikasi pendidikan itu disebabkan dari pihak guru sendiri yang tidak mendaftar. "Kemendikbud menyediakan anggarannya. Tidak bisa memaksakan jika guru tidak berniat mengambilnya," ujarnya.

Dia berharap pada tahun ini dan 2014 nanti serapan beasiswa peningkatan kualifikasi pendidikan bagi para guru bisa tinggi. Apalagi setelah keluar warning bahwa guru dilarang mengajar jika belum berijazah S1 atau D-IV.

Terpisah, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) mencatat, hingga akhir 2013 jumlah guru yang belum sarjana atau D-IV mencapai 1.034.080 orang. "Memang benar pemerintah memberi waktu hingga akhir 2015 agar memenuhi kualifikasi sebagaimana diatur dalam UU Guru dan Dosen," ujar Deputi Bidang SDM Aparatur Kemen PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja.

Terkait urusan kepangkatan, Setiawan mengatakan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah 16/1994 dan Keputusan Presiden 87/1999, untuk PNS yang menduduki jabatan fungsional (termasuk guru) dengan pendidikan tertinggi D-III maka kenaikan pangkatnya hanya sampai III/d. Berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB 16/2009 dinyatakan bahwa guru yang pendidikannya belum sarjana, maka kenaikan pangkatnya tidak dapat melebihi III/d. "Kecuali saat mereka ditetapkan, Permenpan ini sudah di atas III/d, dengan catatan tidak dapat naik pangkat lagi," katanya.(wan)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 10.09.2014,
        10:28
        Asri Jazariyah
        saya ssudah S1, tetapi karena mengurus ijin belajar terlambat, ijazah lebih dulu turun daripada ijin belajarnya.sama BKD saya diminta kuliah lg,
      2. 21.07.2014,
        22:13
        Retno
        Pak mentri yth,bagaimana klo gr.dah sergur gk S1 GK kulyah krn dah usia lbh 50 th,gk mampu mikir lg, apa sergur dihentikan ato dilarang mengajar?
      3. 21.07.2014,
        22:13
        Retno
        Pak mentri yth,bagaimana klo gr.dah sergur gk S1 GK kulyah krn dah usia lbh 50 th,gk mampu mikir lg, apa sergur dihentikan ato dilarang mengajar?
      4. 08.07.2014,
        07:11
        ulfa
        status ny bagaimana, jika 2015 S1 ny blm selsai???
        tolng jwabnny..
      5. 06.07.2014,
        23:21
        Edo p
        Pak mentri saya guru belum sertifikasi di sekolah saya guru yg sudah sertifikasi 10 orang di SDN guru tsb kalau sudah menerima UANG tunjangan sertifikasi berangkat ke luar daerah sampai 1.2minggu tugas mengajar diserahkan pd gr honor.Apakah itu keberhasilan pemerintah ttg UU guru. Pikirkan! From mobile
      6. 04.07.2014,
        11:15
        veriansyah
        dulu thn 2010 guru blm s1 bisa serti..stlah dapat serti nanti 2015 mau dicabut ..mcm mana nya ngra kita ne
      7. 25.06.2014,
        01:49
        good backlinks
        2ikWjE I appreciate you sharing this article post.Really thank you! Want more. From mobile
      8. 17.06.2014,
        10:02
        INDAH PURNAMASARI
        Sebenarnya berapa sich biaya ADMINISTRASI kalau mau mengurus Kenaikan Pangkat dari Gol. III.a / ke III.b, karena di tempat Kami Kabupaten...
      9. 14.05.2014,
        19:17
        jagau
        bagai mana dgn guru sd berijazahkan d2 pgsd akta 2,kalau tdk s1 juga dicabut haknya untuk mengajar dan dijadikan tenaga administrasi
      10. 13.05.2014,
        08:26
        saadon
        mohon maaf.. tidak semua mahasiswa menerima tunjangan yang di anggarkan oleh pemerintah,(guru yg sedang kuliah)