Kamis, 23 Oktober 2014 | 22:50:31
Home / Pendidikan / Pendidikan / Sebut Sensus Kurikulum 2013 Tak Bermanfaat

Selasa, 06 Agustus 2013 , 00:06:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Pengurus Besar PGRI menilai rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh melakukan sensus implementasi Kurikulum 2013 di tengah kontroversi penerapan kurikulum baru tidak akan memberikan banyak manfaat. Ketua PB PGRI, Sulistyo, bahkan pesimistis hasil survei itu hanya buang-buang uang.

Menurutnya, survei, evaluasi, kajian, atau bahkan penelitian memang diperlukan dalam setiap pelaksanaan keputusan atau kebijakan, sehingga diharapkan memberikan umpan balik dan perbaikan implentasinya. Tapi survei terhadap implementasi kurikulum 2013 yang akan dilakukan oleh Kemdikbud pada 19-29 Agustus 2013 nanti menurutnya berbeda dengan kebijakan lainnya. Sebab, sekolah sasaran implementasi kurikulum hanya sekolah eks RSBI dan terakreditasi A.

"Jadi, hasil survei ini tidak banyak manfaatnya untuk menggambarkan implentasi kurikulum 2013 itu," kata Sulistyo kepada JPNN, Senin (5/8) malam.

Menurutnya, jika hasil yang diperoleh baik maka akan hal itu wajar karena sekolah yang jadi sasaran memang istimewa. Tapi akan menjadi tidak wajar jika nantinya hasilnya jelek, apalagi jika implementasinya di sekolah yang biasa, bahkan sekolah yang kurang bagus.

Ditegaskannya, sebelum kurikulum baru diterapkan, PGRI telah meminta agar kurikulum tematik integratif itu dijadikan pilot studi. Artinya, kurikulum dijicobakan di sekolah  terakreditasi A, B, dan juga C. Bila ini yang dilakukan Kemdikbud, Sulistyo meyakini sensus itu akan sangat bermakna.

Nah, karena sudah terlanjur dijalankan, PB PGRI meminta Kemendikbud untuk jujur memanfaatkan sensus tersebut agar bermanfaat. "Jadi tidak pemborosan saja. Sebaliknya, jangan dijadikan sensus itu alat pembenaran kebijakan yang kontroversi itu," pungkasnya.(fat/jpnn)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 06.04.2014,
        13:24
        check this out now
        eP5osl Really enjoyed this blog.Really thank you! Want more. From mobile
      2. 08.09.2013,
        20:14
        ade
        apakah kita benar-benar memahami esensi dari perubahan suatu kurikulum?
      3. 11.08.2013,
        01:42
        Anang Dwijo Suryanto
        Bingung mau komen apa sama kebijakan pak menteri yg 'hueebat' ini !
      4. 09.08.2013,
        08:48
        andri
        desekulerisasi pendidikan.perlancar aliran dana tunjangan guru.biar guru bisa fokus implementasi kurikulum apapun From mobile
      5. 08.08.2013,
        20:31
        bryan
        guru tik smp dan sma yang sudah sertifikasi bagaimana nasibnya? apa bisa cair tppnya karena mapelnya hilang
      6. 08.08.2013,
        17:08
        isa ansori
        di surabaya malah banyak sekolah yang belum terakreditasi A yang dijadikan contoh...pak menteri ternyata kurang valid penyampaiannya From mobile
      7. 07.08.2013,
        09:02
        Khairansyah
        setuju dengan apa yang dikatakan PB PGRI
      8. 06.08.2013,
        17:32
        kawulaning Gusti
        gampang sih, kalau PGRI berani serukan Boikot kurikulum 13 juga selesai,pasti batal kurikulum 13.
      9. 06.08.2013,
        15:07
        enthung
        kemendikbud jadi kebingungan
      10. 06.08.2013,
        09:18
        rudi
        Apa Uangnya udah berlebihan ? masih banyak sarana pendidikan yg dibutuhkan di desa