‚Äč
Jumat, 27 Februari 2015 | 13:04:27

Kamis, 08 Agustus 2013 , 07:49:00

BERITA TERKAIT

JOMBANG - Mercon alias petasan kembali menelan korban menjelang Lebaran. Ledakan hebat terjadi di rumah Hj Umi Kulsum, 66, di Dusun Karanglo, Desa Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Selasa malam (6/8). Ledakan yang terjadi pukul 20.30 tersebut berasal dari bahan dasar mercon berjenis bubuk potasium atau biasa disebut serbuk brown seberat 4 kilogram.

Jawa Pos Radar Mojokerto melaporkan, dalam peristiwa itu, satu orang tewas dan satu orang lainnya mengalami luka serius. Korban tewas adalah Didik Irwanto, 25, warga setempat. Didik merupakan saudara sepupu (misanan) pemilik rumah, Umi Kulsum. Sedangkan korban luka-luka diketahui bernama Taufik Hidayat, juga warga Dusun Karanglo, Desa Godong.

Ledakan serbuk mercon yang terdengar hingga radius 1 kilometer lebih tersebut meluluhlantakkan dua bangunan dan seluruh isi rumah. Masing-masing rumah milik Kulsum dan putrinya, Umi Hayati. Posisi dua rumah milik ibu dan anak itu berdampingan. Namun, kerusakan cukup parah terjadi di kediaman Kulsum.

Bangunan bagian belakang rumah tempat penyimpanan serbuk potasium hancur. Ledakan dahsyat itu hampir merobohkan seluruh bangunan rumah. Dinding ruang tengah dan kamar milik Kulsum retak-retak terbelah, dari atap hingga lantai. Bahkan, tembok dinding berdiameter 2 meter jebol.

Untung, saat insiden berlangsung, Kulsum dan M. Anas, 42, putra pertamanya, yang berada dalam rumah sama-sama dalam kondisi selamat. "Alhamdulillah, begitu ledakan terjadi, saya sedang berada di teras rumah. Sementara Anas menonton televisi di ruang tengah," ujar Kulsum kepada Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin.

Ledakan juga memorak-porandakan seluruh isi rumah nenek delapan cucu itu. Lemari berisi kue dan jajanan persediaan Lebaran ambruk. Kaca lemari pecah bersama seluruh isinya, sedangkan daun lemarinya lepas. "Padahal, biasanya usai Tarawih saya langsung masuk kamar minum obat dan tidur," imbuhnya dengan terus mengucap rasa syukur selamat dari ledakan.

Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, sebelum terjadi ledakan, warga melihat korban berjalan mendatangi gudang penyimpanan kayu bekas di belakang rumah milik Kulsum. Karena tak dilengkapi lampu penerangan, saat memasuki gudang setengah terbuka beratap genting ini, korban terlihat menyalakan lampu handphone (HP). Selain serbuk potasium, di dalam gudang itu terdapat ribuan selongsong petasan berbagai ukuran.

Oleh korban, serbuk potasium seberat 4 kilogram disimpan dalam beberapa kantong plastik, lantas dijadikan satu dalam wadah jeriken. Nahas, saat korban melakukan pengisian selongsongan menggunakan serbuk potasium, terjadi percikan yang dipicu tekanan pada waktu pengisian selongsongan. Saat itulah terjadi ledakan besar.

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar