Sabtu, 22 November 2014 | 03:25:39
Home / Kriminal / Mercon Meledak, Satu Tewas, Dua Rumah Hancur

Kamis, 08 Agustus 2013 , 07:49:00

JOMBANG - Mercon alias petasan kembali menelan korban menjelang Lebaran. Ledakan hebat terjadi di rumah Hj Umi Kulsum, 66, di Dusun Karanglo, Desa Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Selasa malam (6/8). Ledakan yang terjadi pukul 20.30 tersebut berasal dari bahan dasar mercon berjenis bubuk potasium atau biasa disebut serbuk brown seberat 4 kilogram.

Jawa Pos Radar Mojokerto melaporkan, dalam peristiwa itu, satu orang tewas dan satu orang lainnya mengalami luka serius. Korban tewas adalah Didik Irwanto, 25, warga setempat. Didik merupakan saudara sepupu (misanan) pemilik rumah, Umi Kulsum. Sedangkan korban luka-luka diketahui bernama Taufik Hidayat, juga warga Dusun Karanglo, Desa Godong.

Ledakan serbuk mercon yang terdengar hingga radius 1 kilometer lebih tersebut meluluhlantakkan dua bangunan dan seluruh isi rumah. Masing-masing rumah milik Kulsum dan putrinya, Umi Hayati. Posisi dua rumah milik ibu dan anak itu berdampingan. Namun, kerusakan cukup parah terjadi di kediaman Kulsum.

Bangunan bagian belakang rumah tempat penyimpanan serbuk potasium hancur. Ledakan dahsyat itu hampir merobohkan seluruh bangunan rumah. Dinding ruang tengah dan kamar milik Kulsum retak-retak terbelah, dari atap hingga lantai. Bahkan, tembok dinding berdiameter 2 meter jebol.

Untung, saat insiden berlangsung, Kulsum dan M. Anas, 42, putra pertamanya, yang berada dalam rumah sama-sama dalam kondisi selamat. "Alhamdulillah, begitu ledakan terjadi, saya sedang berada di teras rumah. Sementara Anas menonton televisi di ruang tengah," ujar Kulsum kepada Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin.

Ledakan juga memorak-porandakan seluruh isi rumah nenek delapan cucu itu. Lemari berisi kue dan jajanan persediaan Lebaran ambruk. Kaca lemari pecah bersama seluruh isinya, sedangkan daun lemarinya lepas. "Padahal, biasanya usai Tarawih saya langsung masuk kamar minum obat dan tidur," imbuhnya dengan terus mengucap rasa syukur selamat dari ledakan.

Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, sebelum terjadi ledakan, warga melihat korban berjalan mendatangi gudang penyimpanan kayu bekas di belakang rumah milik Kulsum. Karena tak dilengkapi lampu penerangan, saat memasuki gudang setengah terbuka beratap genting ini, korban terlihat menyalakan lampu handphone (HP). Selain serbuk potasium, di dalam gudang itu terdapat ribuan selongsong petasan berbagai ukuran.

Oleh korban, serbuk potasium seberat 4 kilogram disimpan dalam beberapa kantong plastik, lantas dijadikan satu dalam wadah jeriken. Nahas, saat korban melakukan pengisian selongsongan menggunakan serbuk potasium, terjadi percikan yang dipicu tekanan pada waktu pengisian selongsongan. Saat itulah terjadi ledakan besar.

Seketika ledakan menghancurkan seluruh isi bangunan. Dorongan ledakan juga mengakibatkan tubuh korban terpelanting hingga 5 meter dari titik pengisian selongsongan. Korban tewas seketika dengan kondisi mengenaskan. Sebagian tubuhnya mengalami luka bakar. Sedangkan bagian bawah dan kaki kirinya hancur.

Selain korban, Taufik Hidayat, yang sedang duduk di teras rumah Karim (anak keempat Kulsum) persis 8 meter dari belakang rumah Kulsum, juga mengalami luka-luka. Taufik terkena serpihan kaca rumah saat ledakan berlangsung.

Kulsum menambahkan, dirinya tidak mengetahui bahwa gudang penyimpanan kayu bekas miliknya, yang persis berada di belakang rumah, diam-diam digunakan korban untuk menyimpan 4 kilogram obat mercon.

Hanya, lanjut Kulsum, Senin (5/8) sebelumnya dia melihat korban kedapatan membawa kantong plastik yang diduga berisi bubuk peledak mercon. "Dari mana, disimpan di mana, saya tidak tahu. Katanya, ada beberapa anak muda yang urunan, mau buat mercon," lontar Kulsum. Rencananya, mercon yang dibuat korban dan beberapa rekannya hendak disulut pada malam takbiran dan Lebaran.

Selain rumah Umi Kulsum, dapur rumah milik putrinya, Umi Hayati, juga terlihat nyaris ambruk. Bagian atap rusak berat. Sementara dinding pembatas bangunan dapur mengalami retak-retak.

Kapolsek Gudo AKP Ismono menyatakan, dari oleh tempat kejadian perkara (TKP), ledakan memang dipicu racikan bahan peledak mercon berjenis potasium. "Keterangan saksi, katanya saat itu korban sedang proses pengisian selongsong mercon," terangnya. Di lokasi, selain menemukan pakaian korban, petugas berhasil menemukan serbuk potasium dan ratusan mercon belum terpakai. Barang bukti (BB) itu ditemukan petugas di sebuah kebun tebu, berjarak 100 meter dari tempat kejadian.

Masing-masing disimpan dalam tiga dus berisi 225 selongsong mercon dan satu kantong plastik berisi serbuk peluncur belerang. "Kami akan kembangkan kasus ini, dari mana korban mendapatkan serbuk mercon itu. Termasuk dengan mendalami mercon buatan korban, apakah akan dijualbelikan atau untuk digunakan sendiri," pungkasnya.    (ris/c9/kim)

 

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar