Kamis, 30 Oktober 2014 | 21:29:34
Home / Ekonomi / Industri / Produksi Susu Naik

Sabtu, 17 Agustus 2013 , 05:32:00

BERITA TERKAIT

SURABAYA-Banyaknya pabrik yang membutuhkan pasokan susu sapi segar membuat harga terangkat. Dampaknya, selain faktor alami, produksi susu sejak Juli kemarin mengalami peningkatan hingga sekarang mencapai 1.000 ton per hari.

Awal tahun lalu, produksi susu rendah hanya 800 ton per hari dan sempat naik menjadi 900 ton per hari.

Ketua Bidang Usaha Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jatim Sulistyanto mengatakan peternak. sangat membutuhkan rangsangan, terutama dari segi harga. Karena itu, ketika pabrik susu mematok harga yang lebih tinggi dari sebelumnya itu sudah memberi angin segar bagi para peternak.

"Produksi susu sapi segar kita sempat turun sehingga menjadi 800 ton per hari. Kemudian naik 900 ton per hari. Nah, adanya peningkatan harga membuat produksi susu terus naik hingga sekarang menjadi 1.000 ton per hari," katanya kemarin (16/8).

Kenaikan harga itu dipicu oleh kebutuhan pabrik yang terus meningkat. Ditambah, ada pabrik susu yang siap menampung susu produksi peternak pada bulan ini. "Tentu ini menjadi motivasi bagi para peternak yang menganut harga tertinggi dalam menjual hasil produksi mereka. Dan, sudah menjadi hak koperasi untuk melakukan transaksi yang menguntungkan bagi para anggota. Jadi, tidak ada paksaan harus menyuplai ke satu pabrik tertentu," urai dia.

Saat ini harga susu sapi segar di tingkat koperasi dihargai Rp 4.700-4.800 per liter. Bahkan, untuk susu dengan kualitas baik mencapai Rp 5.000 per liter. Sebelumnya, susu sapi segar hanya dibeli dengan harga Rp 4.200-4.300 per liter.

"Tapi, kami tetap mengimbau pada peternak agar tidak asal menjual susu, tapi harus tetap memperhatikan kualitas terutama segi keamanan pangan. Jadi harus asli, sehat, utuh dan halal," tandas dia.

Dia optimistis harga susu akan terus naik sejalan dengan kebutuhan yang terus meningkat. Apalagi, harga susu dunia terus menunjukkan peningkatan. Dikatakan, kebutuhan yang meningkat tersebut terlihat dari jumlah industri pengolahan susu nasional skala besar dan kecil. Saat ini jumlahnya makin bertambah menjadi sekitar 50 industri.

Sedangkan di jatim terdapat tujuh industri. Tidak hanya industri dengan kebutuhan besar, beberapa industri makanan minuman mulai merambah dengan mengeluarkan produk turunan susu dalam skala kecil.

"Selain itu, ada investor asing yang tertarik membangun pabrik susu karena melihat potensi di dalam negeri sangat besar. Seperti dari Singapura dan Jepang. Tapi di tengah perkembangan pabrik susu swasta yang terus berkembang, sebenarnya kami yang merupakan gabungan peternak ingin membangun pabrik sendiri. Tidak hanya visi misi, tapi juga perlu modal besar. Karena itu, bagi para peternak ini perlu suntikan khusus seperti keringanan mendapatkan sapi tambahan sebagai modal kerja," urai dia. (res)

 

 

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar