Minggu, 26 Oktober 2014 | 04:14:29
Home / Berita Daerah / NTT / Panen Sorgum, Bupati Belu Berterimakasih ke Dahlan

Sabtu, 24 Agustus 2013 , 16:34:00

ATAMBUA - Bupati Belu Joachim Lopez tak hentinya mengucap syukur pada Tuhan karena perekonomian warganya kini bisa lebih maju. Menurutnya, keberhasilan yang dicapai karena dorongan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan untuk membudidayakan tanaman sorgum.

"Ini luar biasa sekali, 4 bulan yang lalu bapak (Dahlan Iskan-red) datang ke sini untuk ikut menanam sorgum. Sekarang datang untuk panen hasilnya," ujar Belu saat memberikan sambutan di acara panen sorgum di Nareksa, Atambua, NTT, Sabtu (24/8).

Semangat menanam tanaman sorgum itu kata Belu, telah membuat pola pikir masyarakat di Atambua berubah drastis. "Pak Dahlan telah berhasil membawa perubahan bagi masyarakat di sini yaitu perubahan mainset yang akhirnya direspon baik oleh masyarakat di Atambua. Ini program terobosan yang luar biasa. Dengan adanya upaya ini bisa merubah bangsa kita dan perubahan perilaku etos kerja," papar dia.

Di tempat yang sama Dahlan mengatakan dirinya berusaha mencari jalan keluar bagi perekonomian masyarakat Atambua. Sebelum mendorong masyarakat untuk menanam sorgum, Dahlan mengumpulkan informasi mengenai tanaman apa yang cocok ditanami dengan keadaan cuaca di Atambua. Akhirnya diketahuilah tanaman sorgum yang tepat.

"Saya mencoba mendorong masyarakat di Atambua untuk menanam sorgum 200 hektar. Mengapa sorgum? karena tanah di sana gersang dan tidak bisa ditanami jagung," terang Dahlan.

Percobaan 200 hektar itu kata Dahlan bisa menghidupi seribu rumah tangga. Terlebih sorgum bisa diolah menjadi bioetanol yang nantinya bisa digunakan untuk kompor rumah tangga. "Saya tahu untuk beli minyak tanah di Atambua sulit. Sorgum ini dari batang sampai ampasnya bisa dimanfaatkan semuanya. Tanamannya bisa untuk tepung, batangnya kalau diperas bisa untuk bioetanol dan ampasnya untuk makan sapi," tutur mantan Dirut PLN ini.

Di tempat ini pula, Dahlan sekaligus mengecek hasil pelatihan 40 siswa di Atambua yang waktu itu sempat dididik di Jakarta untuk bisa membuat mesin pengolah sorgum.

"Kita minta puluhan siswa di Atambua yang kita didik di Jakarta. Biar mereka bisa membuat dan membongkar mesin itu. Jadi setelah mereka balik ke Atambua kalau mesinnya rusak bisa diperbaiki sendiri, gak perlu nunggu lama dan bisa ngajarin masyarakat di sini," harap Dahlan.

Di acara panen sorgum ini, berbagai tepung berhasil diolah menjadi berbagai makanan, seperti kue kering, mie, cendol dan lain sebagainya. Dahlan pun tak mau melewatkan kesempatan mencoba makanan ringan ini satu persatu. Bahkan saking bangganya, pria berusia 62 tahun ini menyuapi satu persatu awak media supaya bisa merasakan enaknya mengkonsumsi makanana dari tanaman sorgum. (chi/jpnn)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 12.09.2013,
        11:00
        Habibullah
        Dua jempol buat pak Dahlan. apakah tepung sorgum juga sdh dipasarkan lewat Hypermarket,minimarket di kota di Jawa ?
      2. 27.08.2013,
        17:19
        nero
        Dahlan Iskan tau potensi
      3. 27.08.2013,
        16:28
        yuli setiawan
        Dahlan Iskan,ide bagus demi indonesia dlm membudidayakan tanaman sorgum ini.