Calon Demokrat Menang di Makassar dan Jeneponto

Kalah di Dua Pilkada, Golkar Harus Instrospeksi

Calon Demokrat Menang di Makassar dan Jeneponto
Calon Demokrat Menang di Makassar dan Jeneponto

jpnn.com - MAKASSAR - Pemilihan kepala daerah serentak di lima kabupaten Rabu, 18 September kemarin menjadi rekor tersendiri Partai Demokrat. Partai ini memenangkan dua dari lima pilkada yang digelar.

Dua kemenangan diraih Demokrat di Pilkada Makassar dan Jeneponto. Kandidat yang diusung Demokrat di pilkada Makassar, pasangan Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal (DIA) unggul dengan perolehan suara yang cukup fantastis. Berdasarkan quick count (hitung cepat) sejumlah lembaga survei, pasangan ini meraih suara 31 persen. Posisi kedua ditempat pasangan Irman Yasin Limpo-Busrah Abdullah dengan perolehan 19 persen lebih.
    
Sukses serupa dipersembahkan kader Demokrat di Jeneponto. Pasangan Iksan Iskandar-Mulyadi Mustamu (SIAP) menang dengan perolehan suara 50,8 persen. SIAP mengungguli pasangan Andi Fakhsirie Radjamilo-Mahlil Sikki yang diusung Golkar. Berdasarkan quick count Celebes Research Center (CRC), AFR hanya kebagian 44 persen suara.
    
Ketua Bappilu Demokrat Sulsel, Ni'matullah, yang dikonfirmasi malam tadi mengatakan hasil ini sudah diprediksi sejak awal. Karenanya menang dengan satu putaran menurutnya menuntasskan target mereka di dua daerah ini. "Memang di dua daerah ini kita full. Ini target serius Demokrat," kata anggota DPRD Sulsel itu malam tadi.
    
Kemenangan di dua daerah ini menambah koleksi kader Demokrat yang menjadi kepala daerah. Sebelumnya, Ketua DPC Demokrat Sinjai, Sabirin Yahya terpilih menjadi Bupati Sinjai April lalu. Di Enrekang, usungan Demokrat koalisi Golkar, pasangan Muslimin Bando-Amiruddin juga memenangkan pertarungan.
    
Partai Golkar yang selama ini dominan dalam pilkada gagal menyapu bersih kemenangan. Dari lima pilkada yang digelar kemarin, partai berlambang beringin ini hanya menang di Wajo dan di Luwu. Tiga daerah lainnya kalah termasuk di Makassar yang mengusung paket Supomo Guntur-Kadir Halid.    Hasil pilkada ini mengisyaratkan Demokrat menjadi ancaman serius Golkar dalam konstalasi politik di Sulsel.
    
Pengamat politik Unhas, Rahmat Muhammad mengakui Demokrat akan menjadi pesaing utama Golkar dalam peta perpolitikan di Sulsel. Kedua partai ini berjuang memperebutkan posisi kepala daerah di masing-masing kabupaten untuk menguatkan mesin politiknya.
    
"Demokrat akan menjadi ancaman Golkar dalam konstalasi politik lokal di Sulsel," kata Rahmat.
    
Ia menambahkan hasil pemilukada di lima daerah ini masih rangkaian atau imbas dari pilgub lalu. Dia menyebut, dalam pencaturan politik strategi yang menentukan kemenangan calon. Khusus di Makassar, Rahmat melihat ada yang berbeda dengan daerah lain di mana sejak awal sudah ada prediksi yang muncul bahwa Golkar berpotensi kalah.
    
"Dari prediksi-prediksi itu dijadikan peluang Demokrat dengan menyusun strategi baru menyusun. Syahrul Yasin Limpo sebagai Ketua DPD Golkar Sulsel seolah-olah lepas tangan dengan calon yang diusung partainya. Itulah yang mampu dimanfaatkan Demokrat di Makassar," kata Rahmat.
    
Adanya kesan lepas tangan dari Syahrul terhadap Golkar begitu juga dengan kadernya, tidak lepas dari adanya intervensi yang jauh lebih kuat dari DPP Golkar. Kemelut di internal Golkar ini menguntungkan pihak lain yang kemudian dimanfaatkan dengan baik Demokrat.
    
Rahmat menyebut, semua partai relatif memiliki masalah dalam menentukan usungan di pemilukada termasuk di Makassar. Tapi Demokrat bisa keluar dari masalah itu dan tidak membuatnya berlarut. "Seandainya Golkar menyatu dan solid saya kira bisa maksimal di Makassar. Tapi memang jadi dilema karena ada adik Pak Syahrul (Irman) juga maju. Kondisi ini semakin membuat SYL seolah-olah ingin biarkan bagaimana hasil yang bisa dicapai Golkar dalam pemilukada ketika ada intervensi DPP," sebut Rahmat. (sah)
   


MAKASSAR - Pemilihan kepala daerah serentak di lima kabupaten Rabu, 18 September kemarin menjadi rekor tersendiri Partai Demokrat. Partai ini memenangkan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News