Yakin, hingga Kini Rekornya Belum Terpecahkan

Yakin, hingga Kini Rekornya Belum Terpecahkan
Prof Ismunandar. Hilmi setiawan /Jawa Pos/JPNN

jpnn.com - Gelar guru besar biasanya untuk dosen-dosen yang sudah berumur. Karena itu, ketika Ismunandar meraih gelar tersebut pada usia 38 tahun di ITB, dia mencatatkan rekor sebagai profesor termuda di kampus Ganesha, Bandung.

M. HILMI SETIAWAN, Bandung

Ismunandar mendapat gelar profesor pada 2009. Pengajar di jurusan ilmu kimia, fakultas MIPA, tersebut kala itu menjadi guru besar termuda pertama yang dimiliki ITB.

’’Apakah rekor saya sudah terpecahkan dosen lain, catatan resminya ada di (bagian) akademik. Tetapi, rasanya saya masih termuda,’’ kata Ismunandar saat ditemui Jawa Pos pekan lalu.

Gelar guru besar itu diraih Ismunandar setelah mengikuti rangkaian studi yang berat dan panjang. Misalnya, dia harus melanjutkan program magister di University of  Sydney. ’’Studi saya itu luar biasa karena saya sama sekali tidak pernah lulus program S-2. Saya tidak pernah mengerjakan tesis,’’ ujarnya.

Jadi, waktu itu pihak kampus tanpa meluluskan Ismunandar di program S-2, tapi langsung menarik dia dari program magister ke program S-3 (doktor).

Menurut pria kelahiran Purwodadi, Jawa Tengah, yang besar di Metro, Lampung, itu, sistem pembelajaran di perguruan tinggi Australia saat ini cukup unik. Banyak jalur percepatan atau akselerasi untuk mahasiswa yang memiliki kualitas akademis di atas rata-rata. Ismunandar mendapat keuntungan karena sistem tersebut. Ditambah lagi, dia terbantu oleh rekam jejak mahasiswa ITB yang kuliah di University of  Sydney sebelumnya.

Setelah menuntaskan program magister secara kilat, hanya setahun, Ismunandar langsung fokus menuntaskan jenjang doktornya. Dia banyak menghabiskan waktu di laboratorium untuk meraih gelar S-3. ’’Dari pagi sampai sore saya kuliah dan melakukan penelitian di laboratorium,’’ kata lulusan ITB 1992 itu.

Gelar guru besar biasanya untuk dosen-dosen yang sudah berumur. Karena itu, ketika Ismunandar meraih gelar tersebut pada usia 38 tahun di ITB, dia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News