Rabu, 03 September 2014 | 14:00:51
Home / Nasional / Hukum / Diduga Malpraktek, Dokter di Menado Ditahan

Senin, 18 November 2013 , 06:10:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Bertambah lagi kasus dugaan malpraktek yang dilakukan oleh profesi dokter. Kali ini kasus tersebut menimpa dr Dewa Ayu Sasiary Prawan, SpOG. Ayu ditahan Jumat (08/11) lalu karena dugaan malpraktek yang ia lakukan bersama dua rekannya, saat membantu persalinan pasien pada 2010 lalu.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh ketua PB IDI Zaenal Abidin, Ayu beserta dua rekannya tidak melakukan suatu tindakan salah atau malpraktek. Sebab, seluruh standart operasi telah dilakukan dengan benar.

“Menurut dokter saksi, semua standart operasi telah dilakukan. Tidak benar kalau itu kalau lalai,” tutur Zaenal saat dihubungi kemarin malam. Zaenal menyayangkan adanya penangkapan yang dilakukan terhadap Ayu.

Ia merasa jika kasus gagalnya seorang dokter dalam menangani sesuatu dianggap melanggar hukum, maka kedepannya tidak akan ada dokter yang mau melakukan tindakan emergency lagi.

“Jika dokter sudah melakukan sesuai prosedur dan hasilnya lain, itu diluar kuasa dokter. Kita hanya bisa ikhtiar dan Tuhan yang menentukan. Perjanjian seorang dokter dan pasien adalah proses, hasil kita pasrahkan,” kata Zaenal.

Lebih jauh Zaenal menjelaskan, bahwa sang pasien yang bernama Julia Fransiska Makatey (26) merupakan pasien rujukan dari puskesmas. Pasien yang mengandung anak kedua tersebut diketahui telah mengejan dan dijadwalkan untuk persalinan normal. Namun ternyata dalam kurun waktu 8 jam, tidak ada kemajuan bahkan dinyatakan dalam keadaan gawat janin.

Oleh karena itu, tindakan operasi sesar. Pada operasi tersebut, keluar darah hitam yang menandakan sang ibu kekurangan oksigen. Tim dokter berhasil mengeluarkan sang bayi perempuan dengan berat 4,1 kg. namun sayangnya, kondisi sang ibu memburuk dan 20 menit kemudian meninggal.

Meninggalnya sang ibu memunculkan dugaan adanya kelalaian yang dilakukan oleh pihak dokter yang menangani. Hal itu kemudian yang membuat Ayu dan kedua rekannya melakukan malpraktek dan dilaporkan ke pihak berwajib.

“Yang dipermasalahkan adalah terjadinya emboli pada pasien. Sehingga ia harus dipenjara,” ujar Zaenal.

Padahal, kata dia, emboli udara atau gelembung udara yang masuk ke jantung pasien dan menyebabkan terjadinya gangguan peredaran darah tidak dapat diperkirakan oleh dokter. Selain itu, seluruh standar operasi juga telah dilakukan. Diakuinya, emboli merupakan kejadian yang jarang sekali terjadi, dan sekalinya terjadi tingkat kesulitannya cukup tinggi untuk bisa diatasi.

“Diluar dari dokter itu, tidak bisa diantisipasi,” ungkap pria 48 tahun tersebut.Mengenai pertanyaan mengenai tidak adanya pemeriksaan jantung sebelum operasi berlangsung, Zaenal mengatakan bahwa operasi harus tetap dilakukan meski telah dilakukan pemeriksaan jantung sekalipun.

Ayu sendiri diamankan di Balikpapan, Kaltim, Jumat (8/11) pekan lalu setelah masuk dalam daftar pencarian orang. Ayu diamankan Tim Gabungan Satgas Kejagung bersama Kejari Manado dan Kejari Balikpapan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati, di jalan Imam Bonjol No 1, Kota Balikpapan, Jumat pukul 11.04 Wita. Hingga kini tim juga masih melakukan pencarian keberadaan dua dokter lainnya, yakni dr Hendry Simanjuntak dan dr Hendy Siagian.

Atas ditangkapnya Ayu, muncul berbagai dukungan dari teman seprofesinya. Tak jarang pula banyak hujatan mengenai tindakannya. Bahkan sempat muncul pernyataan mogok kerja dari rekan profesi Ayu. Hal tersebut dibenarkan oleh Zaenal, namun setelah dilakukan perundingan maka mogok kerja pun dibatalkan.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang ikut mendengar isu tersebut juga sempat menunjukkan rasa tidak senangnya. Menkes bahkan sempat mengancam akan membunuh pelan-pelan jika para dokter tersebut berani mogok kerja. Pernyataan tersebut dilontarkannya dengan nada bercanda namun tegas memperingatkan. Sayangnya, pernyataan tersebut kemudian banyak mendapat tanggapan miring.

“Saya tidak mungkin membunuh orang, membunuh tikus saja saya takut,” tutur perempuan yang akrab disapa Naf itu kemarin.

Menanggapi kasus yang terjadi pada Ayu, ia mengaku akan melakukan pembicaraan dengan biro hukum Kementerian Kesehatan. Ia juga telah meminta Jaksa Agung untuk ikut turun tangan. “Jelas kita harus membantu para dokter,” kata Menkes.

Saat ini,kasus tersebut masih terus bergulir. Tim pengacara yang ditunjuk oleh IDI tengah melakukan permintaan peninjaun kembali berkas kasus Ayu. Sebab, dalam keputusan ditingkat Mahkama Agung tidak dihadirkan saksi ahli yang mengerti mengenai emboli lebih dalam. (mia)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        08:47
        cheap seo services
        TCrd2L Im obliged for the article post.Much thanks again. Cool. From mobile
      2. 03.03.2014,
        16:07
        veisy
        thx for infonya
      3. 27.11.2013,
        19:00
        nadya
        Yg penting dari utusan MA adalah tanda tangan palsu persetujuan operasi dan ada sela waktu dari pasien masuk rumah sakit jam 7 pagi dan baru dioperasi ja 7 malam, menurut keluarganya karena menunggu biaya yg belum dibayar sampai mau menjaminkan emas 12 gram.

        Pasien dirujuk dari puskesmas dengan alasan bayinya tidak mau keluar, itu kan berarti keadaan darurat, setelah menempuh perjalanan dan sampai dirumah sakit jam 7 pagi, kok baru ditangani jam 7 malam dengan alasan menunggu pasien melahirkan normal ??? sudah keadaan darurat kok masih ditunggu melahirkan normal ?

        tapi mungkin dokter ayu baru menangani sore hari sehingga sudah terlambat, jadi dokter tidak bisa disalahkan juga.

        Sebaiknya dsaelidki mekanisme di rumah sakitnya, apakah berbau duit dulu baru ditangani atau masalah lainnya.
      4. 27.11.2013,
        12:53
        espri
        moga masalh nya cepat kelar....
        tetap semangat ea Dr.ayu....
      5. 27.11.2013,
        07:57
        niken
        dlm kasus ini 1 nyawa terselamatkan (sang bayi)bgmana jika dokter tdk sgr melakukan operasi? bisa jadi malah 2 nyawa tak tertolong
      6. 26.11.2013,
        21:34
        Ella
        Dalam kondisi ini pasien memang sedang menunggu ajal, krn kejadian yg sama pernah juga di alami oleh pasien, tapi saat itu janinnya yang gugur.
      7. 21.11.2013,
        15:27
        Airien
        Salut untuk Dr. Dewa Ayu...

        Sejauh yg saya kenal sebagai pasien, Dr. Dewa Ayu menurut saya sosok Dr. yang sabar, telaten dan baik..

        'Dokter bukan Tuhan' Dokter melakukan yg mereka bisa, hasil akhir adalah bagian Tuhan.. God Bless Dr. Dewa From mobile
      8. 21.11.2013,
        06:06
        rizkii
        tetap semangat ya dr. Ayu !! From mobile
      9. 20.11.2013,
        23:44
        ratih
        Dokter ud mlakukan tgs dg baik..menolong seorang ibu yg hendak melahirkan dlm kondisi yg gawat. Dlm kondisi ini,,tdk lah mudah utk dtangani. Salut dg dr Ayu yg ud berbesar hati melakukan tindakan segera. Kalo yg tau proses ny,,pst tdk akan menuntut dokter utk dihukum.
        Kematian it Tuhan yg menentukan.
        Dokter ud berusaha menolong, tp Tuhan bkehendak lain.
        Tetep smangat dr Ayu..jasa u luar biasa!!! From mobile
      10. 20.11.2013,
        21:30
        lailatussyifa eva
        masih banyak pelaku kejahatan yg lebih pantas ditahan.yg dgn jelas trbukti bersalah tpi msh berkeliaran..ini dokter brtindak ssuai prosedur koq..yg menentukan ajal manusia it tuhan bkn dokter.. From mobile