Sabtu, 25 Oktober 2014 | 18:13:53
Home / Nasional / Humaniora / Bangkai Kapal Nazi Terkubur di Laut Jawa

Kamis, 21 November 2013 , 14:49:00

BERITA TERKAIT

JEPARA - Lautan Indonesia tidak hanya kaya sumber daya alam, namun juga menjadi kuburan bagi bukti sejarah yang berharga. Salah satunya terbukti dari temuan tim arkeologi Indonesia. Mereka menemukan bangkai kapal selam yang diduga milik Nazi Jerman di Laut Jawa. Dugaan sementara, bangkai kapal selam tersebut jenis U-Boat (Unterseeboot) milik Jerman dari masa Perang Dunia II.

Penemuan kapal selam Jerman itu adalah yang pertama di Indonesia Arkeolog dari sejumlah instansi melakukan penelitian sepuluh hari di kawasan utara dan timur Kepulauan Karimunjawa. Penelitian berlangsung sejak 4 November.

Ketua Tim Penelitian Pusat Arkeologi Nasional (Pusarnas) Bambang Budi Utomo mengatakan, peneliti sudah menyelam dan masuk ke bangkai kapal. Dalam penelitian awal itu, mereka mengambil sejumlah sampel artefak dari dalam bangkai kapal selam tersebut.

Benda temuan itu, antara lain, teropong, alat selam, sol sepatu, piring, dan gelas. Temuan kini berada di laboratorium Pusarnas di Pejaten, Jakarta Selatan. "Ini temuan termasuk yang paling bagus dalam penelitian arkeologi bawah air Indonesia," kata Bambang.

Asumsi awal yang berkembang, kapal U-Boat tersebut masuk armada kapal perang Nazi. Memang belum ditemukan nomor lambung kapal. Namun, beberapa artefak yang diambil untuk sampel menunjukkan ciri-ciri Nazi. Ciri itu adalah lambang burung yang sedang mencengkeram simbol swastika khas Nazi.

Kabar penemuan tersebut tentu mengejutkan banyak pihak. Namun, para pejabat di lingkup Pemkab Jepara yang lokasinya paling dekat dari arena penemuan mengaku tidak tahu sama sekali.

Camat Karimunjawa Noryanto mengatakan sama sekali tak mendengar adanya penemuan kapal di wilayahnya. "Informasi apa? Penemuan kapal selam di perairan Karimunjawa? Sama sekali saya belum dapat kabar ataupun laporan soal itu," kata camat kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Dia menyatakan, kira-kira sepuluh hari yang lalu pihaknya memang menerima surat izin dari lembaga peneliti arkeologi nasional dari Jogjakarta. "Tapi, sampai saat ini saya belum menerima laporan akan adanya penemuan kapal atau semacamnya," terang di.

Menurut Noryanto, jika memang benar ada penemuan itu, lembaga tersebut seharusnya melaporkan hasil penelitiannya kepada pemerintah atau bupati dan tembusan surat itu pasti disampaikan kepada camat Karimunjawa.

Berdasar regulasi yang ada, penemuan semacam itu seharusnya dikaji secara ilmiah di internal. Setelah dikaji, baru dilaporkan ke pemerintah setempat. "Kegiatan tersebut bersifat ilmiah sehingga tidak bisa langsung disimpulkan dan harus dikaji dalam tahap yang lebih lanjut," paparnya.

Dia menegaskan, jika memang lokasi penemuannya ada di wilayah Karimunjawa, berarti mekanismenya tak sesuai dengan prosedur. Untuk itu, Noryanto berasumsi, bisa saja kapal tersebut ditemukan di luar wilayah Karimunjawa.

Sebab, ada informasi bahwa penemuan kapal selam yang konon berasal dari Jerman berlokasi 10 jam dari Karimunjawa. Padahal, wilayah Kabupaten Jepara hanya sekitar 15 mil (sekitar 24 kilometer, Red) dari Karimunjawa. Selebihnya sudah masuk di wilayah perairan Jawa. (gul/emy/lil/c10/kim) 

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar