Jumat, 01 Agustus 2014 | 22:55:57
Home / Nasional / Humaniora / Daerah Pusing Pikirkan Nasib Honorer K2 yang Gagal

Kamis, 19 Desember 2013 , 15:05:00

JAKARTA--Pemerintah daerah meminta pusat meninjau kembali kuota 30 persen secara nasional untuk kelulusan honorer kategori dua (K2). Dengan penetapan angka secara nasional, pemerintah pusat dianggap tidak melihat kemampuan masing-masing daerah.

"Riau memiliki sekitar delapan ribuan honorer. Dengan kuota 30 persen secara nasional, otomatis yang lulus sangat sedikit. Ini jadi dilematis bagi kami, karena sebenarnya Riau mampu menggaji seluruh honorernya bila diangkat CPNS," terang Kepala BKD Riau Surya Maulana kepada JPNN di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Kamis (19/12).

Dia berharap ada toleransi bagi daerah, mengingat tenaga honorernya banyak yang sudah bekerja di atas lima tahun bahkan 10 tahun. Apalagi banyak yang dari tenaga guru dan penyuluh kesehatan.

"Ini harusnya jadi pertimbangan, banyak hal yang bisa ditempuh pusat kok. Paling tidak passing grade tidaklah berlaku secara umum tapi melihat kemampuan daerah. Kalau mampu, apa salahnya dikasih lebih," sergahnya.

Ini sama hdengan Sekdaprov Gorontalo Maryani Monoarfa. Menurut dia, kuota 30 persen sangat kecil bila dibagi untuk seluruh instansi pusat dan daerah. Bahkan kemungkinan besar ada daerah yang tidak kebagian jatah CPNS untuk honorer K2.

"Kami berharap, pusat mempertimbangkan lagi, paling tidak dari aspek kemanusiaan. Kalau hanya 30 persen, bagaimana dengan nasi honorer yang tidak lolos," ujarnya.

Ditambahkan Surya Maulana, bila pusat menyerahkan ke daerah untuk penyelesaian honorer K2 yang gagal CPNS, pihaknya akan menolak.

"Yang bikin aturan kan pusat, jangan bebankan ke daerah lah. Pusat harusnya memberikan petunjuk ke daerah bagaimana penanganan honorer K2 yang gagal jadi CPNS," tandas Surya. (esy/jpnn)

* Klik disini untuk melihat pengumuman CPNS

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 15.02.2014,
        23:19
        NOVRI YASMAN
        Pemerintah Harus tau bagaimana penanganan honorer K2 yang gagal jadi CPNS,' harus punya solusi( Pemerintah Bijak )
      2. 15.02.2014,
        21:37
        sarjan
        tolong kami pemerintah yang terhormat kami tdk lulus cpns k2 kami sudah mengabdi dari thn 2003 sampai sekarang umur saya sudah 41thn
      3. 15.02.2014,
        21:37
        sarjan
        tolong kami pemerintah yang terhormat kami tdk lulus cpns k2 kami sudah mengabdi dari thn 2003 sampai sekarang umur saya sudah 41thn
      4. 10.01.2014,
        19:14
        Peduli RB
        Statemaen diatas sarat nuansa politis nya, lebih baik cari dari pelamar umum saja hasilnya dijamin akan lebih handal, k1 yang tersisa ,k2 nerobos
      5. 25.12.2013,
        22:37
        sutrisno
        apa bedanya k1 dan k2 seharusnya k2 gak usah di tes mereka juga pengabdi yang sejati akademik cukup
      6. 23.12.2013,
        14:46
        syarif
        masalah nya pemerintah daerah terlalu seklek terhadap aturan pusat yang tidak jelasss yarif
      7. 23.12.2013,
        14:30
        kampus brebes
        Pak Gubernur, Pak Bupati tidak usah pusing, K2 yang lulus jdiPNS dan Yang gagal Tetapkan saja jadi PPPK, yakinlah Pasti Pak SBY ijinkan,Pemilu ok
      8. 23.12.2013,
        10:55
        mas paijo
        pusat sdah berbaik hti mngangkat honorer yg qualified jd pns, utk yg tdk bruntung itu mnjd tanggjwb pemda krn menganktny...
      9. 23.12.2013,
        10:55
        mas paijo
        pusat sdah berbaik hti mngangkat honorer yg qualified jd pns, utk yg tdk bruntung itu mnjd tanggjwb pemda krn menganktny...
      10. 22.12.2013,
        21:42
        Metal
        Makannya pak sekda, jangan asal angkat honorer, kasi jatah 30% bingung, itu akibat kebanyakan narik pajek bagi yang mau jadi honorer, bingung to?