Jumat, 25 Juli 2014 | 00:44:57
Home / Pendidikan / Tanpa Ijazah PGSD, Hanya Terima TPP 2 Tahun

Rabu, 15 Januari 2014 , 08:24:00

JAKARTA - Guru SD yang belum mengantongi ijazah PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) harus segera kuliah lagi.

Sebab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hanya memberikan tunjangan profesi pendidik (TPP) selama dua tahun saja. Banyak opsi yang disiapkan Kemendikbud supaya TPP bisa diterima hingga pensiun.

Ketentuan pencairan TPP bagi guru SD itu tertuang dalam Permendikbud 62/2013 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan untuk Penataan Guru. Dalam Pasal 5 peraturan itu disebutkan bahwa guru yang dipindahkan tugas tidak sesuai dengan sertifikat profesinya, hanya berhak mendapatkan TPP selama dua tahun.

Di lapangan banyak laporan guru yang tidak berijazah PGSD tetapi berijazah lainnya seperti, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Akuntansi, atau bahasa Indonesia justru aktif mengajar di jenjang SD.

Mereka banting setir menjadi guru SD karena guru di jenjang SMP atau SMA sudah tidak mendapatkan kuota jam mengajar. Umumnya ketidaksesuaian ini dialami guru swasta. Sebab bagi guru PNS, sudah disaring sejak rekerutmen.

Sampai saat ini belum ada laporan yang masuk ke Kemendikbud terkait pemutusan pencairan TPP akibat tidak sesuainya ijazah PGSD itu. Bagi guru yang berijazah non-PGSD tetapi sudah terlanjur mengajar di SD, diberikan sejumlah alternatif penyelesainnya.

Di antaranya adalah para guru SD yang tidak berijazah PGSD itu diharuskan kuliah S1 (sarjana) PGSD atau langsung kuliah S2 (magister) Pendidikan Dasar dulu. Syarat ini berlaku bagi guru yang masih ingin mengajar di jenjang SD.

Cara yang paling mudah ditempuh adalah mengambil S1 PGSD karena jumlah kampusnya lebih banyak dibandingkan yang membuka program S2 Pendidikan Dasar.

Dikonfirmasi saat memaparkan Kurikulum 2013 di Universitas Terbuka (UT) kemarin, Mendikbud Mohammad Nuh tidak hafal detail seluruh Permendikbud yang dia teken.

"Meskipun memang saya menandatangani semuanya, tetapi detail isinya perlu saya baca-baca lagi," katanya.

Kemendikbud saat ini fokus berusaha mengawal kelancaran pencairan TPP tahun anggaran 2014. Selain itu juga menuntaskan tunggakan pencairan TPP yang masih mengendap di pemkab/pemkot sebesar Rp 8 triliun lebih. (Wan)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        02:25
        awesome seo
        Gb9tK0 I really like and appreciate your article post. Want more. From mobile
      2. 24.06.2014,
        06:07
        Esrawaty L.Manik
        Prihatin bagi guru yang sudah usia 50 tahun,ingin kuliah berat biaya karena masih menanggung 2 anak yang masih kuliah. Nggak kuliah TPP kelak...?
      3. 04.05.2014,
        21:28
        mulyadi
        ndak usah dipikirin, toh pemerintah belum membuat perpem, juklak dan juknis >>>> ndak usah galau jalani aja yang ada sekarang, hadapi nantinya
      4. 28.04.2014,
        21:49
        rudi
        bagaimana kami yang berijazah s1 geografi,pada saat kami di angkat dari D2 PGSD,apakah harus mengambil s1 PGSD juga,mohon balasannya
      5. 06.04.2014,
        21:20
        best money here
        hOKSLT Major thanks for the blog post.Much thanks again. Cool. From mobile
      6. 06.04.2014,
        17:36
        Nurhayuddin
        Coba dipikirkan lagi . . ,tentang guru yang harus mempunyai ijazah s1 pgsd .sementara gajix aj tdk ckup untk kehidupan sehari2 . .aplagi mau kuliah lagi . .kalau itu sampai terjadi insya allah negara indonesia akan bodoh . . . From mobile
      7. 31.03.2014,
        23:53
        Bustami
        Pengangkatan/penempatan guru/pejabat di daerah tidak transformasional ttp scr TRANSAKSIONAL,bgmn nasib bgs ini k depan?
      8. 25.03.2014,
        23:22
        puguh maryanto
        makasih kami sangaat mengharap cepat karena membutuhkan sekali
      9. 25.03.2014,
        18:02
        tagalok
        semuanya bikin edan,,dlu untuk jadi guru sd harus d2,,pas tamat d2,,yang diminta untuk tes tamatan s1,,mikir dong,,kami udah ngabisin uang utk d2
      10. 21.03.2014,
        15:54
        TEUKU
        pjbt ngra sudah sdh terlalu banyak makan uang haram,mana bisa berpikir dgn baik.coba pikir guru SD hrs kuliah lagi PGSD.kalau dibiayayi mendingan