Minggu, 26 Oktober 2014 | 12:54:30
Home / Berita Daerah / Sulut / Banjir Bandang di Manado, Warga Dievakuasi ke Hotel

Rabu, 15 Januari 2014 , 15:42:00

Kondisi di halaman gedung DPRD Sulut di Manado yang dikepung banjir. Foto: Ist for JPNN.com
Kondisi di halaman gedung DPRD Sulut di Manado yang dikepung banjir. Foto: Ist for JPNN.com
BERITA TERKAIT

JAKARTA - Dampak adanya pusat tekanan rendah di sekitar Philipina menyebab bencana banjir bandang, longsor, dan gelombang tinggi di sekitar Manado, Sulawesi Utara. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, hujan deras mengguyur Kota Manado sejak Selasa (14/1) hingga Rabu (15/2), menyebabkan  11 kecamatan terdampak banjir.

Banjir terjadi di Kecamatan Sicala, Wenang, Singkil, Wanea, Tunginting, Paal Dua, Paal Empat, dan Bunaken. "Data sementara 1 orang tewas tertimbun longsor dan sudah ditemukan, satu orang hilang, 10 rumah tertimbun longsor di Desa di Desa Kembes Satu Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa, Rabu (15/1) pukul 11.55 WITA.," ujar Sutopo, Rabu (15/1).

Dijelaskan, lebih dari 2.000 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Puluhan mobil terendam dan hanyut banjir. Tinggi banjir di bantaran sungai mencapai 6 meter.  Di Kota Manado, banjir sekitar 1,5 meter. Ada 4 jembatan putus. "Saat ini masih terjadi hujan," imbuhnya.
 
Di Kanaan, Ranotana Weru Lingkungan 9, banjir yang berasal dari luapan sungai telah naik hingga ketinggian mencapai atap rumah. Sementara, di Lingkungan 1, warga terjebak di dalam rumah dan tidak bisa keluar.
 
Dijelaskan birokrat bergelar doktor itu, BPBD Sulawesi Utara, bersama BPBD Kota Manado, TNI, Polri, PMI, Basarnas,  Tagana, SKPD, relawan dan masyarakat masih melakukan evakuasi dan penanganan darurat. "Warga untuk sementara dievakusi di Hotel Swissbell, Hotel Tengunpura, dan Kantor Walikota Manado," terangnya.
 
Angin kencang terjadi di sekitar Manado hingga kecepatan 15-20 knot. Tinggi gelombang di perairan utara Mando 3-5 meter.

Pantauan citra satelit, lanjutnya,  menunjukkan awan masih banyak di sekitar Sulawesi Utara. Potensi banjir masih cukup tinggi. "Pendataan masih dilakukan. Update data akan disampaikan kemudian," pungkasnya. (sam/jpnn)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar