Sabtu, 30 Mei 2015 | 03:21:57

Jumat, 14 Februari 2014 , 06:16:00

BERSEJARAH: Gedung The MacDonald House di Orchard Road, Singapura yang pernah menjadi sasaran aksi pemboman oleh anggota KKO TNI AL, Usman dan Harun.
Foto: Bayu Putra/Jawa Pos
BERSEJARAH: Gedung The MacDonald House di Orchard Road, Singapura yang pernah menjadi sasaran aksi pemboman oleh anggota KKO TNI AL, Usman dan Harun. Foto: Bayu Putra/Jawa Pos

Polemik penamaan KRI Usman-Harun tidak lepas dari sejarah infiltrasi Indonesia ke Singapura 49 tahun silam. Dua prajurit Indonesia, Sertu KKO Anumerta Usman Janatin dan Kopral KKO Anumerta Harun Said, digantung pemerintah Singapura karena mengebom gedung The MacDonald House di Orchard Road. Seperti apa kini bangunan di kawasan elite itu?

BAYU PUTRA, Singapura

GEDUNG 10 lantai di jantung Singapura itu sangat mudah dikenali. Di sekitar kawasan Orchard Road, bangunan tersebut tampak mencolok dan berbeda dengan gedung yang lain karena menggunakan dinding bata timbul.

Warna merah mendominasi bangunan berarsitektur kolonial Inggris itu. Di balkon lantai 9 terpampang jelas nama gedung tersebut, The MacDonald House (TMH).

Tujuh puluh delapan jendela putih menghiasi bagian depan gedung. Di bagian tengah lantai 3 tampak beton persegi panjang berukir lambang Singapura era kolonial. Di bawah lambang tersebut terdapat ukiran kapal dagang, juga dari zaman penjajahan.

Dari luar, TMH terlihat layaknya gedung perkantoran. Tidak tampak bekas-bekas serangan bom di gedung itu. Hanya ada sebuah prasasti yang menyebutkan bahwa TMH termasuk salah satu gedung bersejarah yang dimiliki Singapura. Nilainya kurang lebih sama dengan Museum Nasional Singapura atau Masjid Sultan.

Dalam prasasti itu dituliskan sejarah singkat gedung TMH. Dibangun pada 1949 untuk keperluan perbankan milik Hongkong and Shanghai Banking Corporation. TMH merupakan salah satu gedung tinggi pertama yang dibangun di kawasan Orchard Road.

Keterangan berikutnya terkait dengan peristiwa pengeboman oleh tentara Indonesia pada 10 Maret 1965. Dalam prasasti itu ditulis bahwa peristiwa pengeboman merupakan serangan teroris selama masa konfrontasi Indonesia dengan Malaysia. Jumlah korban tewas tercatat tiga orang, sedangkan 33 lainnya menderita luka-luka.

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 19.02.2014,
          17:13
          Haris Purbaya
          Ini masalah kedaulatan bangsa, Singapur berani sekali mengintervensi NKRI .