Rabu, 27 Agustus 2014 | 20:09:42
Home / Berita Daerah / Riau / Riau Diselimuti Asap, Bocah Kelas 5 SD Kirim Surat ke Presiden

Selasa, 11 Maret 2014 , 15:27:00

Ikhsan Wafdullah hendak mengirim surat via pos untuk Presiden SBY. FOTO: RIAU POS
Ikhsan Wafdullah hendak mengirim surat via pos untuk Presiden SBY. FOTO: RIAU POS

PEKANBARU - Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di Riau dan Sumatera benar-benar memperihatinkan. Banyak kegiatan masyarakat yang terganggu akibat asap yang begitu pekat dan menyebabkan jarak pandang begitu dekat.

Saking gemasnya dengan kabut asap itu, seorang bocah kelas 5 SD di Pekanbaru Riau mengirim sepucuk surat yang ditujukan untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam surat yang ditulisnya sendiri, Ikhsan Wafdullah  mempertanyakan apa yang dilakukan presiden untuk menyelesaikan masalah asap di Riau. 

"Orangtua dan kakak saya sudah terkena ISPA di rumah. Ada yang dirawat, ada yang tidak. Sering terkena penyakit ini saat asap melanda Riau. Saya meminta Pak Presiden langsung melakukan aksi, karena sudah beberapa hari juga tidak sekolah," kata Ikhsan di kantor pos sebelum mengirim suratnya itu.

Bocah yang tinggal di Jalan Yos Sudarso, Gang Jaya, Nomor 580, Pekanbaru, Riau juga mengeluhkan selama tempat tinggalnya dipenuhi asap, dirinya sudah tak bisa lagi bermain. (eka/mas)

Berikut isi surat yang ditulis Ikhsan: 

Kepada Yang Terhormat, Presiden RI di Istana Negara. Assalamualaikum Pak Presiden.

Nama saya Ikhsan Wafdullah, pelajar kelas V SDN 025 Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Saya sering mengikuti kegiatan pramuka di sekolah, tapi sejak kabut asap, saya dilarang orangtua untuk main di luar rumah. Terkait hal itu, boleh kan saya bertanya-tanya.

Boleh kan Pak? Pak, mengapa kabut asap terus terjadi setiap tahun? Dan mengapa bapak tidak melarang para petani dan para pengusaha supaya tidak membakar hutan? Kalau mereka terus-menerus membakar hutan, apa jadinya kota-kota kami yang ada di Pulau Sumatera?

Bapak, kalau kabut terus terjadi, maka anak-anak sekolah yang ada di Provinsi Riau akan diliburkan? Kalau anak sekolah seperti saya diliburkan, pasti kami tidak mendapat ilmu.

Bagaimana bapak menanggapinya? Sampai kapan Pak asap ini dapat berhenti? Bapak Presiden yang saya banggakan, apakah aksi dan reaksi Bapak terhadap bencana ini?

Terima kasih Pak telah menyempatkan waktunya untuk membaca surat ini. Saya menunggu surat balasannya dari Bapak langsung.

Hormat saya, Ikhsan Wafdullah.

 
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 20.03.2014,
        16:03
        farid
        luar biasa, seorang anak kecil yang tergerak hatinya, cerdas pikirannya, dan memiliki keberanian mewujudkan kepedulian, kita tunggu tanggapannya
      2. 16.03.2014,
        07:04
        indi rank baso
        salut buat adek ini,,,,,apa tanggapan pemerintah,
        dan caleg2 mau maju skrg,,,
      3. 14.03.2014,
        14:44
        Eko
        Salut buat adek Ikhsan di Riau sana. Semoga suratnya dapat balasan
      4. 14.03.2014,
        13:43
        eryanto
        salud buat siadek,,, dengan kepolosan dan kejujurannya mengungkapkan permintaannya,,, tinggal dr para pemimpin dan pejabat serta yg merasa melakukan pembakaran,,,, mudah mudahan mata telinga dan hati yg diberikAN TUHAN masih sehat dan berfungsi,,,, peace..... From mobile
      5. 13.03.2014,
        14:32
        Bang Uddin
        Quote:
        Kepada Yang Terhormat, Presiden RI di Istana Negara. Assalamualaikum Pak Presiden.

        Nama saya Ikhsan Wafdullah, pelajar kelas V SDN 025 Ke
      6. 12.03.2014,
        13:10
        aswd
        si atuk asik prosmosi menang doang ga mau urusin asap
      7. 12.03.2014,
        12:05
        yohan
        semoga pemerintah memahami surat si sdek ini ya...'gak punya hidung dan mata mungkin pemerintah sekarang ya...
      8. 12.03.2014,
        05:52
        masfar awaloeddin
        Dengan fikiran yang sehat ikhsan menulis apa adanya
        bagaimana dengan fikiran masyarakat tingkat mahasiswa ?
        d.p.r. kota, dan pemko ?