Sejuta Orang Tewas karena Gigitan Nyamuk

Sejuta Orang Tewas karena Gigitan Nyamuk
Sejuta Orang Tewas karena Gigitan Nyamuk

jpnn.com - LONDON - Penyakit akibat gigitan nyamuk, selain malaria, juga demam berdarah dan kaki gajah yang menewaskan sekitar satu juta orang di dunia setiap tahunnya.

Menurut studi Liverpool School of Tropical Medicine, selain masalah di atas, penduduk dunia di berbagai benua hingga saat ini masih tidak bisa menghindari gigitan nyamuk dan sejumlah penyakit mematikan yang disebarkannya.

Seperti wabah chikungunya, penyakit yang disebarkan nyamuk lewat gigitan pada siang hari, di mana saat ini sedang terjadi di daerah Karibia. Lebih dari 5.900 kasus diperkirakan terjadi di hampir setengah wilayah pulau tersebut.

"Kita perlu menggunakan bukti-bukti yang ada untuk menargetkan tempat pembiakan," kata Profesor Hilary Ranson ketua tim Liverpool School of Tropical Medicine, seperti dilansir BBC, Minggu(30/3).

Meskipun ingin membasminya dengan menghilangkan nyamuk, justru dapat menimbulkan bencana lingkungan. Pasalnya, nyamuk dewasa membantu penyerbukan dan serangga ini juga merupakan sumber makan bergizi bagi binatang lain.

Kunci untuk mengurangi penyakit yang disebabkan nyamuk adalah dengan memahami tingkah laku serangga ini. Para peneliti bekerja sama dengan ahli optik untuk memahami gerak-gerik nyamuk dengan menggunakan kamera canggih sehingga dapat diketahui pergerakan serangga dalam ruang tiga dimensi dan tempat istirahat yang paling digemari.

Di samping insektisida, cara lain untuk mengatasi jumlah nyamuk adalah dengan memasang jebakan bau, menciptakan nyamuk hasil rekayasa genetika yang tidak subur, maupun menggunakan binatang pemangsa larva.

Hasil penelitian menunjukkan pengasapan insektisida di luar ruangan seringkali dianggap kurang berguna sementara penyemprotan di dalam tempat tinggal lebih efektif dalam membunuh nyamuk di tempat mereka bersarang. (esy/jpnn)


LONDON - Penyakit akibat gigitan nyamuk, selain malaria, juga demam berdarah dan kaki gajah yang menewaskan sekitar satu juta orang di dunia setiap


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News