Briker Adu Antena Rakitan

Briker Adu Antena Rakitan
Briker Adu Antena Rakitan

jpnn.com - BATU - Ratusan pecinta radio amatir, yang tergabung dalam organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI), Minggu (20/4) tumpek bleg memadati Lapangan Basket SMK Wiyata Husada Desa Bulukerto. Kehadiran mereka, mengikuti eksperimen antena se Jawa Timur, diikuti sekitar 80 peserta, yang mayoritas dari Malang Raya.

Para Briker (pecinta radio komunikasi antar anggota Orari) sempat berduet, memamerkan radionya masing-masing, baik buatan atau rakitan serta hasil modifikasi. Setiap peserta diadu satu lawan satu, dengan titik penerimaan (record) sekitar 5 hingga 30 Kilometer.

Sehingga bisa diketahui, radio karya siapa yang bagus dan mampu mencapai titik penerimaan tersebar di tiga lokasi, yakni Selecta, Kecamatan Pujon, dan Karangploso.

”Siapa yang antenanya bagus dari segi pancaran, itulah yang menjadi pemenang atau  istilahnya suaranya jelas sampai di titik penerimaan,”jelas Ketua Panitia, Bambang Joko Santoso seperti yang dilansir Malang Post (Grup JPNN.com) Senin (21/4).

Jenis antenna portable ini adalah vertical, atau yang bisa menerima dari segala arah. Dengan ketinggian maksimal 7 meter, kabel minimal panjangnya 12 meter dengan catatan 50 Ohm.

Menurutnya, lomba antenna itu untuk menemukan salah satu antenna buatan peserta yang tidak kalah saing dengan produk pabrikan.

” Walaupun pesawatnya standar, namun modifikasi kekuatan menangkap signal dan pemancar itulah yang kami ingin ketahui dan dikembangkan kedepannya,”ujarnya.

A.C Rohim salah satu petugas BPBD menyambut positif acara tersebut. Sebab, banyaknya pecinta radio amatir ini bisa ikutan jadi relawan komunikasi saat ada kondisi mendesak seperti bencana alam. Pasalnya, mereka sudah memiliki alat komunikasi, tinggal dikembangkan dan dibina kedepannya.

BATU - Ratusan pecinta radio amatir, yang tergabung dalam organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI), Minggu (20/4) tumpek bleg memadati

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News