Nobar Piala Dunia, Sandal Tertukar Picu Pembunuhan

Nobar Piala Dunia, Sandal Tertukar Picu Pembunuhan
Nobar Piala Dunia, Sandal Tertukar Picu Pembunuhan

jpnn.com - LAHAT – Berniat mendamaikan keluarganya yang sedang ribut, justru merenggut nyawa Kurnik (43).

Warga Desa Suka Merindu itu tewas dengan tusukan di bagian dada, oleh tersangka Efra Jonhari (22) warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat.

Pemicunya sepele. Dalam suasana nonton bareng (nobar) Piala Dunia, Minggu malam (29/6), tersangka Efra kehilangan sandalnya. Ternyata, sandalnya itu tertukar sebelah antara Sepihan (11) dan Gusta (22). Tersangka emosi, kedua pemuda itu dimarahi dan dipukulnya.

Kedua pemuda itu lalu mengadu kepada keluarganya, Kurnik. Selanjutnya Kurnik bersama Sumardin, mendatangi tersangka Efra, niatnya untuk mendamaikan perselisihan itu.

"Niat Kurnik sebenarnya ingin melerai dan berdamai dengan tersangka, yo apalah namonyo bertetanggo dusun. Jadi rasonyo dak lemak,” ucap Sata (25), keluarga korban, seperti dikutip dari Sumatera Ekspres (Gup JPNN), Senin (30/6).

Namun yang terjadi, tersangka yang ditemui di sekitar tempat nobar piala dunia itu, menjadi kalap. Menggunakan senjata tajam (sajam) yang dibawanya, tersangka Efra menyerang Kurnik dan Sumardin. Awalnya masih bisa ditangkis, sampai tangan korban terluka. Tapi tersangka terus menyerang, hingga korban terdesak dan dadanya tertusuk.

Korban pun tersungkur, akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Merapi Selatan AKP Hikmat Solihin SH, melalui Kanit Reskrim Ipda Hendrinadi SH, mengatakan pihaknya masih melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi atas kasus itu.

LAHAT – Berniat mendamaikan keluarganya yang sedang ribut, justru merenggut nyawa Kurnik (43). Warga Desa Suka Merindu itu tewas dengan tusukan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News