Cokelat dan Minuman Kaleng Picu Migrain

Cokelat dan Minuman Kaleng Picu Migrain
Foto Ilustrasi: Agus Wahyudi/Jawa Pos

jpnn.com - SURABAYA – Membebaskan diri menyantap aneka kudapan setelah sebulan berpuasa sah-sah saja. Tetapi, bila kebanyakan, ternyata bisa terjadi migrain.

’’Nggak cuma bikin kolesterol atau hipertensi lho,’’ kata dr Yanna Saelan SpS. Menurut dia, makanan yang mengandung cokelat dan keju –yang kerap disajikan saat hari raya– bisa memicu migrain. Sakit kepala sebelah justru mudah muncul terhadap orang-orang yang sebelumnya punya riwayat penyakit tersebut.

Cokelat dan keju memang mengandung tyramine. Cara kerjanya di dalam tubuh mengakibatkan migrain. Yakni, merangsang sel-sel otak untuk menghasilkan norepinephrine. Hormon yang mirip adrenalin itu membikin tekanan darah meningkat hingga mengakibatkan sakit kepala.

Selain cokelat dan keju, makanan jenis makanan yang ikut ’’mensponsori’’ migrain adalah hati ayam yang diawetkan, bir, anggur merah, dan daging fermentasi.

Selain tyramine, zat aspartam yang banyak biasa dijumpai dalam minuman kemasan (botol dan kaleng) menjadi pemicu migrain. Aspartam merupakan pemanis buatan atau sintetis yang dibubuhi dalam makanan atau minuman untuk memberikan rasa manis yang tahan lama.

Memang, kata Yanna, belum diketahui pasti pengaruh aspartam pada migrain. Namun, diduga aspartam bisa menurunkan neurotransmitter serotonin (zat kimia pembawa pesan antarsaraf). ’’Neurotransmitterbiasanya memengaruhi mood, nafsu makan, dan rasa kantuk,’’ jelas dokter yang berdinas di Siloam Hospitals tersebut.

Dokter Yanna menyebutkan, makanan olahan seperti sosis dan daging kalengan yang disajikan juga ikut mencetuskan sakit kepala. ’’Makanan kemasan jelas mengandung pengawet yang tak baik bagi kesehatan,’’ ungkapnya.

Mayoritas produk makanan berbahan hewan memang dibubuhi zat pengawet. Sebab, daging termasuk bahan yang mudah rusak atau rawan pembusukan. Tetapi, bagi orang yang punya riwayat migrain, jenis makanan tersebut bisa membahayakan diri.

SURABAYA – Membebaskan diri menyantap aneka kudapan setelah sebulan berpuasa sah-sah saja. Tetapi, bila kebanyakan, ternyata bisa terjadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News