Pemerintah Jamin Kesehatan Jamaah Haji

Pemerintah Jamin Kesehatan Jamaah Haji
Pemerintah Jamin Kesehatan Jamaah Haji

JAKARTA - Persiapan penyelenggaraan ibadah haji untuk sektor kesehatan terus digempur isu penyakit mematikan. Setelah beberapa waktu lalu publik dibuat resah dengan penularan virus Corona, sekarang giliran penularan virus Ebola yang mengancam.
 
Meskipun digempur dua isu penyakit mematikan itu, pemerintah menjamin kesehatan jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima itu. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Jamil mengatakan, sampai saat ini persiapan penyelenggaraan haji belum mengalami gangguan.
 
"Insyallah persiapan kami tidak akan terganggu dengan kebeardaan virus Ebola maupun virus Corona yang beberapa waktu lalu menggemparkan Arab Saudi dan sekitarnya," tuturnya kemarin. Jamil meminta semua calon jamaah haji yang masuk porsi berangkat tahun ini tetap tenang.
 
Mantan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag itu mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait teknis pembekalan kesehatan jamaah haji.

Dia berharap pemerintah Arab Saudi segera mengatasi potensi penyebaran penyakit-penyakit tadi, sehingga tidak sampai mengganggu ibadah tahunan paling akbar di dunia itu.
 
Urusan Ebola ini juga belum sampai mengganggu proses administrasi keimigrasian jamaah haji Indonesia. Jamil sampai saat ini belum mendapatkan informasi ada penolakan visa haji untuk jamaah Indonesia dari pemerintah Arab Saudi. Sebelumnya Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan menolak visa haji untuk beberapa negara Afrika yang dideteksi menjadi basis penularan virus Ebola.
 
Persiapan lainnya adalah keberadaan asrama haji sebagai tempat transit sementara calon jamaah sebelum bertokal menuju Arab Saudi. Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenag Mochammad Jasin mengatakan, seluruh panitia daerah diharapkan mulai siaga sebelum kedatangan jamaah haji pertama kali di asrama haji pada 31 Agustus nanti.
 
Kesiapan yang harus dimulai sejak dini diantaranya adalah, pelayanan penerbitan dokumen administrasi keberangkatan jamaah haji. Selain itu juga kesiapan kesehatan dan sanitasi kamar tidur dan sarana lain di asrama haji.
 
"Keberadaan ruang kesehatan di asrama haji penting. Jangan diremehkan," jelas dia. Sehingga panitia haji bisa mendeteksi secara dini ketika ada calon jamaah haji mengalami gangguan kesehatan. Kesiapan sarana kesehatan ini meliputi keberadaan dokter umum, dokter spesialis, dan obat-obatan.
 
Sementara itu, Kepala Balitbangkes Kemenkes Tjandra Yoga Aditama mengabarkan, bahwa kemarin secara resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ebola sebagai public health emergency of international concern (PHEIC). Yang artinya, ebola masuk dalam kejadian luar biasa yang beresiko resiko bagi kesehatan masyarakat negara lain karena berpotensi menyebar lintas negaa. Serta wajib menjadi concern dunia internasional.
 
"Kalau sudah masuk PHEIC itu artinya ini keadaan darurat, berbahaya. Kita akan tunggu langkah WHO selanjutnya. Kita terus berkoordinasi agar terus tahu perkembangannya," ujar Wakil MEnteri KEsehatan (Wamenkes) Ali Ghufron Mukti pada koran ini.
 
Penetapan ini pun dikatakannya tidak gegabah. Biasanya, WHO memutuskan untuk memasukkan suatu penyakit menjadi PHEIC setelah menerima data dari negara endemic, yang kemudian dilakukan penilaian resiko serta bukt ilmiah dan pertimbangan dari komite kesehatan dunia.
 
Penyakit ini sendiri memang dikatakan memiliki kesempatan kecil untuk masuk Indonesia. Namun, penyakit yang hingga kini belum ditemukan obat dan vaksinya itu telah diduga masuk ke Timur Tengah, melalui Jeddah. Dan, seperti yang diketahui, lebih dari jutaan warga negara Indoensia (WNI) yang bekerja di sana. Kekhawatiran WNI terinfeksi wabah ebola ini pun muncul di sana.
 
Ghufron mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan perwakilan RI di Saudi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memberikan pengertian terkait penyakit yang telah menelan korban sebanyak 932 orang ini. sehingga bisa mensosialisasikannya pada WNI di sana.
 
Sementara untuk petugas kesehatan haji, pihak Kemenkes telah memberikan pelatihan-pelatihan khusus dalam menangani pasien yang diduga terinfeksi Ebola.

"Pihak Kementerian Agama juga telah menanyakan hal ini. Kami menghimbau agar seluruh WNI di manapun berada untuk hidup bersih, hidup sehat. Sedangkan yang akan ke negara endemic, sebaikanya ditunda," tuturnya. (wan/mia)


JAKARTA - Persiapan penyelenggaraan ibadah haji untuk sektor kesehatan terus digempur isu penyakit mematikan. Setelah beberapa waktu lalu publik


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News